Bandung, IDN Times - Bandung selama puluhan tahun identik dengan angkot berwarna-warni yang lalu lalang di berbagai sudut kota. Kendaraan ini menjadi bagian dari denyut kehidupan warga, menghubungkan permukiman dengan pasar, sekolah, hingga pusat aktivitas ekonomi. Namun, di tengah tuntutan transportasi yang lebih modern dan ramah lingkungan, ada wajah baru angkot di Kota Bandung.
Angkutan berbasis listrik mulai menjalani uji coba di Kota Bandung. Sekilas, bentuknya mirip dengan minibus. Lebih besar dari angkot konvensional pada umumnya. Namun ketika mesinnya dinyalakan, tak terdengar suara deru mesin bahan bakar minyak (BBM) yang biasanya menjadi ciri khas kendaraan umum. Yang terdengar justru keheningan dan hanya suara fan dari air condicioner (AC) dan ban saat berjalan.
Kendaraan listrik ini diperkenalkan PT Marlip Indo Mandiri sebagai bagian dari uji coba konsep atau proof of concept (POC) untuk angkutan feeder perkotaan. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, armada ini akan menjadi salah satu langkah awal transformasi transportasi publik di Kota Bandung.
Direktur Operasional PT Marlip, Asep Kuswara, mengatakan angkot listrik tersebut disiapkan untuk melayani rute dari kawasan Gedebage menuju pusat Kota Bandung, termasuk Pasar Baru, sebelum kembali ke titik keberangkatan.
"Total ada 22 unit. Sebanyak 21 unit untuk operasional dan satu unit sebagai cadangan," kata Asep, disela uji coba Angklung (Angkot Listrik Kota Bandung), Selasa (8/9/2026).
