Bandung, IDN Times - Perhatian puluhan pasang mata mahasiswa Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia (UNIBI), Bandung, tertuju pada tingkah jenaka Mauldy Rauf Makmur, Direktur Eksekutif Dewan Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI). Dengan gaya santai Mauldy menjelaskan mengenai apa itu reksa dana dan kenapa berinvestasi pada instrumen ini sangat cocok untuk anak muda khususnya mahasiswa.
"Beli reksa dana itu ibarat kita beli lotek atau gado-gado. Semuanya itu sudah ada dipersiapkan kita tinggal makan saja. Bisa sih beli sendiri sayurnya, tapi kan tidak bisa sedikit-sedikit untuk jadi sepiring lotek," ungkap Mauldy mengilustrasikan apa itu reksa dana, Selasa (21/4/2026).
Di hadapan 70 mahasiswa Unibi, dia kemudian menjabarkan bahwa racikan aset dari reksana sangat aman karena dilakukan oleh manajer investasi yang menjadi koki dengan keahilannya. Alhasil investor hanya perlu menikmati racikan tersebut.
"Seperti kita kalau menikmati Omakase (konsep bersantap khas Jepang) lah," lanjut Mauldy.
Perumpamaan itu kemudian membuat seisi ruangan di lantai dua kantor BEI Jawa Barat terkesima, salah satunya adalah Siti Octaviana Nurhaliza. Mendapat penjabaran tersebut, mahasiswi semester enam ini semakin yakin untuk meningkatkan investasi khususnya pada instrumen reksa dana.
Kuliah di jurusan ekonomi, Octa, panggilannya memang sudah terbiasa mendenger istilah investasi dari semester satu. Hal ini kemudian dia coba dengan berinvestasi melalui apliaksi digital dan memasukkan sejumlah uang yang selama ini dimiliki setiap bulannya.
Selama tiga tahun berinvestasi, dia lebih banyak menyimpan uangnya dengan membeli saham sejumlah perusahaan yang terdaftar di bursa efek. Hanya sedikit saja dari tabungan yang disimpan di reksa dana.
"Di reksa dana memang belum banyak sih. Tapi enaknya reksa dana itu kan bisa nabung mulai dari berapapun. Jadi Rp10.000 ribu juga bisa dimasukkan kalau di reksa dana. Saya juga suka nabung sistemnya gitu," ungkap Octa saat berbincang dengan IDN Times.
Menurutnya, menabung dengan berinvestasi di berbagai instrumen lebih menguntungkan karena imbal hasil yang lebih besar dibandingkan hanya disimpan di perbankan. Uang hasil investasi ini pun nantinya akan dipakai Octa untuk membuka usaha setelah lulus dari kampus.
"Dari seminar ini saya makin yakin buat tambah terus inevstasi di reksa dana sih," ungkap Octa.
