Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Harga BBM Naik, Anggaran Sampah Bandung Hanya Cukup 10 Bulan
TPK Sarimukti (Humas/Pemprov Jabar)
  • Kenaikan harga BBM non-subsidi membuat anggaran bahan bakar armada pengangkut sampah Kota Bandung hanya cukup untuk 10 bulan dari rencana awal 12 bulan.
  • DLH Kota Bandung berencana menambah anggaran melalui APBD perubahan agar layanan pengangkutan sampah tetap berjalan normal meski biaya operasional meningkat.
  • Sebagai langkah efisiensi, DLH mendorong pengolahan sampah di tingkat warga agar volume sampah yang harus diangkut ke TPA bisa berkurang signifikan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
April 2026

Harga BBM non-subsidi seperti Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite naik tajam. Kenaikan ini mulai memengaruhi biaya operasional armada pengangkut sampah Kota Bandung.

4 Mei 2026

Harga BBM non-subsidi kembali naik, dengan harga Dexlite mencapai Rp26.000 per liter. Kenaikan lanjutan ini semakin menekan anggaran bahan bakar armada DLH Bandung.

6 Mei 2026

Kepala DLH Kota Bandung Darto menyatakan bahwa akibat kenaikan harga BBM sejak bulan sebelumnya, anggaran pengangkutan sampah yang semula cukup untuk 12 bulan kini hanya mampu menutup kebutuhan selama 10 bulan.

September 2026

DLH Kota Bandung memperkirakan anggaran bahan bakar armada pengangkut sampah hanya akan mencukupi hingga bulan ini.

kini

Pemkot Bandung berencana menambah anggaran melalui APBD perubahan dan mendorong pengolahan sampah di sumbernya agar layanan tetap berjalan normal meski biaya BBM meningkat.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Kenaikan harga BBM non-subsidi menyebabkan anggaran bahan bakar armada pengangkut sampah Kota Bandung yang semula cukup untuk 12 bulan kini hanya mampu menutupi kebutuhan selama sekitar 10 bulan.
  • Who?
    Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Darto, bersama jajaran DLH dan armada pengangkut sampah yang menggunakan BBM jenis Dexlite.
  • Where?
    Kota Bandung, dengan aktivitas pengangkutan sampah menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti di wilayah Kabupaten Bandung Barat.
  • When?
    Kondisi ini terjadi setelah kenaikan harga BBM non-subsidi sejak April hingga awal Mei 2026, dan disampaikan pada Rabu, 6 Mei 2026.
  • Why?
    Kenaikan harga BBM non-subsidi seperti Dexlite dan Pertamina Dex meningkatkan biaya operasional armada pengangkut sampah sehingga anggaran tahunan menjadi tidak mencukupi.
  • How?
    Pemkot Bandung berencana menambah anggaran melalui APBD perubahan serta mendorong pengolahan sampah di sumbernya agar volume pengangkutan dapat dikurangi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Harga bensin naik, jadi mobil pengangkut sampah di Bandung butuh uang lebih banyak buat jalan. Pak Darto bilang uang yang tadinya cukup buat satu tahun sekarang cuma bisa sepuluh bulan. Pemerintah mau tambah uang lagi supaya truk sampah tetap jalan. Mereka juga mau warga bantu olah sampah biar berkurang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meskipun kenaikan harga BBM menekan anggaran pengangkutan sampah, Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung menunjukkan respons cepat dan terukur. Upaya menyesuaikan anggaran melalui APBD perubahan serta mendorong pengolahan sampah di hulu mencerminkan komitmen menjaga layanan tetap normal sekaligus memperkuat efisiensi dan kemandirian pengelolaan sampah di tingkat warga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Armada pengangkut sampah Kota Bandung untuk ke TPA Sarimukti terdampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi. Dampaknya, anggaran yang sebelumnya dipersiapkan untuk satu tahun kemungkinan berkurang hanya mampu untuk sepuluh bulan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Darto mengatakan, selama ini armada pengangkut sampah di Kota Bandung menggunakan Dexlite, bukan BBM bersubsidi. Sehingga, turut terdampak kenaikan harga yang terjadi sejak bulan kemarin.

"Jadi tentu ada kontraksi ya, dengan adanya situasi global seperti ini, itu sangat berdampak. Kenaikan yang awal, itu yang semula (anggaran) cukup untuk 12 bulan menjadi sepuluh bulan," ujar Darto, Rabu (6/5/2026).

1. Anggaran berpotensi mengalami pengurangan

Pengangkutan sampah ke TPA Sarimukti. dok Pemkot Bandung

Adapun pemerintah pusat pada bulan ini sudah menaikkan lagi harga BBM non-subsidi yang mana membuat Pemkot Bandung harus menghitung kembali total anggaran untuk armada pengangkut sampah tersebut.

Sementara, anggaran pada tahun ini untuk biaya bahan bakar minyak armada pengangkut sampah hanya mampu sampai September 2026 mendatang.

"Sekarang sudah naik lagi, kami belum hitung lagi. Tapi setidaknya kemungkinan anggaran pengangkutan akan berkurang maksimal tiga bulan," katanya.

2. Total anggaran penanganan sampah Kota Bandung capai Rp90 miliar

Pengangkutan sampah ke TPA Sarimukti. dok Pemkot Bandung

Meski begitu, Darto belum bisa memastikan besaran anggaran khusus untuk biaya BBM ini. Sementara, untuk keseluruhan, kata dia, total anggaran penanganan sampah di Kota Bandung sekitar Rp90 miliar.

Dengan kondisi itu, ia akan kembali menambah anggaran untuk BBM tersebut pada APBD perubahan. Sebab, kenaikan harga ini memang berdampak terhadap pembiayaan pengangkutan sampah dari Kota Bandung.

"Tapi pengangkutan tidak boleh kena dampak, harus normal karena kalau kami hitung, kontraksi terhadap pengurangan bulan itu bisa diatasi melalui (APBD) perubahan," ucap Darto.

3. Cara menanganinya dengan meminta masyarakat menyelesaikan sampah di rumah

Pengangkutan sampah ke TPA Sarimukti. dok Pemkot Bandung

Dengan kondisi tersebut, Darto menyampaikan, DLH Kota Bandung akan berupaya untuk memperpendek jarak pengangkutan atau bahkan tidak perlu mengangkut sama sekali. Sehingga sampah dari warga harus habis di hulu dengan cara diolah.

"Caranya habiskan di tempat oleh gaslah (petugas pemilah sampah). Itu penanganan sampah sudah diatas 62 ton, dari target 40 ton. Sekarang ini, akan terus kita dorong," katanya.

Sebelumnya, pada bulan April 2026 lalu, harga Pertamax Turbo yang awalnya Rp13.100 naik menjadi Rp19.400 per liter, Pertamina Dex naik dari Rp14.500 menjadi Rp23.900 per liter, dan Dexlite dari Rp14.200 menjadi Rp24.150 per liter.

Sementara per 4 Mei 2026, harga Pertamax Turbo naik kembali menjadi Rp19.900 per liter, Dexlite Rp26.000 per liter, dan Pertamina Dex Rp27.900 per liter. Sehingga dengan mahalnya harga BBM ini, biaya pengangkutan sampah pun terdampak.

Editorial Team