Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cerita Ofisial Persib Dikeroyok Suporter Lawan: Saya Tiba-tiba Dipukul
Ilustrasi Pengeroyokan (Dok. IDN Times)
  • Media Officer Persib Pandu Persada mengaku dikeroyok dan dipukul di Rest Area KM 360 saat rombongan EPA Persib pulang ke Bandung; ia menyebut tidak ada interaksi sebelumnya.
  • Bus EPA Persib dilempari batu setelah kelompok suporter diduga mengintimidasi rombongan. Kaca belakang pecah, beberapa pemain mengalami luka ringan akibat serpihan, sementara Pandu sempat terpisah dari bus.
  • Sebanyak 33 pemain dan ofisial terdampak trauma. Tim tetap melanjutkan kompetisi, memakai bus berbeda dengan pengawalan; insiden dilaporkan akan ditindaklanjuti dan pengamanan tandang diperketat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pandu dan rombongan Persib berhenti di tempat istirahat saat pulang ke Bandung. Banyak orang diduga suporter lawan mengerumuni Pandu dan memukulnya. Bus Persib juga dilempari batu sampai kacanya pecah. Beberapa pemain luka kecil. Semua 33 orang takut. Mereka akhirnya pulang dengan bus lain dan dijaga petugas. Satu orang katanya sudah ditangkap.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah insiden yang mengguncang, solidaritas terlihat ketika petugas keamanan membantu Pandu menjauh dari kerumunan dan aparat mengawal rombongan hingga seluruh anggota tim kembali berkumpul. Keputusan tetap melanjutkan kompetisi, disertai rencana pengamanan perjalanan yang lebih memadai, mencerminkan upaya menjaga rasa aman bagi pemain dan ofisial.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Media Officer Persib Bandung, Pandu Persada, menjadi salah satu korban dugaan penyerangan terhadap rombongan tim Elite Pro Academy (EPA) Persib di Rest Area KM 360, Jawa Tengah, Minggu (11/10/2026) malam. Ia mengaku sempat dikerumuni dan dipukul oleh sekelompok orang yang diduga suporter tim lawan diduga The Jak, pendukung Persija,

Insiden tersebut terjadi saat rombongan Persib U-18 dalam perjalanan pulang ke Bandung setelah menjalani tur tandang. Ketika berhenti untuk beristirahat, Pandu dan sejumlah ofisial turun dari bus. Situasi yang awalnya kondusif berubah setelah sekelompok orang menyadari mereka merupakan rombongan Persib.

Pandu menceritakan kejadian itu saat ditemui di Pendopo Kota Bandung, Senin (12/10/2026). Ia mengatakan, rombongan tidak berinteraksi dengan kelompok tersebut sebelum insiden terjadi.

"Nah memang sepengetahuan saya enggak ada, gitu kita tuh enggak ada interaksi sama sekali dengan mereka tuh. Cuma ketika kita turun aja, mereka akhirnya ngeh gitu bahwa ini tuh rombongan Persib," kata Pandu.

1. Kami tidak menganggu mereka

Ilustrasi pengeroyokan (IDN Times/Aditya Pratama)

Pandu mengatakan, sebelum kejadian, seorang temannya sempat mengingatkan agar berhati-hati karena ada suporter tim lawan di lokasi yang sama. Namun, ia tidak terlalu khawatir karena merasa rombongan tidak melakukan tindakan yang mengganggu pihak lain.

"Udahlah nggak apa-apalah orang, ya kita ga ganggu, mudah-mudahan mereka juga ga ganggu, tapi ternyata saya salah," ujarnya.

Saat mereka hendak masuk bus, sekelompok orang tiba-tiba mengerumuni mereka. Salah seorang temannya bahkan sempat ditarik oleh massa. Pandu berusaha meminta agar temannya dilepaskan, tapi setelah rekannya berhasil masuk ke bus, ia justru terjebak di tengah kerumunan.

Ia mengaku sempat diminta melepas baju atau jaket yang memiliki logo Persib. Dalam situasi tersebut, Pandu juga mengalami pemukulan hingga terjatuh.

"Sampai akhirnya saya jatuh, terus salah satu di antara mereka akhirnya ada yang minta saya pergi," ungkapnya.

Pandu kemudian menyelamatkan diri ke tempat tambal ban terdekat. Ia menyebut petugas keamanan di sekitar lokasi turut membantunya agar tidak kembali dikerumuni massa.

Menurutnya, kondisi di lokasi yang gelap dan jumlah orang yang banyak membuat situasi semakin sulit. Ia juga menyebut sejumlah orang menutupi wajah sehingga sulit dikenali.

