Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

DPRD Majalengka Resmi Usulkan Tiga Nama Calon Pj Bupati

DPRD Majalengka Resmi Usulkan Tiga Nama Calon Pj Bupati
Inin Nastain IDN Times/ Wakil Ketua DPRD Majalengka

Majalengka, IDN Times- DPRD Kabupaten Majalengka resmi mengirimkan nama-nama calon Pj Bupati kepada Kemendagri. Tiga nama tersebut, dikirimkan DPRD pada Selasa (6/11/2022).

Tiga nama itu diusulkan setelah dilakukan pembahasan di level pimpinan DPRD, di antaranya pimpinan fraksi. Usulan sendiri dikirim melalui aplikasi yang disediakan Kemendagri.

"DPRD Kabupaten Majalengka sudah secara resmi mengusulkan tiga nama calon pejabat. Dan itu pengusulannya melalui aplikasi yang disiapkan oleh Kemendagri," kata Wakil Ketua DPRD Majalengka Asep Eka Mulyana

1. Asda dan Inspektur Pemprov Jabar masuk daftar nama yang diusulkan

Ilustrasi Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat (IDN Times/Debbie Sutrisno)
Ilustrasi Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat (IDN Times/Debbie Sutrisno)

Dari tiga nama yang diusulkan itu, terdiri dari satu orang pejabat di lingkungan Pemkab Majalengka dan dua orang dari Pemprov. Dua orang dari Pemprov itu yakni Asda bidang pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Dedi Supandi, serta Inspektur Daerah Jabar Eni Rohyani.

"Nama-namanya adalah yang pertama Pak Dedi Sopandi, yang kedua itu Eni," jelas dia.

Selain dari Pemprov Jabar, DPRD Majalengka juga mengusulkan satu nama dari lingkungan Pemkab Majalengka, yakni Sekretaris Daerah (Sekda). "Yang ketiga itu Pak Sekretaris Daerah Pak Eman," kata Jipep, demikian dia biasa disapa.

2. Tiga nama tersebut dinilai punya komitmen

Inin Nastain/Kantor bupati Majalengka
Inin Nastain/Kantor bupati Majalengka

Jipep menjelaskan, ketiga nama itu layak diusulkan untuk menjadi Pj Bupati Majalengka. Kelayakan itu, kata dia, baik dilihat dari sisi adminstrasi maupun kualitas.

"Saya kira ketiganya memang, pertama dari sisi aturan, harus memenuhi syarat, eselon 2 A. Dan ketiganya saya yakin memiliki komitmen untuk bisa bekerja maksimal selama menjabat," jelas dia.

Terkait latar belakang, Jipep menjelaskan, putra daerah bukan sesuatu yang mutlak. Akan tetapi, diakui dia, putra daerah memiliki nilai lebih, ketika nantinya terpilih jadi Pj.

"Putra daerah tidak menjadi hal yang mutlak, tapi kalau memang ada, itu akan lebih menyenangkan. Karena lebih mudah berkomunikasinya . Kalau putra daerah itu, paling tidak mengetahui kondisi Majalengka lebih dari yang bukan putra daerah," jelas dia

3. Pj harus mampu mereformasi birokrasi

Ilustrasi reformasi birokrasi (www.kanalpengetahuan.com)
Ilustrasi reformasi birokrasi (www.kanalpengetahuan.com)

Pj terpilih nanti, diharapkan mampu membawa reformasi birokrasi. Hal itu dinilai penting, mengingat profesionalisme birokrasi di Majalengka dinilai masih lemah. 

"Pertama, reformasi birokrasi. Karena Indeks profesional birokrasi kita itu masih rendah," kata dia.

Dijelaskannya, saat ini pemerintah pusat menilai kinerja birokrasi di lingkungan Pemkab Majalengka masih rendah. Hal itu dibuktikan dengan hilangnya dana insentif fiskal daerah. 

"Dibuktikan, salah satunya dengan tiga tahun ini, tiga tahun ke belakang, itu Majalengka kehilangan dana insentif fiskal daerah. Kalau dulu namanya dana insentif daerah. Salah satunya adalah karena penilaian kinerja birokrasi yang masih rendah," papar dia. 

"Makanya reformasi birokrasi itu lah harus menjadi prioritas. Dan ini menjadi perhatian dari pejabat yang akan datang," lanjut Jipep.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Inin Nastain
EditorInin Nastain

Latest News Jawa Barat

See More

5 Unimog Disiapkan untuk Konvoi Juara Persib, Bobotoh Diminta Tertib

19 Mei 2026, 15:43 WIBNews