Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
KDM Ingatkan Ancaman Longsor Bandung Selatan Akibat Alih Fungsi Kebun
Ilustrasi Longsor. (IDN Times/Anjani Asra)
  • Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memperingatkan alih fungsi kebun teh menjadi kebun sayur di lereng Bandung Selatan berpotensi meningkatkan risiko longsor.

  • KDM menegaskan peringatannya tidak terkait konflik agraria, melainkan perlunya menjaga tanaman konservasi dan mencegah perubahan lahan berulang yang mengganggu ekosistem.

  • Sejak 2024, kerusakan kebun teh Pangalengan dilaporkan sekitar 150 hektare; Pemprov Jabar telah merevitalisasi 22 hektare di Pangalengan dan Ciater.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
sejak 2024

Kebun teh di Pangalengan mengalami kerusakan akibat dugaan penebangan untuk dialihfungsikan menjadi perkebunan sayur.

akhir November 2025

Kerusakan kebun teh di Pangalengan dilaporkan mencapai sekitar 150 hektare.

Desember 2025

Gubernur Dedi Mulyadi meninjau perkebunan teh Malabar di Pangalengan. PTPN menyebut sekitar 1.500 hektare lahannya telah beralih menjadi tanaman seperti sayuran.

Agustus 2026

Pemprov Jabar melaporkan revitalisasi 16 hektare kebun teh di Pangalengan dengan penanaman 198.000 pohon teh.

Kamis (29/10/2026)

Dedi Mulyadi memperingatkan warga Pangalengan dan Ciwidey bahwa penebangan kebun teh untuk perkebunan sayur dapat meningkatkan risiko longsor.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memperingatkan risiko longsor di Bandung Selatan akibat penebangan kebun teh dan perubahan lahan menjadi perkebunan sayur.
  • Who?
    Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, warga Pangalengan dan Ciwidey, PTPN, serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat terlibat dalam isu alih fungsi dan revitalisasi kebun teh.
  • Where?
    Peringatan terkait kawasan lereng pegunungan di Pangalengan dan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Bandung Selatan. Revitalisasi juga dilakukan di Ciater, Kabupaten Subang.
  • When?
    Dedi Mulyadi menyampaikan peringatan pada Kamis, 29 Oktober 2026. Kerusakan kebun teh di Pangalengan dilaporkan mencapai sekitar 150 hektare sejak 2024 hingga November 2025.
  • Why?
    Perubahan tutupan kebun teh menjadi kebun sayur dinilai dapat mengganggu fungsi konservasi, keseimbangan ekosistem, dan meningkatkan kerentanan longsor di lereng pegunungan.
  • How?
    Pemprov Jawa Barat menjalankan revitalisasi kebun teh, termasuk penanaman 198.000 pohon teh di 16 hektare Pangalengan pada Agustus 2026, sambil menargetkan pemulihan lahan lebih luas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Gubernur Dedi Mulyadi bilang kebun teh di Bandung Selatan jangan banyak ditebang. Kebun teh ada di lereng gunung dan bisa membantu menjaga tanah. Kalau diganti kebun sayur terus, tanah bisa longsor. Banyak kebun teh sudah berubah. Pemerintah Jawa Barat sekarang menanam lagi pohon teh di Pangalengan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Peringatan mengenai fungsi konservasi kebun teh hadir bersamaan dengan langkah nyata revitalisasi di Pangalengan dan Ciater. Penanaman 198.000 pohon teh di 16 hektare Pangalengan, sebagai bagian dari 22 hektare lahan yang telah direvitalisasi, menunjukkan adanya upaya pemerintah daerah untuk memulihkan fungsi lingkungan sekaligus ekonomi perkebunan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi alias KDM, memperingatkan risiko longsor akibat alih fungsi kebun teh menjadi perkebunan sayur di kawasan Bandung Selatan. Menurutnya, perubahan tutupan lahan di wilayah lereng pegunungan harus memperhatikan fungsi konservasi agar tidak meningkatkan kerentanan terhadap bencana.

