Bandung, IDN Times - Pergerakan inflasi kembali menjadi perhatian pelaku pasar global setelah sempat mereda dalam beberapa waktu terakhir. Naiknya harga komoditas, terutama energi, membuat investor dan trader kembali mencermati arah kebijakan bank sentral serta potensi perubahan di berbagai instrumen keuangan.
Kondisi tersebut menjadikan data Consumer Price Index (CPI) atau indeks harga konsumen sebagai salah satu indikator ekonomi yang paling dinantikan. Laporan ini dinilai mampu memberikan gambaran mengenai tekanan inflasi sekaligus memengaruhi ekspektasi pasar terhadap suku bunga.
Ketika inflasi bergerak di atas perkiraan, pelaku pasar umumnya memperkirakan bank sentral akan mempertahankan atau bahkan menaikkan suku bunga. Sebaliknya, inflasi yang lebih rendah dari ekspektasi dapat membuka peluang kebijakan moneter yang lebih longgar.
Perubahan ekspektasi tersebut berdampak langsung terhadap berbagai aset, mulai dari mata uang, obligasi, emas, komoditas, hingga indeks saham yang sensitif terhadap arah kebijakan ekonomi.
