Ilustrasi pencoblosan (ANTARA FOTO/Arnas Padda)
Menurutnya, naiknya suara Golkar di KBB tak bisa dilepaskan dari terjalin baiknya konsolidasi jajaran pengurus dari tingkat pusat, provinsi, sampai kabupaten/kota. Sehingga menumbuhkan citra positif di masyarakat.
"Tak hanya itu soliditas para caleg di tiap daerah pemilihannya masing-masing juga memberi energi positif di mata masyarakat. Tentunya kepercayaan yang diberikan masyarakat kepada Partai Golkar pada Pemilu 2024 ini harus dibayar dengan kinerja yang baik dan bermanfaat bagi semua," tandasnya.
Dengan tingginya raihan suara partai, dipastikan Golkar bakal kembali menduduki posisi Ketua DPRD KBB. Ini mengulangi sejarah ketika awal KBB berdiri.
"Pada awal KBB berdiri tahun 2007 Golkar mampu meraih 17 kursi dan menempatkan kadernya sebagai Ketua DPRD KBB. Namun pada Pemilu 2009 turun menjadi 7 kursi," ujarnya.
Kemudian pada Pemilu 2014 harus kehilangan satu kursi menjadi 6 kursi. Kemerosotan partai yang berdiri pada masa Orde Baru inj kembali terjadi pada Pemilu 2019 yang hanya meraih 5 kursi.
"Alhamdulillah pada Pemilu 2024, suara Partai Golkar naik cukup signifikan. Apakah nantinya akan bertambah menjadi 9 kursi, kita tinggu saja pleno KPU KBB yang kabarnya akan dilaksanakan akhir Februari ini," ujar dia.