Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dari Umpan Rumahan ke Produk Siap Pakai, Umpan Djempol Ikuti Perubahan
Dari Umpan Rumahan ke Produk Siap Pakai, Umpan Djempol Ikuti Perubahan (Dok. Djempol)
  • Umpan Djempol, didirikan Kang Ito pada 2006, berkembang dari produksi rumahan menjadi merek dengan lebih dari 20 lini produk dan distribusi ke berbagai wilayah Indonesia.
  • Memasuki 2026, Umpan Djempol memperkenalkan Pelet Campur Campur, Amisan Enzim Amino, Essen Mancing sachet, serta menyiapkan Pelet Siap Pakai Ati Ayam.
  • Masukan komunitas pemancing mendorong pengembangan formula, sterilisasi, kemasan praktis, dan komunikasi digital melalui YouTube serta media sosial.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Dunia memancing terus mengalami perubahan, termasuk dalam cara pemancing memilih hingga menggunakan umpan. Kebutuhan terhadap produk yang lebih praktis turut mendorong produsen umpan melakukan berbagai penyesuaian, baik dari sisi formula maupun proses produksi.

Perubahan tersebut juga dialami Umpan Djempol yang telah memasuki dua dekade perjalanan sejak didirikan Kang Ito pada 2006. Berawal dari produksi rumahan, produk ini dikembangkan dengan memperhatikan kebutuhan pemancing yang ditemui di lapangan.

Salah satu produk awalnya, Varian Reguler, masih menjadi bagian dari lini produk hingga saat ini. Varian tersebut mencakup sejumlah pilihan seperti Amis Spesial, Keju Susu, dan Pandan Wangi.

Seiring bertambahnya kebutuhan pemancing, pengembangan produk tidak lagi sebatas mencari formula baru. Umpan Djempol juga meningkatkan proses produksi, memanfaatkan mesin sterilisasi, serta mengembangkan teknologi dan kualitas kemasan agar lebih praktis digunakan.

1. Pengembangan produk mengikuti kebutuhan pemancing

Ilustrasi orang sedang memancing ikan (unsplash.com/bradydrogers)

Memasuki 2026 sebagai tahun ke-20, Umpan Djempol memperkenalkan sejumlah produk baru, di antaranya Pelet Campur Campur, Amisan dengan Enzim Amino, dan Essen Mancing dalam kemasan sachet. Produk Pelet Siap Pakai Ati Ayam juga tengah disiapkan untuk dirilis.

Pengembangan tersebut dilakukan untuk menjawab kebutuhan pemancing yang semakin beragam, terutama terhadap produk yang mudah digunakan. "Dari awal kami belajar dari pemancing. Apa yang dibutuhkan di lapangan, bagaimana kebiasaan pemancing berubah, itu menjadi masukan untuk kami dalam mengembangkan produk," ujar Kang Ito, pendiri Umpan Djempol, dalam siaran pers yang diterima IDN Times, Selasa (8/9/2026).

Inovasi juga mencakup aspek di luar formula umpan. Proses produksi, teknologi sterilisasi, hingga kemasan terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya menyesuaikan produk dengan pengalaman pemakaian di lapangan.

Dari produksi yang bermula di rumah, Umpan Djempol kini telah memiliki lebih dari 20 lini produk dengan distribusi yang menjangkau berbagai wilayah di Indonesia.

2. Masukan komunitas ikut menentukan arah inovasi

Ilustrasi Memancing (Pixabay/Pipsimv)

Selama perjalanan dua dekade, komunitas pemancing menjadi salah satu sumber masukan dalam pengembangan produk. Pengalaman pemancing di lapangan membantu melihat perubahan kebiasaan sekaligus kebutuhan yang muncul dari waktu ke waktu.

Masukan tersebut menjadi bagian dari proses evaluasi agar pengembangan produk tidak hanya berorientasi pada penambahan varian, tetapi juga mempertimbangkan kemudahan dan relevansinya bagi pemancing.

"Teknologinya berubah, cara komunikasinya berubah, produknya juga terus berkembang. Tapi dasarnya tetap sama, yaitu memahami dunia pemancing," kata Kang Ito.

Hubungan dengan komunitas kini turut berkembang melalui kanal digital. Setelah cukup lama aktif di YouTube, Umpan Djempol memperluas komunikasi melalui sejumlah media sosial dengan membagikan konten seputar produk, aktivitas memancing, serta komunitas.

3. Teknologi mengubah cara brand berkomunikasi

Dari Umpan Rumahan ke Produk Siap Pakai, Umpan Djempol Ikuti Perubahan (Dok. Djempol)

Perkembangan teknologi tidak hanya memengaruhi produk, tetapi juga cara sebuah brand berinteraksi dengan konsumennya. Kanal digital memberikan ruang bagi Umpan Djempol untuk menjangkau komunitas sekaligus mengikuti perubahan pola komunikasi pemancing.

Meski demikian, Kang Ito menilai perkembangan tersebut tidak mengubah dasar yang menjadi bagian dari perjalanan Umpan Djempol sejak awal, yakni memahami kebutuhan pemancing. Prinsip tersebut menjadi acuan ketika produk, proses produksi, dan cara komunikasi terus mengalami perubahan.

Memasuki usia 20 tahun, perjalanan Umpan Djempol menunjukkan bagaimana sebuah produk yang berawal dari skala rumahan dapat berkembang dengan mengikuti perubahan kebutuhan pasar. Adaptasi dilakukan melalui pengembangan formula, teknologi produksi, kemasan, hingga pemanfaatan kanal digital.

Evolusi tersebut pada akhirnya berjalan beriringan dengan perubahan dunia memancing di Indonesia. Dari umpan yang diproduksi secara sederhana hingga hadirnya berbagai produk siap pakai, perkembangan teknologi dan kebutuhan praktis menjadi bagian dari perjalanan industri umpan dalam memenuhi pengalaman pemancing yang terus berubah.

Curated For You

Editorial Team

Related Article