Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Dedi Mulyadi Kaget 42 Jembatan Tidak Pernah Diurus Selama Lima Tahun

Dedi Mulyadi Kaget 42 Jembatan Tidak Pernah Diurus Selama Lima Tahun
(Humas/Pemprov Jabar)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
  • Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terkejut menemukan 42 jembatan provinsi tidak pernah diperbaiki selama lima tahun terakhir, sehingga kini berisiko roboh dan butuh perhatian serius.
  • Pemprov Jabar berencana mengajukan pinjaman daerah sekitar Rp2 triliun pada 2026 untuk membiayai rehabilitasi infrastruktur, termasuk kebutuhan anggaran Rp395 miliar bagi perbaikan jembatan.
  • Dinas BMPR Jabar memastikan mayoritas dari 1.318 jembatan provinsi masih dalam kondisi mantap dan menegaskan peningkatan kualitas jalan serta jembatan tetap menjadi prioritas utama pembangunan daerah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandung, IDN Times - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kaget setelah membuka data jembatan di kabupaten dan kota yang ternyata tidak pernah diurus oleh kepemimpinan gubernur sebelumnya. Saat ini kondisinya, kata dia, sudah memprihatinkan dan perlu perbaikan.

Di sisi lain, kondisi fiskal Pemprov Jabar belum baik dan kini tengah berencana mengajukan pinjaman daerah di 2026 ini. Pinjaman ini mau tidak mau akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur termasuk jembatan milik provinsi.

Dedi mengatakan dari laporan Bappeda ada kebutuhan anggaran sebesar Rp395 miliar untuk rehabilitasi dan penggantian jembatan milik provinsi. Sementara, Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Jabar mendata ada 1.381 jembatan milik Pemprov yang tersebar di sejumlah ruas.

1. Selama lima tahun tidak ada pembangunan jembatan

IMG-20260303-WA0036.jpg
(Humas/Pemprov Jabar)

Dari penjelasan Kepala BMPR Jabar Agung Wahyudi diketahui saat ini terdapat 42 jembatan yang beresiko roboh jika tidak segera diperbaiki. Di luar 42 jembatan tersebut, kondisi jembatan lain milik provinsi dipastikan aman, namun angka ini memantik pertanyaan.

Menurut Dedi, dari laporan BMPR Jabar, risiko jembatan roboh ini terjadi karena selama lima tahun ke belakang tidak dilakukan perbaikan maupun pemeliharaan. Hal ini mengakibatkan jumlah jembatan yang rusak bertumpuk di era kepemimpinannya.

"Jadi selama lima tahun tidak ada pembangunan jembatan, yang ada hanya pembangunan jembatan Sodongkopo Jaya Perkasa (Pangandaran). Itu pun tertunda setahun, baru dilanjutkan sekarang," katanya.

2. Perbaikan jalan akan terus dilakukan selama tahun ini

IMG-20260303-WA0034.jpg
(Humas/Pemprov Jabar)

Dari laporan yang didapat tersebut, Dedi memastikan proses perbaikan dan pembangunan 42 jembatan yang roboh tersebut akan dibahas bersama DPRD Jabar terkait kemungkinan dibiayai dari pinjaman daerah yang besarannya mencapai Rp2 triliun.

Sementara, Kepala DBMPR Jabar Agung Wahyudi mencatat dari total 1.318 unit jembatan milik Pemprov, sebanyak 1.123 unit berada dalam kondisi mantap. Agung menegaskan bahwa peningkatan kualitas infrastruktur jalan dan jembatan akan terus menjadi prioritas DBMPR Jabar.

3. Pastikan tingkat kemulusan jalan mantap

rest area Jagorawi
ilustrasi jalan tol (unsplash.com/novita ramadhani)

Melalui perencanaan yang matang, pengawasan ketat, dan kolaborasi antara pemerintah daerah dan mitra pelaksana, DBMPR optimistis layanan infrastruktur bagi masyarakat Jawa Barat akan semakin andal.

"Prinsip kami adalah jalan mantap untuk pelayanan publik yang mantap. Kami bekerja memastikan setiap ruas jalan provinsi dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, dunia usaha, dan konektivitas antarwilayah," kata Agung.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More