26.318 Warga Jabar Terdampak Bencana Alam di Awal Tahun 2026

- Jawa Barat terdampak 18 kejadian bencana alam, termasuk banjir, cuaca ekstrem, dan tanah longsor.
- Sebanyak 26.318 orang terdampak, 190 orang mengungsi, dan banyak bangunan terendam di wilayah tersebut.
- Bencana paling banyak terjadi di Kabupaten Karawang, dengan peristiwa longsor dan banjir sebagai dampak cuaca ekstrem.
Bandung, IDN Times - Beberapa wilayah di Jawa Barat terdampak bencana alam selama awal tahun 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat mencatat, ada 18 kejadian bencana alam, sepuluh di antarnya banjir, enam cuaca ekstrem dan tanah longsor.
Bencana alam yang terjadi dalam rentang waktu 1-13 Januari 2026 membuat empat rumah rusak berat, sembilan rumah rusak sedang, 38 rusak ringan, dan 5.843 bangun terendam. Sementara, jumlah jiwa terdampak ada sebanyak 26.318 orang, 190 orang mengungsi, sebelas rumah ibadah terdampak, satu fasilitas kesehatan, tiga fasilitas pendidikan.
"Di Jawa Barat sendiri ini memang ada banjir, kemudian tanah longsor. Untuk banjir tercatat ada sepuluh kejadian, dan cuaca ekstrem enam kejadian, alhamdulillah kalau kekeringan tidak ada," ujar Kepala Pelaksana BPBD Jawa Barat, Teten Ali Mulku Engkun, Selasa (13/1/2026).
1. Karawang paling banyak terdampak

Untuk daerah paling banyak terjadi bencana di awal tahun 2026 ini, Teten mengungkapkan, semua wilayah di Jabar memang memiliki potensi terkena bencana alam. Namun, sampai saat ini bencana paling banyak terjadi di Kabupaten Karawang.
"Cuaca ekstrem paling banyak di Karawang, banjir juga di sana, karena dampak cuaca ekstrem itu tadi ya. Tercatat sekitar lima kejadian," ujarnya.
Peristiwa longsor skala kecil, kata Teten, juga turut terjadi di wilayah Karawang dalam beberapa hari kemarin. Namun, dari semua peristiwa kebencanaan ini tidak ditemukan adanya korban jiwa.
"Alhamdulillah korban jiwa sampai dengan hari ini masih nol. Kalau yang di Jatinangor, itu kan kecelakaan kerja yang empat orang itu, kecelakaan kerja, itu bukan bagian daripada bencana," katanya.
2. Jabar masih siaga kebencanaan

Meski begitu, selain Karawang ada juga beberapa wilayah yang terdampak bencana alam banjir, seperti di Sukabumi. Dengan banyaknya peristiwa kebencanaan, Teten mengingatkan agar pemerintah daerah tetap melakukan upaya mitigasi sesuai dengan anjuran pemerintah provinsi.
"Jabar masih berstatus siga dari kebencanaan sampai 30 April 2026, apa lagi saat ini cuacanya masih belum menentu. Pemerintah daerah diminta tetap melakukan mitigasi dini," ucapnya.
Sementara itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mencatat sedikitnya 15 kejadian bencana yang terjadi di sebelas kecamatan hanya dalam kurun waktu kurang dari 12 jam. Seluruh kejadian tersebut dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Sukabumi sejak pagi hari.
Data tersebut dihimpun melalui laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD yang menerima informasi beruntun dari petugas di lapangan.
3. Sukabumi juga mengalami kondisi yang parah

Manager Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna menjelaskan, cuaca ekstrem memicu tiga jenis bencana utama yakni tanah longsor, banjir, dan dampak cuaca ekstrem lainnya.
"Laporan mulai masuk sejak pukul 07.10 WIB hingga sore hari. Hampir semua petugas P2BK melaporkan kejadian di wilayah tugas masing-masing," kata Daeng, Senin (12/1/2026).
Adapun kecamatan yang terdampak antara lain Kabandungan, Ciemas, Surade, Cidolog, Nyalindung, Simpenan, Parakansalak, Bojonggenteng, Cibadak, Gunungguruh, Cisaat, hingga Palabuhanratu.
Peristiwa longsor menjadi kejadian yang paling banyak dilaporkan. Salah satu titik krusial berada di Ruas Jalan Nasional Bagbagan–Kiaradua, tepatnya di Kampung Cipamunguan, Kecamatan Simpenan. Material longsor menutup akses jalan sehingga BPBD harus berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menurunkan alat berat.
"Kondisi serupa juga terjadi di Desa Cipamingkis, Kecamatan Cidolog, di mana longsoran tanah menutup jalan provinsi dan menyebabkan kendaraan roda empat tidak dapat melintas," ujarnya.

















