Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Daftar Lima Daerah di Jabar dengan Investasi Tertinggi di 2025

IMG-20260121-WA0029.jpg
(Istimewa/IDN Times)
Intinya sih...
  • Realisasi investasi tertinggi di Jawa Barat mencapai Rp296,8 triliun sepanjang Januari–Desember 2025.
  • Sektor industri pengolahan menjadi kontributor terbesar dengan nilai investasi mencapai Rp158 triliun, diikuti oleh sektor real estat dan informasi serta komunikasi.
  • Investasi terbesar masih terkonsentrasi di beberapa daerah utama, seperti Kabupaten Bekasi, Karawang, Bogor, Subang, dan Purwakarta.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Barat menyatakan ada lima daerah yang memiliki realisasi investasi tertinggi. Dari lima itu salah satu diantaranya ada Kabupaten Bekasi yang mencapai Rp81,5 triliun.

Hal ini terungkap dalam Sarasehan Investasi Jawa Barat Tahun 2026 dengan mengusung tema "Transformasi Investasi Istimewa: Mewujudkan Masyarakat Unggul, Berwawasan Lingkungan, dan Berdaya Saing Global dengan menghadirkan sekitar 150 peserta dari unsur pemerintah, pelaku usaha, pengelola kawasan industri, akademisi, calon investor hingga asosiasi di kantor DPMPTSP Jabar, Rabu (21/1/2026).

1. Pemprov Jabar susun strategi untuk investasi di 2026

IMG-20260121-WA0031.jpg
(Istimewa/IDN Times)

Diketahui, berdasarkan data Kementerian Investasi/BKPM RI, realisasi investasi Jawa Barat sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai Rp296,8 triliun, melampaui target tahunan sebesar Rp271 triliun atau mencapai 109,9 persen. Investasi diklaim menyerap tenaga kerja sebanyak 454.046 orang di 27 kabupaten/kota.

Dalam struktur investasi Jawa Barat tahun 2025 menunjukkan keseimbangan yang positif antara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA). PMDN tercatat sebesar Rp149,8 triliun atau 50,5 persen, sementara PMA mencapai Rp146,9 triliun atau 49,5 persen.

Kepala DPMPTSP Jabar Dedi Taufik mengatakan, sektor industri pengolahan masih menjadi kontributor terbesar dengan nilai investasi mencapai Rp158 triliun, disusul sektor real estat sebesar Rp33,2 triliun serta informasi dan komunikasi sebesar Rp30,3 triliun.

Namun dari sisi kewilayahan, realisasi investasi terbesar masih terkonsentrasi di beberapa daerah utama. Adapun lima kabupaten dengan capaian investasi tertinggi pada tahun 2025 adalah Kabupaten Bekasi sebesar Rp81,8 triliun, Kabupaten Karawang Rp70,7 triliun, Kabupaten Bogor Rp32,4 triliun, Kabupaten Subang Rp18,2 triliun, dan Kabupaten Purwakarta Rp12,4 triliun.

"Konsentrasi ini menunjukkan bahwa sekitar 70 persen investasi Jawa Barat masih terpusat di wilayah tertentu, yang menjadi salah satu dasar pembahasan utama," ujar Dedi, Rabu (21/1/2026).

2. Mendorong investasi berdasarkan potensi setiap daerah

IMG-20260121-WA0027.jpg
(Istimewa/IDN Times)

Dengan begitu, pada 2026, promosi dan tawaran penanaman modal akan difokuskan pada penguatan arah kebijakan investasi berbasis kewilayahan dan tematik, guna mendorong pemerataan investasi sesuai dengan potensi dan karakteristik masing-masing wilayah.

"Kami ingin mendorong investasi berbasis potensi wilayah. Setiap daerah di Jawa Barat punya keunggulan masing-masing, dan itu harus diterjemahkan menjadi proyek investasi yang konkret dan siap ditawarkan," tambahnya.

3. Lima tahun ke depan potensi investasi di Jabar akan lebih meningkat

ilustrasi investasi
ilustrasi investasi (vecteezy.com/wattanaphob kappago)

Sementara, Kepala Bappeda Jabar Dedi Mulyadi dalam sesi paparan mengungkapkan adanya potensi investasi yang cukup besar di sektor pangan berdasarkan kebutuhan penduduk Jabar dalam lima tahun ke depan.

"Jabar itu krusial dan potensial untuk dijadikan pusat penanaman modal di Indonesia. Lima tahun yang akan datang pertumbuhan penduduknya luar biasa, ini salah satu potensi market bukan hanya sekedar industrinya saja yang dibangun tapi sekaligus juga pasar," katanya.

Menurutnya dengan proyeksi jumlah penduduk Jabar pada 2030 mencapai 52,69 juta jiwa berbanding lurus dengan tingginya kebutuhan pangan. Dedi mengambil proyeksi kebutuhan beras yang mencapai 4,28 juta ton/tahun, telur 428 ribu ton/tahun hingga daging ayam 578 ribu ton/tahun.

"Kebutuhan ini dan sembako yang lain akan meningkat secara tajam," katanya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More

Daftar Lima Daerah di Jabar dengan Investasi Tertinggi di 2025

21 Jan 2026, 20:22 WIBNews