Bandung, IDN Times – Pekerja informal menjadi salah satu kelompok masyarakat yang berpotensi memperluas pasar industri pembiayaan di Indonesia. Namun, keterbatasan dokumen penghasilan formal masih menjadi kendala ketika mereka mengajukan pinjaman ke lembaga keuangan.
Kondisi tersebut membuka peluang bagi industri keuangan untuk mengembangkan metode penilaian kredit yang tidak hanya bergantung pada slip gaji atau bukti pendapatan konvensional. Terlebih, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2026 yang dikutip PT Credit Bureau Indonesia (CBI), sebanyak 59,42 persen pekerja di Indonesia berada di sektor informal.
Melihat potensi tersebut, CBI membidik 137 juta calon debitur agar memiliki peluang lebih besar mengakses pembiayaan. Perusahaan biro kredit swasta ini memperkenalkan empat solusi credit intelligence untuk membantu lembaga keuangan memperoleh informasi lebih komprehensif dalam menilai kemampuan bayar calon peminjam.
Inovasi tersebut diperkenalkan dalam forum CBI Connect 2026 bertema Leading the Next Era of Credit Intelligence di The St. Regis Jakarta, Jumat (30/10/2026). Forum ini dihadiri lebih dari 150 eksekutif senior dan pemangku kepentingan sektor jasa keuangan.