BGN Perintahkan SPPG di Jabar Unggah Menu MBG Ramadan ke Sosmed

- BGN memerintahkan seluruh SPPG di Jawa Barat untuk mengunggah menu MBG Ramadan lengkap dengan kadar gizi dan harga ke media sosial sebagai bentuk transparansi publik.
- Instruksi ini muncul setelah ditemukannya sejumlah menu MBG tidak layak konsumsi di wilayah Bandung Raya, seperti buah berbelatung dan porsi makanan yang tidak sesuai.
- Masyarakat diperbolehkan menyampaikan protes langsung ke SPPG atau memviralkan temuan di media sosial selama bertujuan memperbaiki kualitas layanan gizi selama Ramadan.
Bandung, IDN Times - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Barat diminta mengunggah menu MBG ke sosial media. Permintaan ini disampaikan langsung oleh Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Irjen Pol (Purn) Sonny Sonjaya di Bandung, Sabtu (7/3/2026).
Diketahui, pemberian MBG di bulan Ramadan ini sempat ramai di wilayah Bandung Raya, Jawa Barat, karena ada beberapa menu yang sudah tidak layak seperti ditemukan belatung dalam buah manggis dan juga lainnya.
1. SPPG wajib mengunggah menu ramadan di sosmed masing-masing

Selain itu warga Kota Bandung juga menemukan menu MBG yang tidak layak, seperti kue bolu dan jeruk, ada juga yang isinya hanya setengah porsi kentang rebus dan buah manggis.
Menanggapi hal itu Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Irjen Pol (Purn) Sonny Sonjaya mengatakan, pihaknya telah memerintahkan kepada petugas SPPG untuk mengunggah menu MBG beserta kadar gizi dan harganya melalui media sosial.
"BGN telah memerintahkan seluruh SPPG membuat media sosial sebagai sarana komunikasi antara SPPG dan masyarakat, dan wajib meng-upload menu makanan, kadar gizi serta harga," kata Sonny saat ditemui di Kota Bandung, Sabtu (7/3/2026).
2. Masyarakat bisa langsung protes ke SPPG

Sonny menuturkan, masyarakat dipersilakan memprotes secara langsung kepada SPPG apabila mendapatkan menu MBG yang tidak layak. Mem-viral-kan di media sosial pun diperbolehkan asalkan dengan tujuan perbaikan dan disertai dengan laporan ke SPPG terkait.
"Apabila tidak sesuai, masyarakat bisa protes. Itu salah satu bentuk transparansi dan akuntabilitas publik," ujarnya.
3. Penerima MBG boleh share, asal beri masukan

Meski begitu, BGN sendiri menyarankan agar masyarakat bisa langsung memprotes kepada SPPG langsung jika terdapat ketidaksesuaian menu MBG yang diterima selama bulan suci Ramadan ini.
"Kalau untuk di-viral-kan (di media sosial), kan punya tujuan tertentu. Kalau tujuannya untuk memperbaiki, silakan datangi SPPG-nya, minta lakukan perbaikan. Tapi kalau tujuannya viralkan itu, ya bergantung kepada niatnya masing-masing. Kami tidak bisa melarang," kata dia.

















