Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ironi! Atlet Gulat Juara POPDA Jabar Gagal Masuk Sekolah Maung
(IDN Times/Azzis Zulkhairil)
  • Seorang atlet gulat juara POPDA Jabar gagal lolos seleksi Sekolah Maung meski nilai memenuhi, membuat orang tuanya meminta penjelasan dan transparansi dari Dinas Pendidikan Jawa Barat.
  • Hendri menemukan adanya penurunan nilai anaknya dari 369 menjadi 297 saat seleksi, sehingga Disdik Jabar melakukan verifikasi ulang karena diduga terjadi kekeliruan sistem penilaian.
  • Disdik Jabar menjelaskan SPMB Sekolah Maung memiliki kuota terbatas dengan persaingan ketat di jalur akademik dan non-akademik, mencakup lebih dari 38 ribu pendaftar untuk 18 ribu kursi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Tahun 2025

Anak Hendri meraih juara satu cabang gulat pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XIV Jawa Barat.

7 Juni 2026

Disdik Jabar mencatat rekapitulasi cut-off pendaftaran Sekolah Maung hingga pukul 17.00 WIB, menunjukkan persaingan ketat di jalur non-akademik.

8 Juni 2026

Hendri mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat untuk memprotes hasil seleksi SPMB Sekolah Maung dan meminta verifikasi ulang nilai anaknya yang menurun.

kini

Disdik Jabar melakukan verifikasi ulang sistem penilaian dan dijadwalkan mengumumkan hasilnya pada malam hari sesuai janji kepada orang tua murid.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Seorang atlet gulat juara POPDA Jawa Barat gagal lolos seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Maung di SMAN 3 Bandung, meski nilai dan prestasinya dinilai memenuhi syarat.
  • Who?
    Hendri, warga Kopo Kota Bandung, bersama anak perempuannya yang merupakan atlet gulat peraih juara pertama POPDA XIV Jawa Barat tahun 2025, serta pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat.
  • Where?
    Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat di Jalan Dr. Rajiman, Kota Bandung, serta lokasi seleksi SPMB Sekolah Maung di SMAN 3 Bandung.
  • When?
    Kejadian berlangsung pada Senin, 8 Juni 2026, saat Hendri mendatangi kantor Disdik Jabar untuk meminta kejelasan hasil seleksi dan menunggu verifikasi ulang pada malam hari.
  • Why?
    Anak Hendri tidak lolos karena adanya dugaan kekeliruan sistem yang menyebabkan penurunan nilai dari 369 menjadi 297 dalam proses seleksi SPMB Sekolah Maung.
  • How?
    Hendri melapor langsung ke Disdik Jabar setelah melihat selisih nilai. Pihak Disdik menyatakan akan melakukan verifikasi ulang terhadap data tersebut dan hasilnya dijadwalkan diumumkan malam ini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada ayah namanya Pak Hendri yang anaknya jago gulat dan menang lomba di Jawa Barat. Anak itu mau masuk Sekolah Maung tapi tidak diterima, padahal nilainya tinggi. Pak Hendri bingung karena nilainya tiba-tiba turun. Sekarang sekolah dan dinas sedang cek ulang supaya tahu hasil yang benar malam ini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meskipun sempat muncul kebingungan terkait hasil seleksi, langkah Dinas Pendidikan Jawa Barat untuk melakukan verifikasi ulang menunjukkan komitmen terhadap transparansi dan keadilan dalam proses penerimaan siswa. Tindakan ini memberi ruang bagi klarifikasi yang objektif, sekaligus memperlihatkan bahwa sistem seleksi masih terbuka untuk perbaikan demi memastikan hasil yang akurat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Hasil Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Manusia Unggul (Maung) turut diprotes orang tua murid. Beberapa orang tua mempertanyakan hasil seleksi tersebut dan meminta penjelasan sekaligus tranparansi dari hasil seleksi ini.

Salah satu diantaranya orang tua murid asal Kopo, Kota Bandung, Hendri (42 tahun) yang mana anak perempuannya merupakan atlet gulat dan juara satu pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XIV Jawa Barat tahun 2025.

Prestasi yang mentereng ini ternyata tidak mampu menembus Sekolah Maung di SMAN 3 Bandung. Dia pun meminta kejelasan kepada pihak Disdik Jabar mengapa anaknya tidak lolos. Sementara, untuk skor nilai sudah memenuhi.

"Kalau dari Maung sih emang gugur dari awal. Gugur dari awal, tapi kalau dilihat dari informasi poin terendahnya itu 333, sedangkan anak saya kan 369. Itu harusnya masuk kategori kan? Ternyata gugur, tapi ya sudahlah, daftar lah ke jalur prestasi gitu," ujar Hendri saat ditemui di Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat, Jalan Dr. Rajiman, Kota Bandung, Senin (8/6/2026).

