Bandung, IDN Times – Kota Bandung kembali menjadi magnet wisata selama rangkaian libur panjang sejak Lebaran hingga sejumlah long weekend pada 2026. Namun di balik ramainya kunjungan wisatawan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengakui masih menghadapi berbagai persoalan serius yang berpotensi mengganggu rasa aman masyarakat maupun pelancong.
Selain masalah sampah yang belum terselesaikan, gangguan keamanan seperti tawuran, tindak kekerasan hingga aksi pemalakan menjadi catatan penting dalam evaluasi liburan kali ini.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan sejumlah peristiwa tersebut menjadi perhatian pemerintah karena dapat memengaruhi citra Bandung sebagai kota tujuan wisata.
"Ada beberapa kejadian yang memang harus kita perhatikan mulai dari tawuran, tindakan kekerasan bahkan pemalakan di batas kota," kata Farhan, Senin (1/6/2026).
Persoalan keamanan ini muncul di saat Bandung diperkirakan menerima ratusan ribu wisatawan selama periode liburan. Sebelumnya, Farhan bahkan memperkirakan jumlah wisatawan yang masuk ke Bandung saat momentum libur besar bisa mencapai 600 ribu hingga 700 ribu orang.
