Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Gugur di Lebanon, Keluarga Tunggu Pemulangan Jenazah Kapten Zulmi
Tiga prajurit TNI yang gugur di dalam misi UNIFIL, Lebanon. (www.instagram.com/@tni_angkatan_darat)
  • Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, prajurit asal Cimahi, gugur dalam serangan di Lebanon saat bertugas sebagai Pasukan Perdamaian PBB pada 30 Maret 2026.
  • Keluarga Kapten Zulmi masih menunggu kepastian waktu pemulangan jenazah dari Lebanon ke Indonesia untuk prosesi pemakaman di tanah air.
  • Mabes TNI mengonfirmasi tiga prajurit gugur dan dua luka akibat ledakan saat pengawalan konvoi UNIFIL di wilayah Bani Hayyan, Lebanon Selatan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
30 Maret 2026

Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar gugur dalam serangan di Lebanon saat mengawal konvoi pasukan UNIFIL. Insiden terjadi di tengah eskalasi konflik tinggi dan menyebabkan dua prajurit TNI gugur serta dua lainnya luka.

31 Maret 2026

Mabes TNI membenarkan dua prajurit gugur, yaitu Kapten Inf Zulmi Aditya dan Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan. Dua prajurit lain mengalami luka dan seluruh korban dievakuasi ke Rumah Sakit St. George Beirut untuk perawatan medis.

1 April 2026

Keluarga Kapten Zulmi menerima kabar pasti bahwa almarhum gugur di Lebanon. Mereka masih menunggu kepastian waktu pemulangan jenazah ke Indonesia.

kini

Keluarga masih menunggu proses pemulangan jenazah Kapten Zulmi dari Lebanon ke Indonesia tanpa kepastian waktu kedatangan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, prajurit TNI yang tergabung dalam Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon, gugur akibat ledakan saat mengawal konvoi kendaraan UNIFIL di wilayah Lebanon Selatan.
  • Who?
    Korban adalah Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dari Grup 2 Kopassus. Dua prajurit lain juga gugur, serta dua lainnya mengalami luka dan telah dievakuasi ke Rumah Sakit St. George Beirut.
  • Where?
    Peristiwa terjadi di dekat Bani Hayyan, Lebanon Selatan, ketika konvoi pasukan UNIFIL bergerak antara pos UNP 7-2 dan UNP 7-1 di sektor timur misi perdamaian PBB.
  • When?
    Insiden terjadi pada Senin, 30 Maret 2026. Informasi resmi diterima keluarga pada sore hari, sementara Mabes TNI menyampaikan keterangan lanjutan pada Selasa, 31 Maret 2026.
  • Why?
    Penyebab pasti ledakan yang menewaskan para prajurit masih belum diketahui. Hingga saat ini belum ada kepastian mengenai sumber ledakan yang menghantam kendaraan pengawal konvoi tersebut.
  • How?
    Kendaraan pengawal konvoi Pasukan Perdamaian PBB meledak di tengah meningkatnya eskalasi konflik
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Kapten Zulmi adalah tentara dari Cimahi yang sedang tugas di Lebanon sama PBB. Dia meninggal waktu ada ledakan saat jaga mobil pasukan. Ada juga dua tentara lain yang gugur dan dua yang luka. Sekarang keluarganya di rumah masih sedih dan menunggu jenazah Kapten Zulmi pulang ke Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Di tengah duka mendalam atas gugurnya Kapten Zulmi Aditya Iskandar, tersirat keteguhan dan kehormatan dalam pengabdiannya sebagai pasukan perdamaian PBB. Sikap keluarga yang tabah menanti kepulangan jenazah menunjukkan kekuatan hati dan kebanggaan terhadap dedikasi almarhum, sementara penanganan cepat dari TNI dan UNIFIL mencerminkan penghargaan atas jasa para prajuritnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Keluarga salah satu prajurit TNI, Kapten Inf. Zulmi Aditya Iskandar masih menunggu kepulangan jenazah setelah almarhum dikabarkan gugur dalam serangan di Lebanon saat menjalankan tugas sebagai Pasukan Perdamaian PBB pada Senin (30/3/2026).

