Cianjur, IDN Times – Persaingan menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, diwarnai persoalan pergantian sejumlah pimpinan pengurus kecamatan (PK). Kubu pendukung Metty Triantika mempersoalkan penunjukan pelaksana tugas (Plt) terhadap sejumlah pimpinan kecamatan yang disebut berada dalam barisan pendukung kandidat tersebut.
Persoalan itu mencuat di tengah persiapan pendukung Metty menghadapi Musda yang akan menentukan ketua DPD Golkar Cianjur periode 2026–2031. Selain memperkuat konsolidasi organisasi, mereka menggelar doa bersama dan simulasi persidangan untuk mempersiapkan diri menghadapi forum tersebut.
Tokoh pendukung Metty, Asep Hidayat, mengatakan doa bersama menjadi bagian dari ikhtiar yang dilakukan untuk mengiringi persiapan organisatoris kandidat yang mereka dukung.
“Tak ada yang bisa melampaui doa. Ikhtiar lahir tentu sudah dilakukan oleh Bu Metty secara organisatoris, tapi tetap menguatkannya melalui doa yang dipanjatkan,” kata Asep di Cianjur, Rabu (28/10/2026).
Di sisi lain, pendukung Metty menyoroti pergantian sejumlah pimpinan PK yang disebut terjadi setelah mereka menyatakan dukungan kepada Metty. Mereka menduga kebijakan tersebut berkaitan dengan perbedaan pilihan menjelang Musda.
Dugaan tersebut masih memerlukan konfirmasi dari pihak yang berwenang di internal Golkar agar alasan pergantian pimpinan kecamatan dan prosedur penunjukan Plt dapat diketahui secara utuh.
