Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gen Z Diajak Kenali Risiko Berkendara Lewat Konten Kreatif
Gen Z Diajak Kenali Risiko Berkendara Lewat Konten Kreatif (Dok. AHM)
  • Sepeda motor mendominasi kecelakaan lalu lintas 2024, dengan lebih dari 200 ribu kendaraan terlibat; kelompok usia 6–25 tahun menyumbang porsi kecelakaan tertinggi, 39,48 persen.
  • Polisi mengingatkan risiko berkendara dapat ditekan lewat helm, kepatuhan aturan, menghindari kecepatan tinggi, dan tidak menggunakan ponsel saat berkendara, didukung edukasi berkelanjutan.
  • Kampanye Yayasan AHM dan Katadata mengumpulkan 340 karya kreatif yang menjangkau lebih dari 1,7 juta penonton untuk mendekatkan pesan keselamatan kepada generasi muda.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Keselamatan berkendara masih menjadi tantangan di tengah tingginya penggunaan sepeda motor sebagai moda transportasi sehari-hari. Perilaku pengendara menjadi salah satu faktor penting yang dapat menentukan keselamatan sekaligus meningkatkan risiko kecelakaan di jalan.

Korlantas Polri mencatat sepeda motor mendominasi kendaraan yang terlibat kecelakaan lalu lintas. Sepanjang 2024, lebih dari 200 ribu sepeda motor tercatat terlibat dalam kecelakaan.

Pada periode yang sama, jumlah kecelakaan lalu lintas mencapai lebih dari 152 ribu kasus dengan korban meninggal dunia lebih dari 27 ribu orang. Angka tersebut berarti rata-rata terdapat korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas hampir setiap jam.

Kelompok usia muda juga memiliki perhatian khusus dalam persoalan ini. Data Korlantas menunjukkan kelompok usia 6–25 tahun atau pelajar dan mahasiswa menyumbang porsi kecelakaan tertinggi sebesar 39,48 persen, sedikit di atas kelompok usia 25–55 tahun sebesar 39,26 persen.

1. Perilaku berisiko masih menjadi perhatian

Gen Z Diajak Kenali Risiko Berkendara Lewat Konten Kreatif (Dok. AHM)

Kepala Seksi Pendidikan Masyarakat, Subdit Keamanan dan Keselamatan, Ditlantas Polda Metro Jaya, Sri Indira Purnamawati mengatakan sejumlah perilaku berisiko sebenarnya dapat dicegah melalui kebiasaan sederhana, seperti menggunakan helm dan mematuhi aturan lalu lintas.

“Misalnya, kita harus pakai helm. Merasa tidak keren menggunakan helm, karena ribet, karena terlalu dekat, merasa tidak akan kecelakaan. Ternyata kemudian terjadi kecelakaan,” ujar Sri Indira dalam acara Safety Riding Short Movie Contest 2026 di Jakarta, Rabu (9/9).

Selain penggunaan helm, ia mengingatkan pengendara untuk menghindari kecepatan tinggi dan penggunaan ponsel ketika berkendara. Menurutnya, penegakan hukum perlu berjalan bersama edukasi yang dilakukan secara masif dan berkelanjutan agar keselamatan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi menjadi kebiasaan.

Pesan tersebut kemudian menjadi salah satu dasar Yayasan Astra Honda Motor (Yayasan AHM) dalam menjalankan kampanye Safety Riding bertajuk “Stay Alive for The Next Chapter” bersama Katadata. Kampanye menyasar generasi muda dengan memanfaatkan media digital dan media sosial sebagai sarana penyampaian pesan.

2. Ratusan karya mengangkat isu keselamatan

Gen Z Diajak Kenali Risiko Berkendara Lewat Konten Kreatif (Dok. AHM)

Ketua Yayasan AHM, Ahmad Muhibbuddin mengatakan pembangunan budaya keselamatan membutuhkan keterlibatan banyak pihak serta proses yang konsisten.

“Karena membangun budaya itu bukan sebuah usaha yang gampang, harus melibatkan banyak pihak. Dan harus dilakukan secara berkesinambungan, secara berkelanjutan. Program ini menjadi penting bagi kita semua untuk menyadari hal-hal yang membahayakan selama berkendara di jalan,” ujar Ahmad dalam sambutannya di Jakarta, Rabu (9/9).

Kampanye tersebut diwujudkan melalui Safety Riding Short Movie Contest 2026 yang terdiri dari kategori Short Movie Contest dan Social Media Challenge. Peserta diajak mengemas pesan keselamatan melalui karya kreatif yang relevan dengan kehidupan generasi muda.

Selama periode pendaftaran Mei hingga Juli 2026, terkumpul 340 karya. Sebanyak 200 karya masuk kategori Short Movie Contest, sedangkan 140 karya lainnya berasal dari Social Media Challenge. Seluruh karya yang tersebar di Instagram, TikTok, dan YouTube tersebut menjangkau lebih dari 1,7 juta penonton.

Ahmad menilai penggunaan medium kreatif dapat membantu memperluas jangkauan edukasi keselamatan berkendara. “Dalam kampanye ini kami merancang short movie contest melalui kanal media sosial untuk memperluas jangkauan pesan, sehingga semakin banyak masyarakat yang mengetahui pentingnya keselamatan berkendara,” ujarnya.

3. Edukasi keselamatan didorong menjadi kebiasaan

ilustrasi lalu lintas (pexels.com/Mikechie Esparagoza)

Rangkaian kampanye ditutup melalui pengumuman pemenang “Stay Alive for The Next Chapter” di Kampus Universitas Negeri Jakarta pada 9 September 2026. Kegiatan tersebut turut diisi awarding, talkshow mengenai keselamatan berkendara dan kreativitas konten, serta Safety Riding Activity yang memberikan pengalaman edukasi dan praktik langsung.

Salah satu pemenang Short Movie Contest kategori umum, Fahri asal Depok, mengangkat persoalan penggunaan ponsel saat berkendara dalam karyanya. “Berangkat dari keresahan tersebut saya mencoba menyuarakannya lewat visual, sehingga pesan disampaikan secara tersirat tapi tetap dikemas secara relevan,” imbuh Fahri.

Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Hadi Nasbey mengatakan lingkungan pendidikan juga dapat berperan dalam membentuk perilaku aman. “Kampus perlu membentuk kebiasaan yang berpihak pada keamanan, sehingga aman buat kita dan untuk orang lain juga,” ujar Hadi. Sementara itu, kategori mahasiswa dimenangkan Iqbal Bahi dari Universitas Siber Asia melalui film pendek “Pulang dengan Selamat”.

Pendekatan melalui film pendek, media sosial, dan lingkungan pendidikan diharapkan membuat pesan safety riding lebih dekat dengan keseharian generasi muda. Dengan begitu, edukasi keselamatan tidak hanya mendorong pemahaman mengenai risiko di jalan, tetapi juga membangun kebiasaan berkendara yang lebih aman bagi diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article