Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dolar Menggila, Pemkot Cirebon Rem Lelang Proyek
Ilustrasi proyek pembangunan (freepik.com/chaay_tee)
  • Pemkot Cirebon menunda lelang proyek 2026 akibat lonjakan harga material, pelemahan rupiah, dan kenaikan BBM yang membuat biaya pengadaan melampaui standar anggaran.
  • BPKPD Kota Cirebon melakukan evaluasi dan penghitungan ulang nilai proyek agar kontrak tetap realistis mengikuti harga pasar, menyebabkan jadwal tender mundur dari rencana awal.
  • Pemerintah memastikan proyek tidak dibatalkan dan menargetkan tender kembali bulan depan sambil menerapkan efisiensi seperti WFH tiap Jumat serta penggunaan transportasi hemat energi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Cirebon, IDN Times - Pemerintah Kota Cirebon menunda pelaksanaan lelang sejumlah proyek pengadaan barang dan jasa tahun anggaran 2026 setelah lonjakan harga material. Kondisi ini terjadi disusul adanya pelemahan nilai tukar rupiah dan lonjakan harga BBM.

Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Iing Daiman, mengatakan pemerintah daerah saat ini masih melakukan penyesuaian dokumen pengadaan dan harmonisasi regulasi terkait eskalasi harga pembangunan infrastruktur.

Langkah itu ditempuh untuk memastikan proses tender tidak menimbulkan persoalan pada tahap pelaksanaan proyek.

“Kami memerlukan harmonisasi dalam peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai eskalasi harga untuk pembiayaan infrastruktur,” kata Iing, Senin (15/6/2026).

1. Harga material melampaui standar anggaran

Ilustrasi proyek yang sedang dibangun PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA). (dok. WIKA)

Penundaan lelang dipicu kenaikan harga sejumlah komponen konstruksi yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Pelemahan nilai tukar rupiah serta meningkatnya harga bahan bakar minyak membuat biaya pengadaan material dan distribusi mengalami kenaikan.

Menurut Iing, salah satu komoditas yang mengalami lonjakan cukup terasa adalah aspal. Kenaikan harga tersebut dinilai telah melampaui batas toleransi Standar Satuan Harga (SSH) yang sebelumnya dijadikan acuan dalam penyusunan APBD.

“Ada beberapa yang kami sesuaikan dengan satuan harganya, seperti harga aspal yang naik. Ketika kenaikannya di luar toleransi standar harga maka perlu dilakukan penghitungan ulang,” ujarnya.

Kondisi itu membuat pemerintah daerah memilih meninjau kembali kebutuhan pembiayaan proyek sebelum proses tender dilaksanakan.

2. BPKPD hitung ulang nilai proyek

ilustrasi proyek (freepik.com/pressfoto)

Saat ini, Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Cirebon tengah mengevaluasi berbagai paket pekerjaan yang telah masuk rencana pengadaan tahun ini.

Penghitungan ulang dilakukan untuk memastikan nilai kontrak yang nantinya ditawarkan kepada penyedia jasa tetap realistis mengikuti perkembangan harga pasar.

Evaluasi tersebut mencakup proyek-proyek infrastruktur yang sebelumnya telah disiapkan untuk dilelang pada semester pertama tahun anggaran 2026.

Namun, perubahan kondisi ekonomi membuat pemerintah harus melakukan penyesuaian terhadap standar harga maupun standar belanja daerah.

"Akibat proses tersebut, target pelaksanaan tender mengalami kemunduran dari jadwal awal yang telah disusun pemerintah kota," ujar Iing.

3. Target lelang kembali bergulir bulan depan

ilustrasi proyek infrastruktur (pexels.com/Tom Fisk)

Meski demikian, Pemkot Cirebon memastikan proyek pembangunan tidak dibatalkan. Pemerintah optimistis seluruh proses harmonisasi regulasi dapat diselesaikan dalam waktu dekat sehingga tender bisa segera dilaksanakan.

“Mudah-mudahan setengah bulan sampai satu bulan ke depan sudah bisa dilaksanakan karena sedang dilakukan harmonisasi dokumen-dokumen aturan perundang-undangan,” kata Iing.

Penyesuaian tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian hukum sekaligus menjaga keberlanjutan proyek pembangunan daerah di tengah tekanan kenaikan biaya konstruksi.

Di tengah meningkatnya biaya pembangunan, Pemkot Cirebon juga melanjutkan langkah efisiensi belanja pemerintah.

Salah satunya melalui kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara dan pegawai BUMD setiap Jumat sejak 1 April 2026.

Selain itu, pemerintah mendorong penggunaan moda transportasi yang lebih hemat energi setiap Kamis. ASN dianjurkan menggunakan kendaraan umum, kendaraan non-BBM, maupun sepeda untuk menekan konsumsi bahan bakar.

“Itu ikhtiar kami mengajak semua pihak mengurangi penggunaan BBM seefisien mungkin,” ujar Iing.

Topics

Editorial Team

Related Article