1. Poin tiba-tiba menurun drastis

(IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Dengan kondisi itu, Hendri akhirnya mendaftarkan anaknya ke jalur prestasi non akademik di SMAN 4 Kota Bandung. Meski begitu, dia masih merasa belum lega dan mempertanyakan mengapa nilai anaknya menyusut saat ikut SPMB Sekolah Maung.

"Kendalanya ya itu, penurunan poin. Perhitungan sendiri sama dari pas daftar Maung kan hasilnya udah ada 369. Perhitungan sendiri pun sama 369. Nah dari jalur ini jadi 297, gitu penurunan poinnya tuh," kata dia.

Herdi pun sudah menemui langsung pihak Disdik Jabar dan dipastikan akan dilakukan verifikasi ulang di mana hasilnya akan diumumkan pada malam hari ini.

"Karena ada selisih nilai, jadi saya datang ke sini atas rekomendasi dari sekolah. Nah, setelah itu barulah ada kesepakatan untuk menguji lagi atau verifikasi ulang. Nanti ditunggu hasilnya malam ini," jelas dia.

2. Alasan penurunan poin karena sistem

SMAN 3 Kota Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Disdik Jabar, kata Hendri turut mengatakan kendala penyusutan nilai anaknya tersebut karena adanya kekeliruan sistem. Namun, dia berharap pada malam hari ini keputusan hasil verifikasi tersebut keluar sesuai dengan yang dijanjikan.

"Sistem, katanya dari sistem gitu aja sih. Nanti kita menunggu sampai nanti malam. Sekarang diverifikasi ulang gitu. Kalau tidak berubah, disuruh datang lagi ke sini katanya gitu," ucapnya.

Herdi sendiri berharap anaknya bisa masuk Sekolah Maung di SMAN 3 Bandung, hal tersebut dikarenakan prestasi anaknya sudah mempuni dalam bidang gulat dan terbukti meraih juara pertama di tingkat provinsi.

"Jelas (Sekolah Maung) karena kan saya memperjuangkan hak anak gitu ya. Tapi saya pribadi sih nggak masalah sih ya (diterima di SMA Maung atau di SMAN 4) cuman ya gimana hasilnya, saya pasrahkan ke (Disdik)," tuturnya.

3. Pendaftar Sekolah Maung mayoritas jalur kompetensi non-akademik

SPMB di SMAN 3 Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Adapun jalur SPMB Maung di 41 sekolah meliputi jalur potensi akademik 10 persen, jalur kompetensi akademik 70 persen, dan jalur kompetensi non-akademik 20 persen.

Khusus di jalur kompetensi akademik terbagi menjadi dua basis yang terdiri dari 50 persen nilai rapor dan Tes Kemampuan Akademik (TKA) serta berbasis prestasi akademik 20 persen.

Sedangkan, jalur kompetensi non-akademik terdiri dari olahraga, ada seni, dan lain sebagainya serta prestasi kepemimpinan khusus bagi mantan ketua seperti OSIS, Paskibra, Pramuka, PMR, dan lainnya.

Disdik Jabar menyediakan 18.268 kuota, terdiri dari 10.400 kursi jenjang SMA dan 7.868 kursi jenjang SMK. Sedangkan, jumlah pendaftar mencapai 38.476 murid, terdiri dari 24.840 pendaftar SMA dan 13.636 pendaftar SMK untuk Sekolah Maung.

Berdasarkan rekapitulasi hingga cut-off 7 Juni 2026 pukul 17.00 WIB, Disdik Jabar menyatakan persaingan jalur kompetensi non-akademik seperti kepemimpinan berlangsung cukup ketat. Dari total 1.264 pendaftar, sebanyak 814 calon murid diterima dan 450 calon murid tidak diterima.

Sementara, Jalur Ketua OSIS, dari 528 pendaftar, sebanyak 255 orang (48,3 persen) dinyatakan diterima dan 273 orang (51,7 persen) tidak diterima. Di Jalur Pramuka Pratama, dari 284 pendaftar, sebanyak 151 orang (53,2 persen) diterima dan 133 orang (46,8 persen) tidak diterima.

Adapun tingkat keterimaan tertinggi tercatat pada Jalur Pramuka Garuda. Dari 452 pendaftar, sebanyak 408 orang (90,3 persen) dinyatakan diterima, sedangkan 44 orang (9,7 persen) tidak diterima.

Editorial Team

Related Article