Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ini Titik Rawan Macet-Bencana di Kab Sukabumi Jelang Nataru 2026,

1942adb7-9298-4168-b409-8967568629c7.jpeg
Polisi saat mengecek titik kemacetan di Kab Sukabumi (dok. IDN Times)
Intinya sih...
  • Kapolda cek penyempitan jalur dan potensi bottleneck
  • Antisipasi bencana: alat berat disiagakan, posko diperkuat
  • Operasi Nataru disebut sebagai operasi kemanusiaan
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kabupaten Sukabumi, IDN Times - Persiapan menghadapi libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 terus dimatangkan. Kapolda Jawa Barat Irjen Rudi Setiawan meninjau langsung pintu keluar Tol Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, yang menjadi salah satu titik krusial rawan kemacetan.

Dalam pengecekan tersebut, Polda Jabar dan jajaran Polres Sukabumi memastikan empat kerawanan menjadi fokus utama pengamanan yaitu kemacetan, kecelakaan, kriminalitas, dan bencana.

1. Kapolda cek penyempitan jalur dan potensi bottleneck

2e4c134d-900b-4e7d-95b7-40c81832942a.jpeg
Kapolda Jabar Irjen Rudi Setiawan (dok. IDN Times)

Irjen Rudi menjelaskan bahwa jalur keluar Tol Parungkuda memiliki tiga lajur yang cukup luas. Namun saat pengendara belok kiri menuju Sukabumi, jalur langsung menyempit. Kondisi ini diperparah oleh perbaikan jembatan di depan yang menambah titik penyempitan.

"Ini potensi double spot yang kami lihat sore ini. Penyempitan setelah keluar tol dan penyempitan di jembatan yang sedang diperbaiki," kata Rudi di Sukabumi, Senin (8/12/2025).

2. Antisipasi bencana: alat berat disiagakan, posko diperkuat

Ilustrasi bencana pohon tumbang (Dok.IDNTimes/BPBD Tabanan)
Ilustrasi bencana pohon tumbang (Dok.IDNTimes/BPBD Tabanan)

Selain itu, ia juga berkoordinasi dengan Pemkab Sukabumi mengenai prediksi BMKG yang menunjukkan potensi curah hujan meningkat. Kondisi tersebut dikhawatirkan memicu longsor dan banjir bandang.

Menurut Rudi, pemerintah daerah diminta menyiagakan alat berat di titik rawan agar respons penanganan longsor lebih cepat. Polda, Polres, BPBD, dan SAR juga akan bersiaga dengan personel dan peralatan lengkap.

"Empat hal ini menjadi concern kami. Semua stakeholder sudah antisipasi dan siap menghadapi Nataru," ujar Rudi.

3. Operasi Nataru disebut sebagai operasi kemanusiaan

WhatsApp Image 2025-07-01 at 09.04.42.jpeg
Ilustrasi Polisi (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Kapolres Sukabumi AKBP Samian menegaskan bahwa operasi Nataru 2025/2026 merupakan operasi kemanusiaan. Ia menjelaskan Polres Sukabumi telah mendapat asistensi langsung dari Kapolda untuk meningkatkan kualitas pengamanan dibanding tahun sebelumnya.

"Menghadapi Nataru ini, operasi kemanusiaan yang kami laksanakan harus lebih baik dari tahun kemarin. Kami pastikan ancaman seperti kemacetan dan keamanan lalu lintas, termasuk potensi bencana, ditangani dengan cara bertindak yang humanis. Kami akan mengedukasi masyarakat untuk tertib, menjaga keselamatan diri, dan pengendara lainnya," ujar Samian.

4. Sebanyak 974 personel gabungan diterjunkan

WhatsApp Image 2025-07-01 at 09.04.06.jpeg
Ilustrasi Polisi (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Samian menyebut sebanyak 974 personel gabungan Polri, TNI, dan instansi terkait disiagakan. Mereka akan bersinergi menjaga kelancaran perjalanan masyarakat.

"Stakeholder terkait memastikan operasi berjalan lancar, masyarakat yang berlibur bisa aman tanpa hambatan. Yang merayakan ibadah juga bisa tenang tanpa gangguan," katanya.

Samian mengatakan titik yang telah dicek yaitu jalur dari perbatasan Sukabumi–Banten dan beberapa titik yang direncanakan menjadi pos pengamanan.

"Intinya, semua melakukan upaya maksimal dan mengedepankan empati kepada masyarakat," ujarnya.

5. Rawan macet hingga kecelakaan: jalur utara dan Cikidang jadi sorotan

Ilustrasi kecelakaan motor  [Canva/Leung Cho Pan]
Ilustrasi kecelakaan motor [Canva/Leung Cho Pan]

Samian merinci jalur utara Sukabumi menjadi titik paling rawan macet. Penyempitan di pintu keluar Tol Parungkuda dan perbaikan jembatan menjadi bottleneck utama. Selain kemacetan, cuaca hujan dan jalur berkelok turut meningkatkan risiko kecelakaan.

"Kami mengimbau masyarakat berhati-hati. Saat situasi hujan deras, jangan berhenti sembarangan di pinggir jalan karena ada potensi pohon tumbang atau risiko lain," katanya.

Jalur Cikidang juga menjadi perhatian khusus. Selain medan yang curam dan berkelok, data kepolisian menunjukkan kerawanan kecelakaan cukup tinggi.

"Di letter S Cikidang akan kami dirikan pos pengamanan. Masyarakat bisa bertanya, mendapatkan informasi, dan kami berikan warning. Pengemudi harus fit, kendaraan harus siap," ucap Samian.

Beberapa titik yang akan dijaga ketat di antaranya Parungkuda, Simpang Ratu, Simpang Caringin, Citepus, Karanghawu dan Simpenan–Loji.

"Pos-pos ini kami siapkan untuk mengurai kepadatan bila ada bottleneck," katanya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More

Respons Dedi Mulyadi Soal Sebelas Penambang Gunung Pongkor Bogor Tewas

22 Jan 2026, 17:56 WIBNews