Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
KDM Ganti Peserta Upacara HUT RI ke-18 dengan TNI dan Polri
Dedi Mulyadi (IDN Times/Yogi Pasha)
  • Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengganti peserta upacara HUT RI ke-81 tingkat provinsi di Gedung Sate dari pelajar dan pegawai menjadi anggota TNI-Polri.
  • Perubahan dilakukan agar upacara lebih tertib, karena peserta dinilai terbiasa mengikuti upacara, memiliki ketahanan fisik, dan mampu menjaga sikap selama kegiatan.
  • Upacara tetap terbuka untuk masyarakat, dengan kehadiran pasukan elite TNI AD, AL, AU, dan Polri serta parade defile sebagai rangkaian acara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Jumat (14/8/2026)

Dedi Mulyadi menyatakan peserta upacara HUT Kemerdekaan RI ke-81 tingkat Jawa Barat akan diganti menjadi anggota TNI dan Polri. Upacara di Gedung Sate tetap terbuka bagi masyarakat dan akan melibatkan pasukan elite serta defile.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Peserta upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 tingkat Provinsi Jawa Barat di Gedung Sate akan diganti menjadi unsur TNI dan Polri, disertai defile pasukan elite.
  • Who?
    Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, anggota TNI dan Polri, termasuk pasukan elite dari TNI AD, AL, AU, serta Polri, akan terlibat. Pelajar dan pegawai tidak menjadi peserta upacara.
  • Where?
    Upacara akan berlangsung secara terbuka di halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat.
  • When?
    Upacara dijadwalkan dalam peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81. Dedi Mulyadi menyampaikan perubahan peserta pada Jumat, 14 Agustus 2026.
  • Why?
    Peserta diganti agar upacara diikuti personel yang terbiasa mengikuti upacara, memiliki ketahanan fisik, mampu menjaga ketertiban, dan tidak berbicara selama kegiatan berlangsung.
  • How?
    Seluruh peserta upacara akan berasal dari anggota TNI-Polri. Sekitar 10 pasukan elite direncanakan hadir dalam defile, sementara masyarakat tetap dapat datang menyaksikan langsung.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Gubernur Dedi Mulyadi bilang upacara kemerdekaan di Gedung Sate akan beda. Murid dan pegawai tidak ikut jadi peserta. Yang ikut adalah tentara dan polisi. Mereka sudah biasa upacara dan bisa tertib. Warga tetap boleh datang melihat. Nanti ada pasukan dari darat, laut, udara, dan polisi berjalan berbaris.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Penataan peserta upacara kepada unsur TNI dan Polri memberi ruang bagi peringatan di Gedung Sate untuk berlangsung lebih tertib dan nyaman dinikmati. Dengan tetap membuka kehadiran masyarakat serta menghadirkan defile pasukan elite dari berbagai matra, acara ini berpotensi memadukan kekhidmatan upacara dengan pengalaman publik yang lebih menarik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM menjelaskan jika upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 tingkat provinsi yang berlangsung di Gedung Sate akan berbeda dengan sebelumnya. Salah satu perbedaannya, peserta dari kegiatan ini tidak lagi melibatkan pelajar dan pegawai Pemporv Jabar.

KDM menyatakan, peserta gelaran upacara peringatan ini akan diganti dengan anggota TNI dan Polri. Dia mengatakan, hal ini dilakukan agar upacara berjalan lebih tertib karena peserta sudah terbiasa mengikuti upacara dan memiliki ketahanan fisik.

"Peserta upacaranya tidak lagi melibatkan pelajar, tidak lagi melibatkan pegawai. Seluruh peserta upacaranya adalah anggota TNI-Polri," kata Dedi saat ditemui di Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (14/8/2026).

1. Gelaran upacara dilakukan secara terbuka

Mantan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Dedi menjelaskan, peserta upacara dipilih dari orang-orang yang terbiasa mengikuti upacara dan mampu menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.

"Agar upacara diikuti oleh orang yang biasa upacara. Memiliki ketahanan fisik yang kuat, kemudian memiliki kemampuan untuk tidak bicara selama upacara sehingga upacaranya bisa berjalan dengan tertib, masyarakat bisa duduk dengan santai untuk menikmati upacara bendera," ucapnya.

Meski peserta upacara dibatasi dari unsur TNI dan Polri, masyarakat tetap diperbolehkan datang dan menyaksikan upacara secara langsung di lokasi.

"Kami melaksanakan upacara secara terbuka di halaman Gedung Sate, masyarakat silakan datang untuk menghadiri upacara," katanya.

2. Seluruh pasukan elit akan ada di Gedung Sate

Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

KDM menyampaikan, pasukan elite dari TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, dan Polri akan hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut. Sehingga, gelaran ini nantinya akan berbeda dibanding sebelumnya.

"Ada defile dan kemudian ini peserta upacara kan nanti seluruh pasukan elite dari darat, laut, udara, dan kepolisian itu hadir," tutur KDM.

3. Masyarakat diperbolehkan melihat langsung ke Gedung Sate

Gubernur Jawa Barat terpilih, Dedi Mulyadi. (IDN Times/Imam Faishal)

Dedi menambahkan, kehadiran pasukan elite dan parade defile biasanya menjadi salah satu bagian yang disukai masyarakat. Karenanya, KDM memastikan, semua masyarakat bisa menikmati gelaran upacara peringatan kemerdekaan ini di Gedung Sate.

"Gak seperti biasa, nanti sepuluh pasukan elite hadir. Biasanya warga sangat senang melihat yang apa, defile itu. Ya kita nikmatin ajalah," kata dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article