"Orangnya banyak banget dan lampunya gelap juga. Jadi saya juga hampir enggak bisa melihat gitu. Orang-orangnya juga ditutup wajahnya. Jadi memang enggak bisa dikenali," katanya.

Pandu berharap para pelaku segera ditangkap dan mendapat tindakan tegas. Ia juga mengaku telah bertemu dengan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, untuk membahas kejadian tersebut.

"Mudah-mudahan seperti yang tadi Pak Wali sampaikan. Bisa menemukan pelakunya. Udah ketangkap katanya satu orang," ujarnya.

Pandu menilai tindakan tersebut bukan bagian dari rivalitas sepak bola yang bisa dibenarkan, melainkan dugaan tindak kriminalitas.

"Ini bukan sepak bola. Ini bukan hal yang dibenarkan. Ini pure kriminalitas," tegasnya.

2. Bus EPA Persib dilempari batu, kaca belakang pecah

Bus Pemain Muda Persib Diserang di Rest Area Batang, Ofisial Dipukuli. IDN Times/Istimewa

Sementara itu, Pelatih EPA Persib, Tito Agung Setiawan, menjelaskan rombongan berhenti di Rest Area KM 360 untuk beristirahat setelah menempuh perjalanan jauh. Saat itu, ia menyadari terdapat suporter tim lain yang juga berada di lokasi tersebut.

Menurut Tito, situasi mulai memanas setelah kelompok tersebut mengetahui bus yang baru tiba membawa ofisial dan pemain Persib. Atribut yang dikenakan Pandu dan rombongan diduga membuat identitas mereka semakin jelas.

Tito mengatakan, ia sempat meminta anggota rombongan agar tidak keluar dari bus. Namun, beberapa orang dari kelompok tersebut masuk dan melakukan intimidasi.

"Ada satu dua orang yang masuk ya sambil mengkonfrontasi, mengintimidasi lah, memprovokasi kita, memaksa kita untuk turun dengan kata-kata kasar juga," kata Tito.

Ketegangan kemudian meningkat hingga bus rombongan dilempari batu. Akibatnya, kaca belakang di sisi kiri dan kanan bus pecah. Sejumlah pemain yang berada di dalam kendaraan mengalami luka ringan akibat terkena serpihan kaca.

"Sampai puncaknya bus kita dilempari dengan batu yang membuat pintu, eh kaca belakang bus kiri dan kanan itu pecah. Dan ada juga beberapa pemain yang ada di dalam bus terkena serpihan itu ya, luka-luka ringan terkena serpihan itu," ujarnya.

Tito juga mendapat informasi bahwa Pandu tidak bisa kembali ke bus karena dikeroyok. Ia dan pihak rombongan kemudian keluar untuk meminta bantuan kepada aparat kepolisian.

Setelah beberapa jam, seluruh anggota tim berhasil berkumpul kembali. Meski Pandu mengalami luka akibat dugaan pengeroyokan, seluruh rombongan akhirnya dapat melanjutkan perjalanan pulang ke Bandung dengan selamat.

3. Sebanyak 33 orang mengalami trauma, pengamanan tandang diperketat

instagram Persib Bandung

Tito menyebut terdapat 33 orang di dalam bus yang terdampak insiden tersebut. Selain mengalami kepanikan selama kejadian, para pemain dan ofisial juga merasakan trauma yang berpotensi memengaruhi kesiapan mereka menghadapi pertandingan berikutnya.

Meski demikian, ia memastikan tim tetap akan melanjutkan kompetisi. Rombongan juga memilih menggunakan bus berbeda saat kembali ke Bandung dengan pengawalan petugas untuk mengantisipasi kejadian serupa.

Tito mengaku belum mengetahui secara pasti pemicu penyerangan tersebut. Menurutnya, rombongan hanya berniat beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.

"Sebetulnya nggak ada pemicu, karena kita sama-sama berada di rest area, di situ kita normal saja. Kita tidak ada pemikiran untuk kita bertemu dengan kelompok suporter atau apa. Kita hanya pure memang pengen istirahat," katanya.

Ia juga mendapat informasi bahwa insiden tersebut akan ditindaklanjuti oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB). Ke depan, perjalanan tim akademi ke luar kota diharapkan mendapat pengamanan dan pengawalan yang lebih memadai.

Tito menilai, langkah pencegahan diperlukan agar pemain dan ofisial dapat menjalani kompetisi dengan rasa aman.

"Saya rasa tindakan pengamanan pencegahan itu membuat kami memberikan rasa aman yang berlebih. Yang membuat kami bisa, bisa dengan penuh rasa percaya diri dan aman untuk melanjutkan sisa kompetisi ini," tuturnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article