Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Jangan Panic Buying Masker di Tengah Paparan Abu Vulkanik
Ilustrasi penggunaan masker untuk mencegah aspergillosis (hopkinsmedicine.org)
  • Sejumlah wilayah Jawa Barat, termasuk Sumedang, terpapar abu vulkanik Anak Krakatau. Pemda mengimbau warga membeli dan memakai masker secukupnya tanpa panic buying.
  • Bupati Sumedang menyatakan pemda akan memfasilitasi kebutuhan masker, termasuk pembagian gratis di tempat umum jika harga naik akibat tingginya permintaan.
  • Anak Krakatau erupsi pada 8 September 2026 pagi; warga dilarang mendekat dalam radius tiga kilometer. Sejumlah bandara kembali dibuka, sementara dua bandara Lampung masih dipantau.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Abu dari Gunung Anak Krakatau sampai ke Sumedang. Pak Dony bilang warga jangan beli masker terlalu banyak dan jangan panik. Kalau masker mahal, pemerintah akan bagi masker gratis di tempat umum. Gunung itu meletus lagi. Orang tidak boleh dekat kawah tiga kilometer. Beberapa bandara sudah buka lagi, tapi dua bandara masih tutup.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Respons pemerintah Sumedang menunjukkan kesiapsiagaan yang terarah di tengah paparan abu vulkanik: kebutuhan masker akan difasilitasi, bahkan dapat dibagikan gratis bila harga meningkat. Pemantauan situasi dan koordinasi lintas pihak juga memberi ruang bagi masyarakat untuk tetap tenang, menggunakan masker sesuai kebutuhan, serta menjaga kepedulian dan gotong royong.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sumedang, IDN Times - Provinsi Jawa Barat menjadi salah satu daerah yang beberapa kabupaten/kotanya terpapar abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau, termasuk di Kabupaten Sumedang. Pemerintah daerah pun mengimbau masyarakat untuk bisa membeli dan menggunakan masker terlebih dulu.

Meski demikian, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying atau membeli masker secara berlebihan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi paparan abu. Imbauan tersebut disampaikan menyusul meningkatnya kebutuhan masker di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap dampak abu vulkanik, yang turut mendorong kenaikan harga masker di sejumlah tempat.

Masyarakat tidak perlu khawatir karena Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang akan mengambil langkah untuk memastikan kebutuhan masker tetap tersedia dan dapat dijangkau masyarakat.

“Jangan panic buying. Masyarakat tidak perlu membeli masker secara berlebihan. Pemerintah daerah akan memfasilitasi kebutuhan masker masyarakat,” ujar Dony, Selasa (8/9/2026).

1. Pemda siapkan pembagian gratis

Ilustrasi penggunaan masker. Dokumentasi Istimewa

Menurutnya, apabila harga masker terus mengalami kenaikan akibat tingginya permintaan, pemerintah daerah akan menyiapkan masker untuk dibagikan secara gratis kepada masyarakat, khususnya di sejumlah tempat umum.

“Kalau harga masker naik, pemerintah akan membagikan masker secara gratis di tempat-tempat umum. Dengan begitu, masyarakat tetap mendapatkan masker dan diharapkan harga di pasaran juga bisa kembali stabil,” katanya.

Langkah tersebut, lanjut Bupati, merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam melindungi masyarakat sekaligus menjaga agar kondisi di lapangan tetap terkendali. Masyarakat diimbau tetap tenang, mengikuti informasi resmi pemerintah, serta menggunakan masker sesuai kebutuhan.

2. Siapkan mitigasi jika dampaknya berkelanjutan

ilustrasi erupsi (pixabay.com/WikiImages)

Pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan langkah antisipasi dapat dilakukan secara cepat dan tepat, termasuk dalam pemenuhan kebutuhan masker bagi masyarakat.

Dony kembali mengajak masyarakat untuk tidak panik dan tetap mengedepankan kepedulian serta gotong royong. Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan berbagai elemen lainnya, Sumedang diharapkan tetap kondusif dalam menghadapi potensi dampak abu vulkanik.

3. Anak Krakatau kembali erupsi pagi ini

ilustrasi erupsi Gunung Anak Krakatau (pexels.com/Irving Joaquin Gutierrez )

Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi pada Selasa (8/9/2026) pukul 05.34 WIB. Meski demikian, berdasarkan informasi dari akun @badangeologi_, tinggi kolom erupsi tidak teramati.

Erupsi terekam melalui seismograf dengan amplitudo maksimum 44 mm. Menurut data yang muncul, erupsi terjadi selama 10 detik. Berdasarkan aktivitas ini, @badangeologi_ merekomendasikan agar warga atau wisatawan tak mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas di sekitarnya.

"Masyarakat/pengunjung/wisatawan/pendaki tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif," begitu cuitan yang dikeluarkan @badangeologi_.

Perkembangan terkini, penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, dan Husein Sastranegara, sudah kembali dibuka setelah sempat ditutup akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Namun, Bandara Raden Inten II Lampung dan Taufiq Kiemas belum dibuka, karena masih melihat situasi yang berkembang.

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menyatakan meski bandara sudah ada yang dibuka, ada dua catatan yang diberikan agar operasional bisa berjalan lancar.

Editorial Team

Related Article