Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kasus Arsan Tak Akan Pengaruhi Partisipasi Memilih di Pilkada 2024

Kasus Arsan Tak Akan Pengaruhi Partisipasi Memilih di Pilkada 2024
Ilustrasi pemilu. (IDN Times/Mhd Saifullah)
Share Article

Bandung Barat, IDN Times - Komisi Pemilihan Umum (KPU) optimistis kasus hukum yang menjerat kepala daerah di Kabupaten Bandung Barat (KBB) tak akan memengaruhi partisipasi masyarakat di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Partisipasi masyarakat untuk menyalurkan hak pilihnya diyakini akan tetap tinggi.

Menjelang Pilkada KBB 2024 Penjabat (Pj) Bupati Bandung Barat Arsan Latif ditetapkan sebagai tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi proyek Pasar Cigasong. Arsan bukan kepala daerah pertama di Bandung Barat yang terjerat dengan kasus hukum.

Sebelumnya ada mendiang Abubakar, Bupati Bandung Barat 2008-2018 yang didakwa bersalah menyuruh dan menerima uang dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemkab KBB serta Aa Umbara yang terjerat kasus korupsi bansos COVID-19 di Bandung Barat.

"Itu menjadi tantangan untuk penyelenggara. Kami tetap optimistis partisipasi masyarakat di Kabupaten Bandung Barat tetap tinggi. Tidak berpengaruh terhadap partisipasi masyarakat," kata Ketua KPU KBB Ripqi Ahmad Sulaeman saat dihubungi, Kamis (6/6/2024).

1. KPU KBB siapkan strategi jitu

Ketua KPU KBB, Ripqi Ahmad Sulaeman
Ketua KPU KBB, Ripqi Ahmad Sulaeman

Ripqi menilai masyarakat bakal tetap antusias untuk menyalurkan hak pilihnya di Pilkada 2024 seperti yang terjadi pada Pemilu 2024 lalu. Meskipun kepala daerah yang menjadi pemimpin di Bandung Barat beberapa kali terjerat masalah hukum.

KPU KBB, kata Ripqi, akan meracik strategi jitu agar partisipasi datang ke tempat pemungutan suara (TPS) di Pilkada 2024 yang akan berlangsung November 2024 mendatang tetap tinggi. Mereka akan melakukan sosialisasi dengan menggandeng berbagai elemen masyarakat dari mulai Ormas, OKP hingga lembaga pendidikan.

"Oleh karena itu kami penyelenggara akan melakukan banyak inovasi untuk melukan sosialisasi agar partipasi masyarakat tetap tinggi," ujarnya.

2. Partisipasi masyarakat di Pilkada KBB ditargetkan mencapai 80 persen

Ilustrasi pemimpin (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
Ilustrasi pemimpin (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Ripqi melanjutkan, KPU KBB menargetkan paritipasi masyarakat di Pilkada 2024 bisa melampaui capaian Pilkada 2018. Saat itu, partisipasi masyarakat untuk menyalurkan hak memilihnya hanya 77 persen dari jumlah pemilih tetap yang terdaftar.

"Partisipasi waktu Pilkada 2018 diangka 77 persen. Untuk Pilkada 2024 kami menargetkan 80-85 persen. Mudah-mudahan tercapai karena kemarin Pemilu itu mencapai 84 persen," ucapnya.

3. Arsan Latif menjadi tersangka

Pj Bupati Bandung Barat Arsan Latif. (Istimewa)
Pj Bupati Bandung Barat Arsan Latif. (Istimewa)

Sebelumnya, Arsan Latif resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek Pasar Cigasong, Kabupaten Majalengka. Dia ditetapkan sebagai tersangka dalam kapasitasnya sebagai Inspektur Wilayah IV Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Asisten Pemerintahan Setda Kabupaten Bandung Barat (KBB) Asep Sehabudin mengatakan pemberitaan terkait penetapan tersangka terhadap Pj Bupati Bandung Barat Arsan Latif sama sekali tidak berkaitan dengan Pemkab Bandung Barat.

"Pak Pj Bupati juga seorang ASN, namun apa yang terjadi sekarang ini, sebenarnya peristiwa masa lalu. Sama sekali tidak ada kaitannya dengan Bandung Barat, tapi saat beliau menjabat sebagai Inspektur Wilayah IV Itjen Kementerian Dalam Negeri," kata Asep

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana

Latest News Jawa Barat

See More

OVO Tembus 2,3 Juta Pengguna, Gen Z Makin Sering Simpan Uang di E-Wallet

17 Jun 2026, 19:27 WIBNews