Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dikepung Banjir, Pemkab Bandung Tetapkan Status Tanggap Darurat
ilustrasi banjir bandang (pexels.com/Juan Moccagatta)
  • Pemkab Bandung resmi menetapkan status tanggap darurat setelah banjir dan longsor melanda beberapa kecamatan serta menelan satu korban jiwa.
  • Status ini mempermudah koordinasi dan penyaluran bantuan di enam kecamatan terdampak, termasuk wilayah yang baru dilaporkan mengalami banjir dan longsor tambahan.
  • Pemerintah menggelontorkan anggaran sekitar Rp900 juta dari BTT serta menerima bantuan Rp310 juta dari BNPB dan dukungan CSR untuk kebutuhan logistik warga terdampak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
awal April 2026

Cuaca ekstrem mulai melanda wilayah Kabupaten Bandung dan menyebabkan sejumlah wilayah terdampak banjir serta longsor.

15 April 2026

Seorang warga bernama Gina meninggal dunia setelah hanyut terseret arus sungai di Kampung Girang, Banjaran. Beberapa warga yang mencoba menolong juga ikut terseret arus.

18 April 2026

Pemerintah Kabupaten Bandung menetapkan status tanggap darurat kebencanaan setelah sebelumnya berstatus siaga darurat. Keputusan ini diambil karena bencana banjir dan longsor masih terjadi di beberapa kecamatan.

kini

Status tanggap darurat masih berlaku, bantuan logistik dan dana dari berbagai pihak telah disalurkan untuk membantu masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Bandung.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah Kabupaten Bandung menetapkan status tanggap darurat bencana setelah banjir dan longsor melanda sejumlah kecamatan serta menimbulkan satu korban jiwa akibat terseret arus sungai.
  • Who?
    Pemerintah Kabupaten Bandung melalui BPBD yang dipimpin Wahyudin, bersama aparat kepolisian seperti Kapolsek Banjaran Sudi Hartono, serta warga terdampak di beberapa wilayah.
  • Where?
    Bencana terjadi di enam kecamatan di Kabupaten Bandung, termasuk wilayah Banjaran, Sukarami, Rancaekek, dan Bojongsering Ciparay tempat korban ditemukan.
  • When?
    Status tanggap darurat ditetapkan pada Sabtu, 18 April 2026, setelah cuaca ekstrem berlangsung sejak awal April dan puncak kejadian terjadi pada 15 April 2026.
  • Why?
    Status dinaikkan karena banjir dan longsor terus terjadi hampir setiap hari di berbagai titik dengan dampak besar terhadap masyarakat serta adanya korban jiwa.
  • How?
    Peningkatan status dilakukan melalui keputusan Bupati agar penanganan lebih cepat; anggaran BTT sekitar Rp900 juta digeserkan dan bantuan dari BNPB serta lembaga lain disalurkan ke warga terdampak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Di Bandung ada banjir dan tanah longsor di banyak tempat. Satu orang meninggal karena terbawa air. Pemerintah sekarang bilang ini darurat supaya bisa cepat bantu orang. Banyak rumah kena air dan jalan susah dilewati. Ada uang dan bantuan dikasih buat orang yang kena musibah. Sekarang semua masih kerja bantu warga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Langkah cepat Pemerintah Kabupaten Bandung dalam menetapkan status tanggap darurat menunjukkan kesigapan dan koordinasi yang baik dalam menghadapi bencana. Dengan peningkatan status ini, penanganan di lapangan menjadi lebih efektif karena anggaran dan bantuan dapat segera disalurkan, termasuk dukungan dari BNPB, PDAM, serta CSR Bank bjb bagi warga terdampak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Pemerintah Kabupaten Bandung resmi menetapkan status tanggap darurat kebencanaan selama beberapa hari ke depan. Langkah ini diambil setelah terjadinya bencana alam banjir dan longsor selama sepekan kemarin hingga mengakibatkan satu orang meninggal terseret arus.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Bandung, Wahyudin mengatakan, pemerintah kabupaten sebelumnya sudah menerapkan status siaga darurat. Namun, karena saat ini peristiwa bencana alam seperti banjir terdapat di sejumlah kecamatan dan dampaknya hingga hari ini, maka status ditingkatkan.

