Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dedi Mulyadi Tata Monju, 6 Truk Sampah Diangkut ke TPA Sarimukti
Petugas gabungan saat membersihkan area Monju Kota Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
  • Sebanyak 60 personel gabungan dari Pemkot Bandung dan Pemprov Jabar dikerahkan membersihkan kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Jabar selama empat hari sesuai arahan Gubernur Dedi Mulyadi.
  • Enam truk sampah berhasil mengangkut berton-ton sampah dari area Monju ke TPA Sarimukti, sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan pusat Kota Bandung.
  • Penataan Monju juga mencakup penertiban PKL, spanduk, serta penguatan keamanan agar kawasan menjadi ruang publik yang bersih, nyaman, dan menjadi contoh tata kota di Jawa Barat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
22 April 2026

Kegiatan penataan kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat (Monju) dimulai oleh personel gabungan dari Pemkot Bandung dan Pemprov Jabar sesuai arahan Gubernur Dedi Mulyadi.

25 April 2026

Sebanyak 60 personel gabungan melanjutkan pembersihan area Monju. Enam truk sampah diangkut ke TPA Sarimukti, sementara sebagian sampah masih tertahan karena armada belum datang.

kini

Penataan kawasan Monju terus berlanjut sebagai bagian dari upaya Pemprov dan Pemkot Bandung memperindah wajah ibu kota provinsi serta meningkatkan kualitas ruang publik.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Kegiatan penataan dan pembersihan kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat (Monju) dilakukan dengan mengangkut enam truk sampah ke TPA Sarimukti sebagai bagian dari upaya memperbaiki kebersihan dan tata ruang publik di pusat Kota Bandung.
  • Who?
    Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memimpin arahan kegiatan ini, melibatkan 60 personel gabungan dari Pemprov Jabar, Pemkot Bandung, Satpol PP, serta petugas kebersihan yang dikoordinasikan oleh Fajar Destian Firdaus dari Biro Umum Setda Jabar.
  • Where?
    Pembersihan berlangsung di kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat (Monju), mencakup area Jalan Dipatiukur, Jalan Singaperbangsa, Jalan Japati, hingga sekitar Pertamina di Kota Bandung.
  • When?
    Kegiatan dimulai sejak Rabu, 22 April 2026 dan berlanjut hingga Sabtu, 25 April 2026 dengan pelaksanaan pembersihan harian di berbagai titik kumuh sekitar Monju.
  • Why?
    Arahan Gubernur Dedi Mulyadi menekankan pentingnya wajah ibu kota provinsi yang bersih dan tertata agar mencerminkan standar tata kota yang baik serta meningkatkan kualitas ruang publik bagi masyarakat.
  • How?
    Pembersihan dilakukan secara manual menggunakan
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Banyak orang dari Bandung dan Jawa Barat kerja bareng bersihin tempat Monju yang kotor. Ada enam truk bawa sampah ke tempat buang sampah di Sarimukti. Pak Gubernur Dedi Mulyadi minta kota jadi bersih dan rapi. Sekarang petugas masih lanjut beresin jalan, spanduk, dan pedagang supaya Monju jadi indah dan nyaman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Kegiatan penataan kawasan Monju menunjukkan semangat kolaborasi yang kuat antara Pemprov Jawa Barat dan Pemkot Bandung dalam menciptakan lingkungan kota yang lebih tertib dan bersih. Dengan keterlibatan 60 personel lintas instansi serta dukungan peralatan lengkap, upaya ini mencerminkan keseriusan pemerintah memperindah ruang publik agar lebih nyaman, aman, dan layak dimanfaatkan masyarakat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Sebanyak 60 personel gabungan dari Pemkot Bandung dan Pemprov Jawa Barat dikerahkan untuk membersihkan titik-titik kumuh di kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Jabar (Monju), Sabtu (25/4/2026). Penataan ini dilakukan sesuai dengan arahan Gubernur Dedi Mulyadi.

Berdasarkan pantauan IDN Times di lapangan, para personel gabungan mulai membersihkan di samping area Monju yang sebelumnya kumuh dan penuh sampah. Pembersihan dilakukan dengan alat cangkul dan pembersih sampah lainnya.

Sampah yang sudah dikumpulkan ini dimasukkan kedalam karung oleh petugas, untuk kemudian diangkut truk sampah, dan dibuang langsung ke TPA Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat.

"Kegiatan hari ini yang kita laksanakan dengan kelanjutan dari hari-hari kemarin. Kalau total kita sudah empat hari di sini untuk pembersihan area-area yang seharusnya bersih arahan Pak Gubernur, arahan Pak Sekda, ujar Koordinator Monju, Biro Umum Setda Jawa Barat, Fajar Destian Firdaus saat ditemui di lokasi.

