Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Efisiensi, Wali Kota Bandung, Farhan: Pendidikan Tetap Prioritas
(IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Bandung, IDN Times - Pemerintah Kota Bandung telah melakukan perhitungan efisiensi anggaran di beberapa pos belanja APBD 2025. Hasilnya, untuk perjalanan dinas dan beberapa hal lainnya, pemkot melakukan pemangkasan mencapai Rp50 miliar, atau 50 persen sesuai dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto.

Meski begitu, hal ini masih belum final dan masih dilakukan perhitungan untuk nantinya diputuskan oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan dan DPRD. Kendati demikian, politikus Nasdem tersebut memastikan hal ini tidak akan berdampak ke sektor pendidikan.

"Presiden clear menyatakan bahwa efisiensi, anggaran nanti akan difokuskan kepada menunjang program makan bergizi gratis dan pembangunan ruang kelas baru," ujar Farhan di Balai Kota Bandung, Kamis (20/2/2025). 

1. Pendidikan dan kesehatan paling utama

(Humas/Pemkot Bandung)

Dengan sudah adanya pernyataan presiden tersebut, Farhan mengatakan, Pemerintah Kota Bandung nantinya akan mengalokasikan hasil efisiensi anggaran ini kepada sektor pendidikan dan kesehatan.

"Jadi fokusnya pendidikan, kesehatan, pengentasan stunting dan juga peningkatan kualitas hidup serta kualitas dari para siswa di Indonesia," ucapnya.

Lebih lanjut, Pemerintah Kota Bandung juga kini masih menghitung secara keseluruhan untuk efisiensi yang akan ditetapkan. Menurutnya, hal ini harus tetap didiskusikan bersama dengan legislatif.

"Nilai estimasinya sementara ini tadinya kita proyeksikan maksimum Rp400 miliar tetapi kita belum berani mematok. Kita bikin range yang luas saja antara Rp50 miliar rupiah sampai Rp400 miliar rupiah, antara segitu kanya," katanya.

2. Farhan berkelakar efisiensi membuat dirinya tidak bisa naik haji

Naik Haji (Dok Pinterest)

Anggaran efisiensi dipastikan juga akan mengurangi perjalanan dinas. Termasuk ke luar negeri. Bahkan, Farhan berkelakar, akibat efisiensi ini dirinya berpeluang batal untuk berangkat haji bersama wakilnya.

"Kami pun perlu membicarakannya bersama DPRD secara lebih detail, perjalanan luar negeri pokoknya jangan ke luar negeri, tidak wali kota dan wakil wali kota, mau naik haji aja gak jadi," katanya.

3. Rp50 miliar masih perhitungan sementara

Pixabay

Sebelumnya, Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain mengatakan, pemerintah kota telah melakukan simulasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi belanja dalam pelaksanaan APBN dan APBD Tahun 2025. Di mana total efisiensi 50 persen. 

"Sudah pasti Rp51 miliar, tapi untuk kegiatan efisiensi yang lain sedang kita mintakan data-data dari setiap OPD, mana-mana saja yang memang tidak menjadi prioritas ke masyarakat langsung," ujarnya saat ditemui di Burangrang, Rabu (19/2/2025).

Pemangkasan anggaran untuk efisiensi itu kemungkinan akan bertambah karena nantinya bakal ada anggaran yang dipangkas dari semua dinas yang ada di lingkungan Pemkot Bandung.

"Nanti mungkin menunggu bahan-bahan dari OPD ya berapa jumlahnya dari dinas-dinas, badan-badan," kata Iskandar.

Sementara untuk anggaran infrastruktur, kata dia, kemungkinan besar tidak akan dipangkas, sehingga selain perjalanan dinas untuk efisiensi anggaran tersebut akan dipangkas kegiatan-kegiatan seremonial.

"Saya pikir kalau untuk infrastruktur enggak ya, kan yang lebih diutamakan itu terkait dengan acara-acara seremonial, kemudian acara yang tidak menunjang program-program pemerintah pusat," ucapnya.

Editorial Team