"Sesuai hasil rapat hari kemarin, baru kemarin sore nah statusnya kita tingkatkan untuk supaya lebih efektif efisien penanggulangan penanggulangan bencana. Jadi kemarin sudah ditetapkan per hari ini SK Bupati," kata Wahyudin kepada IDN Times, Sabtu (18/4/2026).

1. Kabupaten Bandung resmi tetapkan status tanggap darurat

ilustrasi banjir bandang (pexels.com/Lam Tran)

Status kedaruratan bencana ini juga diterapkan untuk mempermudah penanganan di lapangan karena, berdasarkan data selama seminggu kemarin lokasi banjir dengan dampak yang besar ada di enam kecamatan.

"Jadi sekarang hari ini mulai ditetapkan sebagai statusnya tanggap darurat. Jadi meningkat dari siaga darurat menjadi tanggap darurat. Dan bencana juga membuat korban jiwa," kata dia.

Selain enam kecamatan ini, Wahyudin menyampaikan, per hari ini sudah ada beberapa titik banjir di wilayah yang lainnya. Dengan begitu, status kebencanaan turut dinaikkan.

"Contohnya hari ini tadi malam ada laporan juga di Sukarami ada mungkin limpasan air sampai masuk ke rumah seperti itu terus ada longsor juga," ucapnya.

"Jadi ada ada yang sekaligus yang tadi di hampir di enam kecamatan, ada yang satu dua peristiwa tuh, satu dua kejadian. Tapi itu sering, hampir setiap hari tuh datang datanya masuk ke kami," ujar Wahyudin.

2. Anggaran akan digelontorkan untuk penanganan Kebencanaan

ilustrasi banjir (unsplash.com/Dibakar Roy)

Kemudian, dengan sudah ditingkatkannya status kebencanaan maka untuk anggaran pemerintah pun bisa langsung digelontorkan untuk membantu para korban. Bahkan, beberapa bantuan untuk masyarakat pun sudah digelontorkan kepada masyarakat terdampak.

"Sebetulnya sudah terdistribusi bantuan dengan anggaran reguler. Kemudian juga kami kan memperoleh bantuan dari yang lain, dari BNPB. Sesuai kemarin yang diterima di Rancaekek, kami dapat bantuan kalau di sesuai yang tercantum itu Rp310 juta," ujar dia.

Selain itu, Pemkab Bandung juga menerima bantuan dari PDAM, ada CSR Bank bjb. Adapun untuk anggaran reguler dari BPBD Kabupaten Bandung baru ratusan juta Rupiah.

"Kalau di BPBD sendiri yang baru digeserkan itu anggaran BTT-nya baru sekitar Rp900 jutaan. Nah, sekarang belum kita masih mengajukan untuk kegiatan tanggap darurat terutama untuk pembunuhan kebutuhan logistik di masyarakat seperti itu," kata dia.

3. Seorang warga tewas terseret arus sungai

Banjir Rancabolang, Kota Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Sebelumnya cuaca ekstrem di wilayah Kabupaten Bandung sudah terjadi sejak awal April 2026. Atas kondisi ini satu warga di Kampung Girang, Banjaran, dinyatakan meninggal karena hanyut terseret aliran sungai, Rabu (15/4/2026).

Kejadian bermula saat salah satu korban atas nama Gina terjatuh akibat kondisi lingkungan yang tergerus air. Kemudian beberapa warga yang mencoba menolong justru ikut terseret arus di antaranya adalah Indra, Wildan, Ersih yang merupakan orangtua korban, dan Agus yang merupakan seorang satpam sekolah di Banjaran.

Kapolsek Banjaran Sudi Hartono menambahkan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.42 WIB. Berdasarkan keterangan saksi, awalnya satu orang hanyut, kemudian beberapa warga yang mencoba menolong justru ikut terseret arus.

"Di depan SMA 1 Banjaran, satpam atas nama Agus sempat menolong dan sempat ke pinggir. Namun kemungkinan karena arus cukup deras sehingga hanyut kembali," ujar Sudi.

Ia menyebut korban Gina telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di wilayah Bojongsering, Ciparay, dengan jarak terbawa arus sekitar 1 hingga 2 kilometer dari lokasi awal kejadian.

Editorial Team