Bandung, IDN Times – Direktur Utama Perumda Air Minum Tirtawening Kota Bandung, Rizky Mediantoro, langsung mendapat pekerjaan rumah besar di hari pertama menjabat. Ia diminta membenahi tata kelola keuangan perusahaan setelah Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyoroti sistem keuangan PDAM yang dinilai belum terintegrasi.
Sorotan tersebut bukan tanpa alasan. Farhan mengungkapkan pengelolaan keuangan di PDAM saat ini masih berjalan terpisah antarunit bisnis. Kondisi itu membuat manajemen baru harus lebih dulu merapikan fondasi tata kelola perusahaan sebelum berbicara mengenai target-target pengembangan usaha maupun peningkatan kinerja perusahaan.
Langkah awal yang dipilih Rizky pun bukan langsung menyusun program baru, melainkan menelusuri aturan internal yang selama ini menjadi dasar pengelolaan keuangan perusahaan.
