Hingga Tengah Malam Massa di Bandung Masih Blokade Sejumlah Jalan

- Massa mahasiswa dan pelajar melakukan aksi dan pengrusakan fasilitas publik di Bandung hingga tengah malam.
- Kericuhan terjadi di area Gedung Sate, dengan aparat keamanan menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.
- Situasi mencekam terjadi di sejumlah titik, dengan 145 orang terluka dan dibawa ke posko kesehatan Unisba akibat bentrokan.
Bandung, IDN Times - Massa yang mayoritas dari mahasiswa dan pelajar masih melakukan aksi dan pengrusakan fasilitas publik hingga tengah malam sekitar pukul 23.30 WIB. Mereka berada di ruas-ruas jalan di kawasan Gasibu hingga Dago (Ir H Djuanda).
Dari pantauan IDN Times, massa bahkan sempat memasuki area Gedung Sate. Kericuhan terjadi sekitar pukul 22.15 WIB, di mana ratusan demonstran yang sebelumnya menggelar aksi di depan DPRD Jabar bergeser ke Gedung Sate.
Situasi memanas ketika aparat menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa. Demonstran kemudian berlarian ke arah Gedung Sate, membakar pagar, dan akhirnya berhasil menerobos masuk. Petugas gabungan TNI-Polri segera melakukan penghalauan, namun bentrokan tidak terhindarkan.
Sekitar pukul 22.50 WIB, aparat keamanan berhasil memukul mundur massa yang sebelumnya berupaya menerobos ke dalam kompleks Gedung Sate. Namun, bentrokan berupa aksi saling lempar belum sepenuhnya reda. Situasi semakin meluas ketika kelompok massa terpecah ke area DPRD Jawa Barat.

Tak hanya sekitar Jalan Dipenogoro, aksi juga terjadi di flyover Pasupati, kawasan Dago, di mana trotoar dan sebuah videotron menjadi sasaran pembakaran. Jalanan di kawasan tersebut pun ditutup oleh massa secara mandiri.
Suasana di sejumlah titik, terutama sekitar Dago dan Gedung Sate, masih mencekam dengan terdengar sirene serta beberapa letupan di lokasi kejadian.
Sementara itu, gabungan mahasiswa dari sejumlah kampus pun turut berdiam di sekitar Tamansari dekat dengan kampus Unpas dan Unisba. Dua kampus ini pun dijadikan posko medis untuk para demonstran yang terluka.

Dari data yang dilihat IDN Times, setidaknya sudah ada sekitar 145 orang baik dari mahasiswa dan masyarakat umum dibawa ke posko kesehatan Unisba. Mereka mayoritas sesak napas dan alami mata perih akibat terkena gas air mata.
Selain itu ada juga yang terkena lemparan batu, kaki terkena paku, hingga luka lecet kena lontaran selongsong gas air mata.