Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Industri Kecantikan Lokal Melesat, Produk Indonesia Makin Dilirik
Program Love Local dari Sociolla dorong penggunaan produk kecantikan lokal. IDN Times/Debbie Sutrisno
  • Produk lokal mencakup 55 persen katalog Sociolla hingga Juni 2026, dengan lebih dari 180 brand dan 6.000 SKU, menandakan pertumbuhan industri kecantikan Indonesia.
  • Makeup, fragrance, dan produk kecantikan menjadi kategori paling diminati; hampir 99 persen parfum di platform tersebut berasal dari brand Indonesia.
  • Brand lokal bersaing lewat inovasi sesuai kebutuhan kulit Indonesia, sementara kampanye Love Local Sociolla mendukung visibilitas dan perluasan pasar melalui kanal daring maupun luring.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Produk kecantikan buatan Indonesia sekarang makin banyak disukai. Di Sociolla, 55 dari 100 produk adalah produk lokal. Ada lebih dari 180 merek Indonesia. Parfum lokal hampir semua ada di sana. Orang juga banyak mencari skincare untuk kulit berjerawat, pelindung matahari, dan kulit sehat. Sociolla terus membantu merek lokal supaya makin dikenal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times – Industri kecantikan lokal terus menunjukkan pertumbuhan dalam beberapa tahun terakhir. Tak hanya dari sisi jumlah merek, produk-produk buatan Indonesia juga semakin mendapat tempat di hati konsumen berkat inovasi yang dinilai mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Perkembangan itu terlihat dari ekosistem Sociolla yang mencatat hingga Juni 2026, produk lokal telah mencakup 55 persen dari seluruh produk yang tersedia di platform tersebut. Saat ini terdapat lebih dari 180 brand lokal dengan lebih dari 6.000 produk (SKU) yang dipasarkan. Kondisi ini disampaikan bertepatan dengan peluncuran kampanye Love Local 2026 bertema 100 persen Cantik Indonesia.

"Momentum Hari Kemerdekaan menjadi pengingat bahwa industri kecantikan Indonesia telah berkembang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Melalui Love Local, kami ingin merayakan perjalanan tersebut sekaligus mempertegas komitmen jangka panjang Sociolla untuk terus menjadi mitra pertumbuhan brand lokal," ujar Co-founder & CMO Social Bella, Chrisanti Indiana melalui siaran pers diterima IDN Times, Jumat (31/7/2026).

1. Produk kecantikan lokal kini mendominasi etalase beauty

Program Love Local dari Sociolla dorong penggunaan produk kecantikan lokal. IDN Times/Debbie Sutrisno

Meningkatnya kualitas produk membuat brand lokal semakin mampu bersaing dengan merek internasional. Kondisi tersebut tercermin dari semakin besarnya porsi produk dalam negeri yang dipasarkan di berbagai kanal penjualan.

Di ekosistem Sociolla, misalnya, lebih dari separuh produk yang tersedia merupakan hasil karya brand lokal. Tak hanya bertambah dari sisi jumlah, produk-produk tersebut juga hadir dengan inovasi yang disesuaikan dengan karakteristik kulit dan kebutuhan konsumen Indonesia.

Menurut Chrisanti, perkembangan ini menjadi bukti bahwa brand lokal kini tidak lagi dipandang sebagai alternatif, melainkan telah menjadi pilihan utama banyak konsumen.

"Bagi kami, membangun jenama lokal tidak cukup dilakukan melalui satu kampanye, tetapi membutuhkan dukungan yang berkelanjutan melalui ekosistem omnichannel, storytelling, dan berbagai inisiatif yang membantu jenama menjangkau lebih banyak konsumen, membangun koneksi yang lebih kuat dengan masyarakat, serta terus berkembang secara berkelanjutan," paparnya.

2. Parfum lokal hingga skincare jadi favorit konsumen

Program Love Local dari Sociolla dorong penggunaan produk kecantikan lokal. IDN Times/Debbie Sutrisno

Selain jumlah jenama yang terus bertambah, tren belanja masyarakat juga menunjukkan perubahan. Makeup, fragrance, dan produk kecantikan menjadi tiga kategori dengan permintaan tertinggi di platform kecantikan tersebut.

Menariknya, kategori fragrance didominasi produk lokal. Hampir 99 persen parfum yang tersedia di platform tersebut berasal dari jenama Indonesia. Sementara pada kategori produk kecantikan, produk yang berfokus pada perbaikan skin barrier, perlindungan terhadap sinar UV, hingga perawatan kulit berjerawat menjadi produk yang paling banyak dicari.

Tren tersebut menunjukkan bahwa inovasi jenama lokal semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat. Tidak hanya menghadirkan produk yang mengikuti perkembangan dunia kecantikan, tetapi juga mampu menjawab persoalan kulit yang umum dialami konsumen di Indonesia.

3. Inovasi jadi modal jenama lokal bersaing

Program Love Local dari Sociolla dorong penggunaan produk kecantikan lokal. IDN Times/Debbie Sutrisno

Persaingan industri kecantikan yang semakin ketat membuat jenama lokal terus berinovasi. Pemahaman terhadap karakteristik kulit masyarakat Indonesia dinilai menjadi salah satu kekuatan utama sehingga produk yang dihasilkan semakin dipercaya konsumen.

Melalui kampanye Love Local yang digelar sejak 2021, Sociolla menyebut ingin terus memberikan ruang bagi jenama lokal untuk meningkatkan visibilitas dan memperluas jangkauan pasar melalui berbagai kanal penjualan, baik daring maupun luring.

"Melalui Love Local, kami berharap semakin banyak masyarakat yang tidak hanya mengenal, tetapi juga semakin percaya dan bangga memilih jenama kecantikan lokal Indonesia. Sejalan dengan komitmen yang telah kami jalankan sejak 2021, Sociolla akan terus menghadirkan berbagai inisiatif untuk membantu jenama lokal berkembang, memperluas jangkauan pasar, dan memperkuat daya saingnya, sehingga bersama-sama dapat mendorong kemajuan industri kecantikan Indonesia," kata Chrisanti.

Editorial Team

Related Article