Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
H-7 Lebaran, Pemprov Jabar Sarankan Warga Mudik Lebih Dini
Ilustrasi lalu lintas (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Bandung, IDN Times - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyarankan agar masyarakat melakukan mudik lebih dini. Hal itu dilakukan guna menghindari terjadinya kemacetan atau penumpukan kendaraan jelang puncak arus mudik Lebaran tahun 2025.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan mengatakan, pergerakan pemudik yang terkonsentrasi dalam waktu bersamaan berpotensi menyebabkan kepadatan lalu lintas, terutama di jalur tol dan jalan arteri.

"Kalau bisa manfaatkan waktu sebelum puncak arus mudik agar perjalanan lebih nyaman dan lancar," ujar Erwan saat ditemui di Gedung Sate, Senin (24/3/2025).

1. Usahakan jangan mudik mepet lebaran

(IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Erwan berharap masyarakat memanfaatkan momentum yang tepat untuk melakukan perjalanan mudik. Dia meminta agar perjalanan pulang kampung ini tidak dilakukan mendekati hari raya Idul Fitri.

"Saya berharap masyarakat untuk terus memantau kapan mereka harus melakukan mudik, jangan dipaksakan menjelang hari H karena itu akan membuat kemacetan yang nantinya mengganggu mereka," katanya. 

2. H-7 merupakan waktu yang baik untuk mudik

Dedi Mulyadi-Erwan (Humas/Pemprov Jabar)

H-7 jelang lebaran pada tahun ini, menurut Erwan merupakan waktu yang tepat untuk memulai perjalanan mudik mengingat pelajar sudah mulai libur sekolah dan beberapa instansi sudah mengizinkan agar para pegawai melakukan work from anywhere (WFA).

"Makanya pemerintah sekarang sudah meliburkan sekolah dan (pegawai) instansi tidak harus datang ke kantor. Itu untuk mempermudah mudik lebih dini agar tidak terjadi kemacetan-kemacetan," katanya.

3. Kondisi pemantapan jalan provinsi terus disiapkan

Dok. Istimewa

Selain itu, Erwan memastikan, kondisi jalan khususnya jalur nontol di Jawa Barat dalam keadaan baik dan siap dilalui para pemudik. Dia mengatakan, Pemprov Jabar telah menggeber proses perbaikan jalan jelang arus mudik lebaran tahun ini.

"Kami pantau terus kondisi jalan, kami sudah geber untuk perbaikan jalan khususnya jalan provinsi. Insya Allah memudahkan masyarakat untuk mudik," ungkapnya.

Sebelumnya Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah bersiap menghadapi masa angkutan mudik lebaran 2025. Berdasarkan prediksi Dinas Perhubungan (Dishub) Jabar, puncak arus mudik akan terjadi pada H-3 lebaran atau di tanggal 27-28 Maret 2025.

Sekretaris Dinas Perhubungan (Sekdishub) Provinsi Jabar, Dhani Gumelar mengatakan, puncak arus mudik H-3 lebaran ini diketahui berdasarkan hasil survei yang dilakukan sejak beberapa waktu kemarin. 

"Kami sudah mempersiapkan (arus mudik) jauh-jauh hari. Tapi tetap kalau misalkan dari kemarin kami survei, itu di H-3 tanggal 28 Maret 2025 karena tanggal terakhir kerja tanggal 27 Maret 2025," kata Dhani, Kamis (20/3/2025). 

Dhani mengungkapkan, ada beberapa titik yang rawan mengalami kecelakaan, salah satunya di kilometer (KM) 70 Tol Cipularang. Bagi masyarakat yang melintasi jalur tersebut diharapakan untuk berhati-hati. 

"Untuk rawan kecelakaan pertama di tol Cipularang di KM 70, karena titik lelah biasanya kalau yang berangkat dari Jakarta," ujar Dhani. 

Selain di jalan tol, jalan arteri juga memiliki banyak titik rawan kecelakaan seperti di kawasan Puncak Bogor, Sukabumi Selatan dan Cianjur. Kemudian, titik rawan di Bandung dan sekitarnya ada di antara jalan Cagak kemudian Lembang karena konturnya cukup ekstrem.

Sementara di jalur selatan, kata dia, titik rawan kecelakaannya terletak di Jalur Nagreg, Kabupaten Bandung dan sekitarnya. Ada pula yang terletak di daerah Pantura antara Indramayu dan Subang.

Editorial Team

Related Article