Adapun Kapten Zulmi merupakan prajurit asal Kampung Cikendal, RT 01/04, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi. Terakhir berdinas tergabung dalam East Mobile Reserve (SEMR).

Saat ini keluarga masih menunggu kedatangan jenazah untuk kemudian dikebumikan.

Zulmi gugur saat mengawal konvoi kendaraan pasukan UNIFIL di wilayah Lebanon Selatan. Kabar meninggalnya Kapten Zulmi langsung diterima keluarga.

"Ya benar, adik kami Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar meninggal di Lebanon. Mudah-mudahan almarhum diterima di sisi Allah SWT," kata kakak sepupu almarhum, Risman Efendi, dikutip Rabu (1/4/2026).

1. Keluarga dapat informasi lebih dulu

Ilustrasi jenazah. (IDN Times/Sukma Shakti)

Risman menyampaikan, keluarga sudah menerima informasi awal atas gugurnya Zulmi dalam tugas sejak Senin sore. Namun saat itu, kabar tersebut belum bisa dipastikan kebenarannya.

"Informasi kemarin sebetulnya, cuma belum berani memastikan, karena memang belum ada kepastian. Nah tadi sekitar jam empat sore, dapat update adik kami benar yang gugur di Lebanon," ujarnya.

Keluarga, kata dia, saat ini masih menunggu proses pemulangan jenazah Kapten Zulmi dari Lebanon ke Indonesia, dan hingga kini, belum ada kepastian waktu kedatangan almarhum di tanah air.

"Jenazahnya masih di sana, kami lagi menunggu pemulangan ke Indonesia. Mudah-mudahan segera bisa dipulangkan, sekarang keluarga masih menunggu kabar dari komandan kesatuan," tutur Risman.

2. Mabes TNI benarkan ada tiga prajurit gugur satu diantaranya Kapten Zulmi

Ilustrasi jenazah. (IDN Times/Mia Amalia)

Sebelumnya, Mabes TNI membenarkan ada dua prajurit lain yang gugur dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Mereka gugur ketika sedang bertugas mengawal operasional UNIFIL di Lebanon.

Total dalam kurun waktu 24 jam, sudah ada tiga prajurit TNI yang gugur saat bertugas di UNIFIL.

Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah mengatakan, dua prajurit yang gugur atas nama Kapten Inf Zulmi Aditya dan Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan.

Zulmi diketahui sehari-hari bertugas di Grup 2 Kopassus. Sedangkan, Ichwan berasal dari Kesdam IX Udayana. Selain mereka, ada pula dua prajurit TNI yang mengalami luka.

"Mereka yang luka atas nama Letnan Satu Inf Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto," ujar Aulia kepada IDN Times melalui pesan pendek pada Selasa (31/3/2026).

Kedua prajurit yang luka dan gugur sudah dievakuasi ke Rumah Sakit St. George Beirut, Lebanon untuk diberi penanganan medis.

3. Peristiwa ini terjadi di tengah eskalasi konflik Timur Tengah

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayor Jenderal TNI Aulia Dwi Nasrullah menggelar konpers terkait pencopotan KABAIS (IDN Times/Amir Faisol)

Aulia mengungkap kronologi peristiwa yang terjadi pada Senin kemarin. Dia mengatakan, insiden itu terjadi pada saat tim escort Kompi B Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL yang tergabung di dalam Sector East Mobile Reserve (SEMR) melaksanakan pengawalan konvoi Combat Support Service Unit (CSSU).

"Pengawalan itu dilakukan dalam rangka tugas memberikan dukungan dari Mako Sektor Timur UNIFIl United Nations Post (UNP) 7-2 menuju ke Mako Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL di UNP 7-1. Insiden terjadi di tengah eskalasi konflik tinggi," kata jenderal bintang dua itu.

"Di mana ketika itu terjadi ledakan pada kendaraan yang mengakibatkan dua prajurit yang gugur," kata dia.

Sementara, Wakil Sekretaris Jenderal untuk Operasi Perdamaian (United Nations Peacekeeping), Jean-Pierre Lacroix mengatakan, peristiwa ledakan terjadi di dekat Bani Hayyan. Menurut penjelasan UNIFIL, kendaraan mereka hancur akibat ledakan yang belum diketahui sumbernya.

Editorial Team