Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Cirebon Dipilih Jadi Sentra Sorgum Baru di Jawa Barat

Cirebon Dipilih Jadi Sentra Sorgum Baru di Jawa Barat
Ilustrasi tepung sorgum (freepik.com/evening_tao)
Intinya Sih
  • Pemerintah Provinsi Jawa Barat menetapkan Kabupaten Cirebon sebagai daerah percontohan pengembangan sorgum untuk memperkuat diversifikasi pangan dan membuka peluang ekonomi baru di sektor pertanian.
  • Panen perdana di lahan percontohan seluas 1,5 hektare menghasilkan sekitar 1,5 ton benih dasar yang akan digunakan memperluas budidaya sorgum hingga 150 hektare di wilayah lain.
  • Program ini didukung kolaborasi pemerintah dan industri, termasuk PT Dirgantara Indonesia, serta rencana ekspansi ke Sumedang guna memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi berbasis pertanian berkelanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Cirebon, IDN Times - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjadikan Kabupaten Cirebon sebagai daerah percontohan pengembangan tanaman sorgum guna memperkuat diversifikasi pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru di sektor pertanian.

Program ini diharapkan menjadi model pengembangan komoditas alternatif di tengah tantangan perubahan iklim dan kebutuhan pangan yang terus meningkat.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, mengatakan pengembangan sorgum merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk memperluas sumber pangan masyarakat selain beras. Tanaman serealia tersebut dinilai memiliki potensi besar karena dapat diolah menjadi berbagai produk pangan serta memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi.

Menurutnya, penguatan komoditas alternatif menjadi langkah penting untuk menjaga ketahanan pangan jangka panjang.

"Selain mampu menjadi sumber karbohidrat pengganti, sorgum juga memiliki kandungan nutrisi yang cukup lengkap sehingga dapat dikembangkan sebagai bahan baku berbagai produk pangan olahan," kata Erwan, Minggu (8/3/2026).

1. Panen perdana di lahan percontohan

ilustrasi sorgum (pixabay.com/Vijaya narasimha)
ilustrasi sorgum (pixabay.com/Vijaya narasimha)

Program percontohan pengembangan sorgum di Kabupaten Cirebon telah memasuki tahap panen awal. Panen tersebut dilakukan di lahan seluas sekitar 1,5 hektare di wilayah Plumbon yang sebelumnya telah melalui proses sertifikasi benih.

Dari lahan percontohan tersebut diperkirakan dihasilkan sekitar 1,5 ton benih dasar. Benih ini akan menjadi bahan utama untuk pengembangan produksi benih pada tahap berikutnya sehingga budidaya tanaman sorgum dapat diperluas ke wilayah lain.

Menurut Erwan, hasil dari lahan percontohan ini memiliki potensi besar untuk mendukung pengembangan sorgum dalam skala yang lebih luas.

Dengan proses perbanyakan benih secara bertahap, produksi dari lahan tersebut diperkirakan mampu menopang pengembangan tanaman sorgum hingga sekitar 150 hektare lahan pertanian.

"Pengembangan sistem perbenihan dinilai menjadi langkah penting agar ketersediaan bibit berkualitas dapat terjamin. Dengan demikian, perluasan budidaya sorgum di berbagai daerah dapat berjalan lebih cepat dan terstruktur," katanya.

2. Potensi ekonomi dari tanaman multifungsi

ilustrasi tepung sorgum dalam wadah (freepik.com/jcomp)
ilustrasi tepung sorgum dalam wadah (freepik.com/jcomp)

Erwan mengatakan, sorgum tidak hanya berfungsi sebagai sumber pangan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang luas karena hampir seluruh bagian tanamannya dapat dimanfaatkan.

Biji sorgum dapat diolah menjadi berbagai produk pangan seperti tepung, beras sorgum, hingga bahan baku makanan olahan lainnya. Tanaman ini juga dikenal memiliki kandungan protein, serat, dan antioksidan yang cukup tinggi serta bebas gluten sehingga cocok bagi masyarakat yang membutuhkan alternatif pangan selain beras dan gandum.

Selain bijinya, bagian batang tanaman juga memiliki potensi ekonomi yang cukup besar. Dari lahan percontohan seluas 1,5 hektare tersebut diperkirakan mampu menghasilkan sekitar 10 hingga 15 ton batang sorgum.

Batang tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan ternak, bahan produksi gula sorgum, hingga diolah menjadi bioetanol sebagai sumber energi alternatif. Pemanfaatan tersebut dinilai membuka peluang pengembangan industri baru berbasis hasil pertanian.

"Dengan potensi tersebut, pengembangan sorgum tidak hanya berdampak pada ketahanan pangan, tetapi juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di sektor pertanian serta meningkatkan nilai tambah bagi petani," tuturnya.

3. Dukungan industri dan pengembangan ke daerah Lain

tanaman sorgum (pixabay.com/bmac0)
tanaman sorgum (pixabay.com/bmac0)

Pengembangan sorgum di Cirebon tidak hanya melibatkan pemerintah daerah, tetapi juga mendapatkan dukungan dari sektor industri melalui program tanggung jawab sosial perusahaan.

Salah satu perusahaan yang terlibat dalam program ini adalah PT Dirgantara Indonesia yang memberikan dukungan dalam pengembangan budidaya serta pemanfaatan teknologi pertanian.

Kolaborasi antara pemerintah dan industri tersebut diharapkan mampu mempercepat pengembangan komoditas sorgum sekaligus meningkatkan kapasitas petani dalam mengelola tanaman tersebut secara lebih modern dan produktif.

Ke depan, pemerintah provinsi juga berencana memperluas program pengembangan sorgum ke daerah lain di Jawa Barat. Salah satu wilayah yang tengah dipersiapkan adalah Kabupaten Sumedang dengan potensi lahan sekitar 30 hingga 40 hektare yang akan dikelola melalui kerja sama pemanfaatan lahan dengan masyarakat setempat.

Menurut Erwan, tanaman sorgum memiliki keunggulan karena mampu tumbuh pada lahan dengan tingkat kesuburan rendah serta membutuhkan air yang relatif lebih sedikit dibandingkan tanaman pangan lainnya.

"Karakter tersebut membuat sorgum dinilai adaptif terhadap perubahan iklim sekaligus cocok dikembangkan di berbagai wilayah dengan kondisi lahan yang terbatas. Dengan pengembangan yang terencana, komoditas ini diharapkan dapat menjadi salah satu pilar baru dalam sistem pangan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi daerah," ujarnya.

Share
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More