Bandung, IDN Times - Polemik rencana perubahan pemanfaatan lapang di Teuku Umar dari lapangan sepakbola menjadi arena skateboard membuat masyarakat sekitar kawasan tersebut geram. Pun dengan sejumlah komunitas sepak bola yang selama ini memanfaatkan lapangan tersebut.
Terkait hal ini, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menegaskan, penataan kawasan Jalan Teuku Umar, Kelurahan Lebakgede, Kecamatan Coblong, harus mengedepankan kesepakatan bersama antara pemerintah, warga, dan komunitas skateboard.
Menurutnya, gagasan pembangunan fasilitas skateboard berawal dari aspirasi komunitas skateboard yang disampaikan sejak 2016. Saat itu, muncul keinginan agar Kota Bandung memiliki fasilitas skateboard yang lebih representatif, tidak hanya memanfaatkan area di bawah Jembatan Pasupati.
Setelah menjabat sebagai Wali Kota Bandung, gagasan tersebut kemudian diwujudkan melalui rencana pembangunan fasilitas yang lebih memadai. Namun, Farhan memahami adanya perbedaan pandangan di tengah masyarakat terkait pemanfaatan kawasan tersebut.
Karena itu, ia mempersilakan warga Kelurahan Lebakgede, khususnya RW 18 dan RW 10, bersama komunitas skateboard untuk berdialog dan mencari titik temu.
"Teuku Umar itu harus berdasarkan kesepakatan warga. Saya mempersilakan semua warga Kelurahan Lebakgede, RW 18, RW 10, kemudian komunitas skate untuk berkompromi menentukan mau dibuat apa," ujar Farhan melalui siaran pers, Senin (2/11/2026).