Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Jenazah Prajurit TNI Asal Cimahi Gugur di Lebanon Sudah Dievakuasi
(Istimewa)
  • Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar, prajurit TNI asal Cimahi yang tergabung dalam pasukan perdamaian PBB di Lebanon, gugur akibat ledakan saat menjalankan misi pengawalan UNIFIL.
  • Pihak keluarga memastikan jenazah Kapten Zulmi telah dievakuasi ke rumah sakit di Lebanon dan masih menunggu kepastian jadwal pemulangan ke Indonesia melalui rute penerbangan Beirut–Jakarta–Cimahi.
  • Mabes TNI menyebut total tiga prajurit gugur dan dua lainnya luka dalam insiden tersebut, dengan seluruh korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit St. George Beirut untuk penanganan medis.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
30 Maret 2026

Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar dan Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan gugur dalam ledakan di dekat Bani Hayyan, Lebanon, saat mengawal konvoi UNIFIL. Dua prajurit lain mengalami luka dan seluruh korban dievakuasi ke Rumah Sakit St. George Beirut.

31 Maret 2026

Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah membenarkan insiden tersebut dan menyebut total tiga prajurit TNI gugur dalam kurun waktu 24 jam di Lebanon.

1 April 2026

Perwakilan keluarga Risman Efendi menyatakan jenazah Kapten Zulmi telah dievakuasi di Lebanon dan masih menunggu proses pemulangan ke Indonesia.

kini

Proses pemulangan jenazah Kapten Zulmi Aditya Iskandar dari Lebanon ke Cimahi masih berlangsung, sementara keluarga menanti kedatangannya di tanah air.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Jenazah Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar, prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian PBB di Lebanon, telah dievakuasi dan sedang dalam proses pemulangan ke Indonesia.
  • Who?
    Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar, anggota Grup 2 Kopassus; bersama Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan yang juga gugur; serta dua prajurit lain mengalami luka.
  • Where?
    Peristiwa terjadi di dekat Bani Hayyan, Lebanon. Jenazah dievakuasi ke Rumah Sakit St. George Beirut sebelum rencana pemulangan ke Jakarta dan Cimahi.
  • When?
    Insiden ledakan terjadi pada Senin, 30 Maret 2026. Informasi evakuasi dan proses pemulangan disampaikan pada Rabu, 1 April 2026.
  • Why?
    Prajurit TNI gugur akibat ledakan yang menghantam kendaraan pengawal konvoi UNIFIL saat menjalankan tugas pengawalan operasional di tengah meningkatnya eskalasi konflik.
  • How?
    Kendaraan tim pengawal Kompi B Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL terkena ledakan saat mengawal konvoi CSSU dari UNP 7-2 menuju UNP 7-1. Ledakan menyebabkan korban
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Kapten Zulmi adalah tentara dari Cimahi yang kerja jaga perdamaian di Lebanon. Dia gugur karena ada ledakan waktu tugas. Badannya sudah dibawa ke rumah sakit di sana dan mau dikirim pulang ke Indonesia. Keluarganya di Cimahi masih nunggu dia datang. Banyak bunga duka di depan rumahnya sekarang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meskipun suasana duka menyelimuti, proses evakuasi jenazah Kapten Zulmi Aditya Iskandar menunjukkan kesigapan dan tanggung jawab tinggi dari pihak TNI dan PBB dalam menghormati pengabdian prajuritnya. Penanganan yang terkoordinasi, mulai dari evakuasi di Lebanon hingga rencana pemulangan ke tanah air, mencerminkan penghargaan mendalam terhadap jasa para penjaga perdamaian tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Proses pemulangan jenazah Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar anggota TNI sekaligus pasukan perdamaian PBB asal Cimahi yang gugur di Lebanon masih berjalan. Pihak keluarga memastikan jenazah mendiang kini sudah dievakuasi.

