Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Elektabilitas Cagub Ahmad Syaikhu Merangkak Naik
Presiden PKS Ahmad Syaikhu kini kembali berlayar ke Pilgub Jawa Barat ke dua kalinya. Kali ini, ia didampingi oleh putra presiden BJ Habibie, Ilham Akbar Habibie (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Bandung, IDN Times - Elektabilitas calon Gubernur Jawa Barat Ahmad Syaikhu mengalami peningkatan dalam survei Indikator Politik Indonesia periode 3-12 Oktober 2024. Namun, pasangan dari Ilham Akbar Habibie ini masih berada di urutan kedua setelah Dedi Mulyadi.

Survei ini dilakukan dengan metode multistage random sampling melibatkan 1.200 responden di seluruh wilayah Jabar, dengan Margin of Erorr (MoE) sekitar kurang lebih 2.9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Dalam survei top of mind calon gubernur, nama Ahmad Syaikhu mengalami peningkatan dibandingkan dengan beberapa bulan sebelumnya.

"Nama lain misalnya Syaikhu yang memulai dari yang rendah di bulan September hanya 2,2 persen yang menyebut namanya secara spontan, di Bulan Oktober naik cukup lumayan menjadi 9,2 persen," ujar Direktur Eksekutif Indikator Politik Burhanuddin Muhtadi, dikutip Selasa (15/10/2024).

1. Selisih dengan Dedi Mulyadi cukup signifikan

(IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Meski begitu, Burhan memastikan, untuk posisi yang pertama masih diduduki oleh Dedi Mulyadi dengan 47,5 persen. Sementara, Jeje Wiriadinata 1,4 persen, Acep Adang Ruhiat 1,2 persen, Ilham Akbar Habibie 1,1 persen. Kemudian, Erwan Setiawan, Gitalis Dwi Natarina, Ronal Surapradja 0,1 persen.

"Nama lain belum terlihat pergerakan, tapi semuanya warga belum bisa menyebut secara sepontan sementara pemilih strong Dedi Mulyadi ada di 47,5 persen selisih cukup siginifikan," katanya.

2. Ahmad Syaikhu harus diwaspadai

Calon Gubernur Jawa Barat, Ahmad Syaikhu. (IDN Times/Imam Faishal)

Sementara, dalam simulasi delapan nama, Dedi Mulyadi cukup unggul. Hanya saja, kata Burhan, angkanya mulai terkoreksi dibandingkan bulan September. Adapun bulan September 74 persen bulan Oktober 70,3 persen.

"Memang ada penurunan tapi masih dalam MoE, tapi penurunan ini sekaligus mengirim alarm kepada tim Demul karena pemilu masih 40 hari tren penurunan ini meskipun masih batas mengkhawatirkan patut diwaspadai," ujarnya.

Kemudian, Ahmad Syaikhu dari 10,2 persen menjadi 12,6 persen. Untuk calon lainnya kata Burhan masih stagnan dan belum meningkat secara signifikan.

"Dalam simulasi delapan nama nama lain belum kompetitif dari Pak Acep, Pak Jeje dan ini pesan untuk PDIP dua pilkada terakhir di provinsi paling padat calonnya kurang kompetitif sebelumnya TB Hasanuddin kurang kompetitif sekarang Pak Jeje," kata dia.

3. Musuh Syaikhu adalah waktu

Calon Gubernur Jawa Barat Ahmad Syaikhu. (Rizki/IDN Times)

Terakhir, dalam simulasi empat nama calon gubernur, nama Ahmad Syaikhu turut mengalami kenaikan dibandingkan periode sebelumnya. Namun, Burhan memberinya beberapa catatan terhadap Calon Gubernur nomor urut tiga ini.

"Ada kenaikan dari Ahmad Syaikhu meskipun kenaikan tidak signifikan dibandingkan September, dan ada indikasi mengalami tren negatif, meski penurunan tidak signifikan,"

"Jadi musuh Pak Syaikhu adalah waktu, mungkin atau tidak mengejar ketinggalan di saat Pilkada tinggal 45 hari," tuturnya.

Editorial Team

Related Article