Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Jangan Asal Pilih, Ini 4 Cara Cek Komposisi Nutrisi Anak
Dok.Istimewa
  • Prof. Rini menekankan pentingnya membaca daftar komposisi produk nutrisi anak agar orang tua memahami bahan utama, kandungan tambahan, dan kualitas gizi yang diberikan.
  • Urutan bahan, sumber bahan dasar, serta proses pengolahan perlu diperhatikan untuk menilai keaslian dan kualitas produk nutrisi berbasis susu maupun lainnya.
  • Orang tua disarankan mencermati gula tambahan, membaca tabel nilai gizi secara menyeluruh, serta tetap mengutamakan pola makan seimbang dan ASI sebagai sumber nutrisi terbaik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times – Banyak orang tua memilih produk nutrisi anak berdasarkan klaim yang tertera di bagian depan kemasan. Padahal, informasi yang paling penting justru sering kali berada di bagian belakang, yakni daftar komposisi bahan.

Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang–Pediatri Sosial, Prof. DR. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K), mengatakan membaca komposisi produk dapat membantu orang tua memahami bahan utama, kandungan tambahan, hingga kualitas nutrisi yang diberikan kepada anak.

Menurutnya, kebiasaan sederhana ini penting dilakukan agar orang tua tidak hanya terpaku pada klaim pemasaran, tetapi juga mengetahui apa yang sebenarnya terkandung dalam produk yang dikonsumsi anak setiap hari.

Berikut empat hal yang perlu diperhatikan saat membaca komposisi produk nutrisi anak.

1. Perhatikan bahan yang tercantum paling awal

Ilustrasi susu formula/formuland.com

Hal pertama yang perlu dilihat adalah urutan bahan dalam daftar komposisi.

Prof. Rini menjelaskan, bahan yang berada pada posisi pertama umumnya merupakan komponen dengan jumlah paling banyak dalam produk tersebut. Karena itu, informasi ini dapat memberikan gambaran mengenai bahan utama yang digunakan.

"Orang tua sebaiknya tidak hanya melihat klaim yang ada di bagian depan kemasan, tetapi juga membaca dan memahami komposisi utama produk," ujar Prof. Rini.

Pada produk berbasis susu, misalnya, orang tua dapat memperhatikan apakah susu menjadi bahan utama atau justru terdapat bahan lain yang jumlahnya lebih dominan.

Dengan memahami urutan komposisi, orang tua bisa lebih bijak dalam menilai kualitas suatu produk nutrisi.

2. Cermati sumber bahan dan proses pengolahannya

Ilsutrasi pabrik susu formula. (Pexels.com/Mark Stebnicki)

Selain melihat urutan bahan, penting juga untuk mengetahui sumber bahan utama yang digunakan.

Pada produk nutrisi berbasis susu, misalnya, orang tua dapat memperhatikan apakah produk menggunakan susu segar, susu bubuk, susu rekonstitusi, atau susu rekombinasi.

Informasi tersebut penting karena setiap jenis bahan memiliki proses pengolahan yang berbeda.

Menurut Prof. Rini, pemahaman mengenai bahan dasar dan proses produksi dapat membantu orang tua mendapatkan gambaran yang lebih utuh mengenai produk yang akan diberikan kepada anak.

Tidak hanya melihat kandungan tambahan yang ditonjolkan, tetapi juga memahami bagaimana produk tersebut dibuat hingga siap dikonsumsi.

3. Kenali gula tambahan dan bahan tambahan pangan

ilustrasi bayi minum susu formula (pexels.com/Sarah Chai)

Hal berikutnya yang perlu diperhatikan adalah keberadaan gula tambahan dalam produk.

Prof. Rini menjelaskan bahwa gula tidak selalu ditulis dengan nama yang sama. Beberapa istilah yang kerap digunakan antara lain sukrosa, glukosa, fruktosa, sirup jagung, hingga maltodekstrin.

Orang tua perlu memahami perbedaan antara gula tambahan dan laktosa yang secara alami terdapat dalam susu.

Selain itu, penting juga memperhatikan posisi gula dalam daftar komposisi. Semakin tinggi urutannya, semakin besar kemungkinan jumlahnya dalam produk tersebut.

Menurut Prof. Rini, paparan gula berlebih sejak dini dapat memengaruhi preferensi rasa anak sehingga lebih menyukai makanan dan minuman manis dibandingkan makanan alami seperti sayur dan buah.

4. Lengkapi dengan membaca informasi nilai gizi

ilustrasi susu formula (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)

Membaca daftar komposisi sebaiknya tidak dilakukan secara terpisah dari tabel informasi nilai gizi.

Melalui tabel tersebut, orang tua dapat mengetahui kandungan energi, protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral dalam setiap sajian produk.

Kombinasi antara informasi nilai gizi dan daftar komposisi akan membantu orang tua menilai produk secara lebih menyeluruh.

Meski demikian, Prof. Rini mengingatkan bahwa produk nutrisi bukan satu-satunya penentu tumbuh kembang anak. Pola makan seimbang, variasi makanan, serta lingkungan yang mendukung tetap menjadi fondasi utama dalam memenuhi kebutuhan gizi anak.

"Nutrisi terbaik bagi anak tetap perlu dibangun melalui variasi makanan, pola makan seimbang, dan lingkungan makan yang tepat," katanya.

Ia juga menegaskan bahwa Air Susu Ibu (ASI) tetap menjadi sumber nutrisi terbaik bagi bayi pada awal kehidupan. Sementara penggunaan produk nutrisi tambahan sebaiknya disesuaikan dengan usia, kebutuhan anak, dan rekomendasi tenaga kesehatan.

Editorial Team

Related Article