1. Pertugas gabungan bersumber dari Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung

Petugas gabungan saat membersihkan area Monju Kota Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Personel gabungan yang diterjunkan ini, kata Fajar, terdiri dari petugas kebersihan Pemkot Bandung dan Pemprov Jabar. Bahkan, ada beberapa di antaranya dari Satpam dan perangkat lainnya sesuai dengan arahan Gubernur Dedi Mulyadi.

"Kami melibatkan 60 personel baik itu dari biro umum dari satpam kebersihannya kita kerahkan sesuai dengan arahan pimpinan. Kemudian ada juga dari DLH kota," ucapnya.

Tidak hanya personel, perlengkapan penunjang lainnya untuk membersihkan dan menata Monju lebih bersih turut dikerahkan. Seperti truk pengangkut sampah dari Kota Bandung juga diturunkan.

"Kendaraan angkut dari DLH provinsi juga ada. Kemudian di area depan ada teman-teman Satpol PP yang memang terlibat dalam kegiatan pembersihan hari ini," jelasnya.

2. Pembersihan dilakukan secara menyeluruh di area Monju

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Meski berlokasi di pusat Kota Bandung, Kawasan Monju ini sebagian besar berada dalam pengelolaan Biro Umum Pemprov Jawa Barat. Sehingga, kebersihan dan juga hal teknis lainnya menjadi urusan pemerintahan provinsi.

Adapun kegiatan penataan ini sudah dilakukan empat hari terhitung sejak Rabu (22/4/2026). Target area yang akan dibersihkan meliputi semua titik yang kumuh di area tersebut.

"Kalau untuk sasarannya itu adalah sekitar wilayah Monju. Beberapa titiknya ada titik Jalan Dipatiukur yang di atas, kemudian ada yang di depan Kopma Unpad, kemudian di sini di area Jalan Singaperbangsa, di area Jalan Japati, juga di bawah di area Pertamina," kata Fajar.

Selama empat hari bekerja bersama menata Monju, Fajar mengatakan, petugas berhasil mengumpulkan sampah berton-ton sampah yang diangkut truk kemudian dibuang ke TPA Sarimukti. Artinya, sampah tidak dibuang sementara ke TPS.

"Kalau untuk tonasenya saya tidak terlalu paham betul, cuman untuk angkutan truknya hari kemarin saja kita dorong ke Sarimukti itu enam truk hari kemarin saja. Hari ini karena memang berkaitan dengan armada angkut yang belum datang sampahnya masih tertahan di sini," kata dia.

3. Dedi Mulyadi ingin Ibu Kota Jabar bersih tidak jelek

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Sebelumnya, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menekankan bahwa wajah ibu kota provinsi harus mencerminkan standar tata kota yang baik. Penataan kawasan Gedung Sate ini menjadi bagian dari upaya Pemprov Jawa Barat membangun wajah kota Bandung sebagai pusat pemerintahan yang lebih tertib, bersih, dan memiliki kualitas ruang publik yang layak.

"Ini Ibu Kota, Ibu Kota jangan lebih jelek dari ibu tiri," kata Dedi, beberapa hari kemarin.

Sekda Jabar Herman Suryatman juga mengatakan, upaya penataan Monju ini dilakukan bersama dengan Pemkot Bandung. Sehingga, petugas yang diturunkan sebagai dari pemerintah kota.

Dia menambahkan, penataan juga mencakup penertiban kawasan, seperti spanduk dan baliho, pengaturan pedagang kaki lima (PKL), serta penguatan aspek keamanan lingkungan.

"Kita ingin kawasan ini menjadi contoh. Sebuah ruang kota yang bersih, indah, nyaman, dan aman, sehingga masyarakat bisa memanfaatkannya sebagai ruang terbuka hijau untuk beraktivitas dan bercengkrama," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Bandung Iskandar Zulkarnaen menegaskan komitmen yang sama. Menurutnya kolaborasi akan mencakup berbagai sektor, mulai dari pengelolaan sampah, penataan infrastruktur, hingga pengaturan lalu lintas dan keamanan kota.

"Termasuk penanganan parkir liar, rekayasa lalu lintas, penataan PKL, serta ketertiban kawasan. Ujungnya tentu pada peningkatan pariwisata. Kalau kota sudah bersih, indah, nyaman, dan aman, maka kunjungan wisata akan meningkat dan berdampak pada pendapatan daerah," katanya.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah provinsi dan kota diharapkan mampu menjadikan kawasan Gedung Sate sebagai role model penataan kawasan perkotaan di Jawa Barat.

Editorial Team