Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ini Langkah Pemkot Bandung Atasi Timbunan Sampah yang Aman dan Efektif

WhatsApp Image 2026-01-16 at 12.49.34 PM (1).jpeg
Pengolahan sampah di Pasar Caringin Kota Bandung. IDN Times/Debbie Sutrisno
Intinya sih...
  • Pemkot Bandung manfaatkan insinerator skala besar
  • Optimalkan program 3R untuk percepatan pengolahan sampah di sumber
  • Masyarakat dapat kurangi sampah di rumah dengan pilah dan manfaatkan sampah organik
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Kota Bandung harus waspada akan penumpukan sampah akibat pengurangan ritase yang bisa dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) Sarimukti. Di sisi lain, jumlah sampah dari masyarakat maupun pelaku usaha masih terus meningkat.

Berdasarkan data Pemkot Bandung, timbunan sampah kota mencapai sekitar 1.496,3 ton per hari. Namun jatah pengiriman ke TPA Sarimukti (Kabupaten Bandung Barat) hanya 981,3 ton per hari. Artinya, lebih dari 500 ton sampah per hari belum dapat diangkut ke TPA.

Kondisi ini diperparah oleh fakta bahwa Bandung tidak memiliki TPA sendiri dan sepenuhnya bergantung pada Sarimukti, yang sudah kelebihan kapasitas. Selain itu, pengiriman sampah ke Sarimukti dibatasi maksimal 140 rit per hari sedangkan potensi armada Kota Bandung mencapai 154 rit.

Sisa belasan rit per hari inilah yang saat ini menjadi kendala utama. Akibatnya, masih ada penumpukan sampah di beberapa TPS dan jalanan. Namun, Pemkot sudah menanganinya: sekitar 136 titik penumpukan telah berhasil dituntaskan, dan saat ini fokus diarahkan pada pengolahan sampah di TPS-TPS kota agar tumpukan tidak terulang kembali.

1. Manfaatkan inisenator skala besar

IMG_2579.jpeg
Bupati Kudus, Samani Intakoris (kiri) saat menyalakan mesin insinerator pengolahan sampah residu di Desa Jati Kulo Kabupaten Kudus. (IDN Times/Dhana Kencana)

Demi membuat Bandung tak jadi lautan sampah, Pemkot Bandung menyiapkan sejumlah strategi agar kebersihan tetap terjaga. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menuturkan salah satunya adalah penggunaan insinerator. Berbeda dari larangan Kementerian Lingkungan Hidup yang tidak diperkenankan pakai insineator kecil, yang dipakai Pemkot Bandung tonasenya bisa sampai satu ton.

"Segala rencana atau perangkat pengolahan sampah yang termasuk kategori insinerator mini akan dihentikan dan tidak dioperasikan. Kami akan berkonsultasi dan berkoordinasi lebih lanjut dengan Kementerian LH untuk langkah teknis yang memenuhi standar," paparnya.

Kajian teknologi berskala besar dan ramah lingkungan sehingga pembakaran atau thermo-processing memenuhi parameter emisi dan perizinan.

"Untuk skala yang tepat, kami akan pertimbangkan dengan kajian kesehatan lingkungan dan uji emisi yang transparan," kata dia.

2. Optimalkan 3R

WhatsApp Image 2026-01-16 at 12.49.36 PM.jpeg
Pengolahan sampah di Pasar Caringin Kota Bandung. IDN Times/Debbie Sutrisno

Pemkot Bandung pun melakukan percepatan pengolahan di sumber dengan memperkuat program 3R (Reduce, Reuse, Recycle), menggenjot komposting komunitas, pemanfaatan maggot, bank sampah, dan TPST-berbasis RW agar volume yang mesti dibuang ke TPA berkurang.

Penanganan masalah sampah tidak bisa hanya diandalkan pemerintah; keterlibatan aktif masyarakat sangat dibutuhkan. Untuk itu, Farhan mengajak warga Bandung bersama-sama melakukan berbagai percepatan penanganan sampah dari hulu.

"Dengan partisipasi aktif masyarakat, saya yakin pengelolaan sampah di Bandung akan semakin membaik. Semua pihak, dari pemerintah hingga warga, harus bekerja sama. Mari kita wujudkan Bandung bersih dan nyaman dengan cara mengurangi, memilah, dan mengelola sampah sejak dari rumah tangga," kata dia.

3. Berikut langkah yang bisa dilakukan masyarakat dari rumah

WhatsApp Image 2026-01-16 at 12.49.35 PM (1).jpeg
Pengolahan sampah di Pasar Caringin Kota Bandung. IDN Times/Debbie Sutrisno

1.Kurangi sampah di sumbernya. Hindari penggunaan plastik sekali pakai dan kemasan tidak perlu. Belilah bahan ramah lingkungan dan gunakan kembali barang-barang yang masih layak pakai. (Menteri LH menekankan pentingnya penanganan sampah sejak dari rumah tangga.)

2.Pilah sampah di rumah. Pisahkan sampah organik (dapat diolah menjadi kompos atau pakan maggot) dan sampah anorganik dari sumbernya. Sampah organik harus 100% diolah di tingkat RW masing-masing dan tidak dibuang sembarangan. Ini kunci mengurangi volume yang dibawa ke TPA.

3.Manfaatkan sampah organik. Buat kompos atau budidaya maggot di lingkungan sekitar Anda. Pemkot akan memperbanyak fasilitas komposter komunitas dan pendampingan teknik pengolahan sederhana untuk tiap RW.

4.Dukung program 3R dan Kang Pisman. Ikuti program Reduce-Reuse-Recycle serta inisiatif Kawasan Bebas Sampah (Kang Pisman) yang diperkuat Pemkot. Manfaatkan bank sampah, TPS 3R, dan wadah daur ulang lainnya.

Share
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More

Ini Langkah Pemkot Bandung Atasi Timbunan Sampah yang Aman dan Efektif

18 Jan 2026, 11:12 WIBNews