Bogor, IDN Times – Pengembangan destinasi wisata alam membawa tantangan tersendiri, terutama dalam menjaga keseimbangan antara aktivitas pariwisata dan kelestarian lingkungan. Peningkatan kunjungan dapat membuka peluang ekonomi, tetapi pengelola juga harus memastikan kegiatan wisata tidak mengabaikan daya dukung alam dan keselamatan pengunjung.
Tantangan tersebut turut melekat pada pengembangan EIGER Nature di Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang diresmikan pada Selasa (27/10/2026). Destinasi yang dikembangkan EIGER ini mengusung konsep ekowisata dengan memadukan petualangan, edukasi lingkungan, dan pelestarian alam.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengapresiasi proses pengembangan destinasi tersebut yang telah berlangsung sekitar lima tahun. Namun, ia menegaskan bahwa pengembangan pariwisata harus berjalan seiring dengan kepatuhan terhadap regulasi, keselamatan wisatawan, dan pelestarian lingkungan.
“Saya berharap EIGER Nature dapat terus menghadirkan pengalaman wisata alam yang berkualitas, aman, dan bertanggung jawab, dengan mengintegrasikan kegiatan petualangan, edukasi lingkungan, konservasi, serta pemberdayaan masyarakat,” ujar Widiyanti.
EIGER Nature dijadwalkan mulai menerima kunjungan publik secara bertahap pada 2 November 2026. Setelah dibuka, konsistensi pengelolaan lingkungan, pengendalian dampak wisata, dan keterlibatan masyarakat akan menjadi aspek penting untuk melihat sejauh mana konsep ekowisata yang diusung dapat diterapkan.
