Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bappenas Dorong Kampus Jadi Inkubator Talenta Global
Kampus ISBI Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
  • Bappenas mendorong perguruan tinggi menjadi ruang pengembangan talenta mahasiswa, tidak hanya berfokus pada akademik, melalui penguatan kompetensi, portofolio, dan jejaring profesional-global.

  • ISBI Bandung menekankan kampus perlu membina karakter, kreativitas, kepemimpinan, serta prestasi mahasiswa agar bakat tidak berhenti sebagai potensi dan karya memberi manfaat lebih luas.

  • Pengembangan talenta dan karya mahasiswa membutuhkan tata kelola serta kolaborasi selaras antara pemerintah, kampus, dunia usaha, masyarakat, dan media.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Selasa (27/10/2026)

Bappenas mendorong perguruan tinggi menjadi arena pengembangan potensi, kompetensi, portofolio, dan jejaring global mahasiswa dalam Talent Fest 2026 MTN Goes to Campus di ISBI Bandung.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Bappenas mendorong perguruan tinggi menjadi inkubator talenta global agar potensi mahasiswa berkembang menjadi kompetensi, portofolio, jejaring profesional, dan prestasi.
  • Who?
    Deputi Kementerian PPN/Bappenas Pungkas Bahjuri Ali, Wakil Rektor ISBI Bandung Indra Ridwan, mahasiswa, perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan media terlibat dalam pengembangan talenta.
  • Where?
    Pesan tersebut disampaikan dalam Talent Fest 2026 MTN Goes to Campus di GK Sunan Ambu, ISBI Bandung, Jalan Buahbatu, Kota Bandung.
  • When?
    Pernyataan Pungkas Bahjuri Ali dikutip pada Selasa, 27 Oktober 2026, dalam rangkaian Talent Fest 2026 MTN Goes to Campus.
  • Why?
    Mahasiswa berbakat memerlukan pembinaan dan kesempatan agar bakat tidak berhenti sebagai potensi, sementara karya mahasiswa perlu ruang untuk dikenal, dikembangkan, dan memberi manfaat di luar kampus.
  • How?
    Kampus didorong membina karakter, kreativitas, kepemimpinan, dan prestasi serta membangun kolaborasi dengan pemerintah, industri, masyarakat, dan ekosistem kreatif melalui tata kelola pengembangan talenta.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bappenas bilang kampus harus membantu mahasiswa menemukan bakatnya. Kampus tidak hanya tempat belajar. Mahasiswa juga perlu dibantu membuat karya, jadi pemimpin, dan kenal banyak orang. Pak Indra dari ISBI Bandung bilang bakat bisa layu kalau tidak dirawat. Sekarang kampus, pemerintah, usaha, dan media perlu bekerja bersama.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Penekanan Bappenas dan ISBI Bandung pada kampus sebagai ruang pembinaan menunjukkan perhatian yang semakin terarah terhadap perjalanan mahasiswa di luar capaian akademik. Dengan dukungan karakter, kreativitas, kepemimpinan, portofolio, jejaring, serta kolaborasi lintas pihak, bakat mahasiswa berpeluang memperoleh ruang yang lebih nyata untuk berkembang, sementara karya mereka dapat terhubung dengan masyarakat dan ekosistem kreatif.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Lulus kuliah tidak otomatis membuat seseorang mampu bersaing di dunia profesional. Begitu pula mahasiswa berbakat yang belum tentu bisa berprestasi jika tidak mendapat ruang pembinaan dan kesempatan untuk mengembangkan kemampuannya.

Persoalan inilah yang membuat perguruan tinggi dituntut mengambil peran lebih besar dalam pengembangan talenta nasional. Kampus tidak cukup hanya berfokus pada kegiatan akademik, tetapi juga perlu memastikan potensi mahasiswa bisa berkembang menjadi kompetensi dan prestasi.

"Kampus diharapkan menjadi arena bagi mahasiswa untuk mengenali potensi diri, mengembangkan kompetensi, dan membangun portofolio serta jejaring keilmuan secara profesional dan global," kata Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas, Pungkas Bahjuri Ali, pada Talent Fest 2026 MTN Goes to Campus, di GK Sunan Ambu ISBI Bandung, Jalan Buahbatu, Kota Bandung, dikutip Selasa (27/10/2026).

1. Memastikan bakat mahasiswa tidak berhenti sebagai potensi

Kampus ISBI Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ISBI Bandung, Indra Ridwan mengatakan, kampus perlu menjadi ruang pembentukan karakter, kreativitas, kepemimpinan, dan prestasi.

"Kampus adalah ruang pembentukan karakter, kreativitas, kepemimpinan, dan prestasi di bidang riset, seni budaya, serta olahraga. Bakat yang tidak diberi ruang akan layu, sebaliknya yang dibina akan berbuah prestasi," kata Indra.

Bagi mahasiswa, menghasilkan karya merupakan satu tahap. Tantangan berikutnya adalah bagaimana karya tersebut bisa dikenal, dikembangkan, dan memiliki manfaat di luar lingkungan kampus.

2. Hasil karya jangan berhenti setelah produksi

Ilustrasi kampus atau universitas. (IDN Times/Muhammad Surya)

Persoalan ini menjadi relevan bagi perguruan tinggi seni dan budaya. Karya yang dihasilkan mahasiswa membutuhkan ruang untuk bertemu dengan masyarakat, industri, dan ekosistem kreatif yang lebih luas.

Indra menyoroti pentingnya tata kelola pengembangan talenta agar hasil karya mahasiswa tidak berhenti setelah proses produksi selesai.

"Kolaborasi menjadi sangat penting, karena perguruan tinggi tidak bisa berdiri sendiri. Kalau sekarang bicara realitas, perguruan tinggi seni memproduksi karya seni, setelah jadi mau diapakan? Untuk itulah, tata kelola pengembangan talenta sangat penting," ujarnya.

3. Prestasi dunia membutuhkan pembinaan yang konsisten

ilustrasi kampus/universitas (IDN Times/Muhammad Surya)

Lebih lanjut, Indra mengibaratkan pengembangan talenta layaknya sebuah pertunjukan orkestra. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, hingga media memiliki perannya masing-masing yang harus dimainkan secara selaras.

"Kolaborasi menjadi sangat penting, karena perguruan tinggi tidak bisa berdiri sendiri. Kalau sekarang bicara realitas, perguruan tinggi seni memproduksi karya seni, setelah jadi mau diapakan? Untuk itulah, tata kelola pengembangan talenta sangat penting," ujarnya

Curated For You

Editorial Team

Related Article