Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Empat Sekolah Indonesia Jadi Percontohan Digital Samsung di ASEAN
Murid dan guru sekolah terpilih memanfaatkan penyediaan perangkat Samsung Lighthouse School berupa Galaxy Tab A Series. (Dok.Istimewa)
  • Empat sekolah di Indonesia ditunjuk sebagai Samsung Digital Lighthouse School, menjadi percontohan transformasi digital pertama di Asia Tenggara dan Oseania melalui program Samsung for Education Programme.
  • Program ini mendukung penerapan Kurikulum Merdeka dengan menyediakan perangkat Galaxy, pelatihan guru lewat Samsung Learning Hub, serta sertifikasi sekolah dalam satu ekosistem pendidikan digital terintegrasi.
  • Samsung menekankan pentingnya peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan dan pendampingan Savvy agar teknologi dapat dimanfaatkan optimal, sejalan dengan upaya mempercepat digitalisasi pendidikan nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times – Empat sekolah di Indonesia ditunjuk sebagai Samsung Digital Lighthouse School, menjadikannya sekolah percontohan transformasi digital pertama Samsung di kawasan Asia Tenggara dan Oseania. Program ini merupakan bagian dari peluncuran Samsung for Education Programme yang ditujukan untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka melalui pemanfaatan teknologi digital.

Empat sekolah tersebut adalah Yayasan Al Muslim Bekasi, Salman Al Farisi Bandung, SMP Islam Al Azhar 25 Tangerang Selatan, dan Thursina International Islamic Boarding School (IIBS) Malang.

1. Empat sekolah Indonesia jadi model transformasi digital

Dari kiri ke kanan: Dwi Anggraeni, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Malang; Carl Nordenberg, VP & Regional Head of Mobile Experience Business, Samsung Asia Tenggara & Oseania; Nur Abidin, Chief Executive Officer Thursina International Islamic Boarding School; dan Ian Chong, Regional Director Mobile Experience B2B, Samsung Asia Tenggara & Oseania, dalam peresmian Samsung Digital Lighthouse School di Thursina International Islamic Boarding School. (Dok.Istimewa)

Samsung Electronics Indonesia menyebut keempat sekolah tersebut dipilih karena dinilai berhasil mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran dan pengelolaan sekolah.

Program Samsung Digital Lighthouse School memberikan pengakuan kepada sekolah yang telah menerapkan teknologi secara lebih mendalam dalam kegiatan belajar mengajar, didukung tenaga pendidik tersertifikasi dan budaya berbagi pengetahuan.

Status tersebut menjadikan sekolah-sekolah tersebut sebagai model implementasi pendidikan digital di kawasan Asia Tenggara dan Oseania.

2. Samsung dorong implementasi Kurikulum Merdeka

Gambar Pendidikan Kurikulum Merdeka

Peluncuran Samsung for Education Programme dilakukan untuk membantu sekolah mengoptimalkan penerapan Kurikulum Merdeka yang saat ini menjadi arah kebijakan pendidikan nasional.

Vice President and Regional Head of Mobile Experience Business Samsung Electronics Southeast Asia and Oceania, Carl Nordenberg, mengatakan teknologi harus mampu membantu guru dan siswa mengembangkan potensinya.

"Kami memiliki visi untuk membantu sekolah-sekolah di kawasan kami mempersiapkan masa depan, sehingga setiap peserta didik dapat berkembang secara optimal dan setiap guru memperoleh dukungan yang dibutuhkan," ujar Carl.

Program tersebut menggabungkan perangkat Galaxy Tab yang dilengkapi S Pen dan Galaxy AI, pelatihan guru melalui Samsung Learning Hub, hingga sertifikasi sekolah dalam satu ekosistem yang terintegrasi.

3. Fokus pada guru, bukan hanya perangkat

ilustrasi rumus nilai raport kurikulum merdeka (pexels.com/Artem Podrez)

Samsung menilai tantangan digitalisasi pendidikan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan perangkat, tetapi juga kesiapan tenaga pendidik dalam memanfaatkan teknologi secara optimal.

Karena itu, Samsung Learning Hub disiapkan sebagai platform pelatihan yang menyediakan berbagai modul pembelajaran, mulai dari tingkat dasar hingga lanjutan, untuk membantu guru mengintegrasikan teknologi dalam proses belajar mengajar.

Program ini juga menggandeng Savvy sebagai konsultan teknologi pendidikan yang akan mendampingi pengembangan kompetensi digital guru dan pimpinan sekolah.

Samsung menyebut inisiatif tersebut sejalan dengan program Digitalisasi Pembelajaran untuk Indonesia Cerdas yang telah menjangkau lebih dari 288 ribu sekolah serta mendukung ekosistem pendidikan yang mencakup lebih dari 50 juta siswa dan 4 juta guru di Indonesia.

Melalui Samsung for Education Programme, perusahaan berharap dapat mempercepat transformasi digital pendidikan sekaligus mendukung terciptanya lingkungan belajar yang lebih adaptif, inklusif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Editorial Team

Related Article