KDM menegaskan, peringatannya kepada masyarakat di Pangalengan dan Ciwidey, Kabupaten Bandung, bukan untuk mencampuri konflik agraria yang terjadi di kawasan perkebunan. Ia menyoroti pentingnya mempertahankan tanaman yang berfungsi menjaga kondisi lingkungan.

"Saya tidak ada urusan dengan konflik agrarianya, tapi yang saya tekankan adalah jangan menebang tanaman yang memiliki fungsi konservasi, menjaga lingkungan dari ancaman bencana," kata KDM, Kamis (29/10/2026).

1. Bandung tunggu kehancuran jika alih fungsi massif

Ilustrasi longsor (IDN Times/Sukma Shakti)

Menurutnya, perubahan fungsi lahan secara terus-menerus tanpa mempertimbangkan kondisi ekologis dapat menimbulkan dampak serius, terutama di kawasan dengan karakteristik lereng pegunungan.

"Kalau kebun teh terus ditebangin, diganti dengan perkebunan sayur, nanti longsor. Bandung itu lereng gunung. Kalau kemudian semuanya berubah jadi kebun sayur, sudah, tunggu kehancurannya," katanya.

KDM mengingatkan, kerusakan lingkungan tidak selalu langsung menimbulkan bencana. Perubahan penggunaan lahan yang berlangsung berulang dapat mengganggu keseimbangan ekosistem dan meningkatkan kerentanan kawasan apabila tidak diikuti upaya konservasi yang memadai.

"Kalau sudah jadi bencana nanti yang repot kita semua. Untuk itu semoga ini menjadi kesadaran, tidak melakukan tindakan berulang," katanya.

2. Masyarakat diminta tidak abai soal mitigasi kebencanaan

Ilustrasi longsor (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)

Ia berharap masyarakat tidak terlibat dalam tindakan yang hanya mengutamakan kepentingan ekonomi pihak tertentu, tetapi mengabaikan kelestarian lingkungan dan keselamatan warga.

"Jangan menjadi alat bagi orang-orang yang hanya mementingkan kepentingan kekayaannya saja, tidak memperhatikan keselamatan lingkungan," tegasnya.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh IDN Times, persoalan alih fungsi lahan perkebunan teh di Pangalengan. Pada akhir November 2025, kerusakan kebun teh di kawasan tersebut dilaporkan mencapai sekitar 150 hektare sejak 2024 akibat dugaan penebangan untuk mengubah lahan menjadi perkebunan sayur.

Pada Desember 2025, Gubernur Dedi Mulyadi juga meninjau perkebunan teh Malabar di Pangalengan. Dalam pemberitaan saat itu, pihak PTPN menyebut sekitar 1.500 hektare dari total lahan perkebunan yang dikelolanya seluas hampir 6.000 hektare telah beralih menjadi tanaman seperti sayuran.

3. Alih fungsi di wilayah Kabupaten Bandung banyak ditemukan

Ilustrasi longsor (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga telah menjalankan revitalisasi kebun teh di Pangalengan. Pada Agustus 2026, Pemprov Jabar melaporkan revitalisasi seluas 16 hektare di kawasan tersebut dengan penanaman 198.000 pohon teh.

Program itu merupakan bagian dari revitalisasi perkebunan teh di Pangalengan dan Ciater, Kabupaten Subang. Secara keseluruhan, lahan yang telah direvitalisasi di kedua kawasan mencapai 22 hektare. Pemprov Jabar menargetkan revitalisasi 24 hektare di Pangalengan dan 12 hektare di Ciater.

Revitalisasi tersebut diarahkan untuk mengembalikan fungsi perkebunan teh, termasuk aspek lingkungan dan ekonomi. Meski demikian, data revitalisasi itu belum menunjukkan keseluruhan luas kebun teh yang telah beralih fungsi di Bandung Selatan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article