Kediaman Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar berada di Jalan Cikendal Nomor 40, Kampung Cikendal RT 01 RW 04 Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi. Sejumlah karangan bunga pun berjejer menyampaikan pesan duka cita.

Risman Efendi, perwakilan keluarga mengatakan bahwa saat ini keluarga masih menunggu kedatangan jenazah dari Lebanon. Dia memastikan masih belum ada laporan terbaru mengenai kapan jenazah datang.

"Masih tetap menunggu dari komandan, update-nya sama kemarin, Mudah-mudahan sehari dua hari ini bisa tiba di tanah air, agar almarhum segera dipulangkan," kata Risman, Rabu (1/4/2026).

1. Waktu penerbangan masih belum diketahui

(Istimewa)

Kapten Zulmi dinyatakan gugur di Lebanon pada Senin (30/3/2026), dan saat ini keluarga memastikan jenazah telah dilakukan proses evakuasi ke rumah sakit yang berada di negara tersebut. Namun, untuk waktu pemulangan masih belum ada informasi pasti.

"Proses masih berjalan, kemarin sudah dievakuasi, ke rumah sakit di Lebanonya, menunggu proses selanjutnya," ucapnya.

Adapun jenazah rencananya akan dikirim dengan rute penerbangan Libanon ke Jakarta, kemudian dibawa ke rumah di Cimahi.

"Belum kita tahu, yang jelas kita menunggu penerbangan jalurnya, kemarin katanya dari Lebanon ke Jakarta dulu, Jakarta ke rumahnya, baru ke pemakaman," katanya.

2. Mabes membenarkan para prajurit sudah dievakuasi

(Istimewa)

Sebelumnya, Mabes TNI membenarkan ada dua prajurit lain yang gugur dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Mereka gugur ketika sedang bertugas mengawal operasional UNIFIL di Lebanon. Total dalam kurun waktu 24 jam, sudah ada tiga prajurit TNI yang gugur saat bertugas di UNIFIL.

Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah, mengatakan, dua prajurit yang gugur atas nama Kapten Inf Zulmi Aditya dan Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan. Zulmi diketahui sehari-hari bertugas di Grup 2 Kopassus. Sedangkan, Ichwan berasal dari Kesdam IX Udayana. Selain itu, ada pula dua prajurit TNI yang mengalami luka.

"Mereka yang luka atas nama Letnan Satu Inf Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto," ujar Aulia kepada IDN Times melalui pesan pendek pada Selasa (31/3/2026).

Kedua prajurit yang luka dan gugur sudah dievakuasi ke Rumah Sakit St. George Beirut, Lebanon untuk diberi penanganan medis.

3. Prajurit meninggal eskalasi konflik di Timur Tengah

Tiga prajurit TNI yang gugur di dalam misi UNIFIL, Lebanon. (www.instagram.com/@tni_angkatan_darat)

Aulia mengungkap kronologi peristiwa yang terjadi pada Senin kemarin. Dia mengatakan, insiden itu terjadi pada saat tim escort Kompi B Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL yang tergabung di dalam Sector East Mobile Reserve (SEMR) melaksanakan pengawalan konvoi Combat Support Service Unit (CSSU).

"Pengawalan itu dalam rangka tugas memberikan dukungan dari Mako Sektor Timur UNIFIl United Nations Post (UNP) 7-2 menuju ke Mako Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL di UNP 7-1. Insiden terjadi di tengah eskalasi konflik tinggi," kata jenderal bintang dua itu.

"Di mana ketika itu terjadi ledakan pada kendaraan yang mengakibatkan dua prajurit yang gugur," kata dia.

Sementara, Wakil Sekretaris Jenderal untuk Operasi Perdamaian (United Nations Peacekeeping), Jean-Pierre Lacroix, mengatakan, peristiwa ledakan terjadi di dekat Bani Hayyan. Menurut penjelasan UNIFIL, kendaraan mereka hancur akibat ledakan yang belum diketahui sumbernya.

Editorial Team