Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bantuan Kemensos Warga KBB Disunat Pihak Desa Sebesar Rp1,2 Juta!
Keluarga penerima bantuan di Bandung Barat. (IDN Times/Bagus F)

Bandung Barat, IDN Times - Di tengah pandemi COVID-19, bantuan sosial dari pemerintah mungkin menjadi harapan satu-satunya bagi keluarga Budi Hidayat, warga Kampung Lebak Lisung, RT 04/06, Desa Baranangsiang, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Meski namanya masuk dalam daftar penerima bantuan sosial tunai (BST) dari Kementerian Sosial, keluarga Budi harus menelan ludah lantaran bantuan yang seharusnya ia terima utuh, nyatanya 'disunat' oleh oknum pegawai Desanya.

Ditemui di kediamannya, Dede (44), istri Budi Hidayat mengungkapkan, keluarganya seharusnya menerima BST senilai Rp 1,8 juta untuk 3 bulan. Namun, Dede hanya menerima Rp600 ribu atau sama dengan jatah sebulan dari bantuan Kemensos.

"Uang bantuan saya dipotong Rp 1,2 juta sama pihak desa. Harusnya saya terima Rp1,8 juta, tapi hanya Rp 600 ribu. Ya saya enggak bisa menolak," kata Dede saat ditemui, Selasa (21/7/2020).

1. Diminta tanda tangan tanpa penjelasan

Keluarga penerima bantuan Kemensos di Bandung Barat. (IDN Times/Bagus F)

Dede mengatakan, dirinya bergegas mengambil jatah BST ke Kantor Pos di Kecamatan Sindangkerta pada Rabu (15/7) lalu. Tidak sendiri, Dede berangkat dengan sejumlah tetangganya yang juga bernasib sama.

Raut wajah Dede berubah ketika BST senilai Rp1,8 juta miliknya dipangkas. Oknum dari pegawai desa memintanya untuk menandatangani surat yang Dede tak mengetahui. Dengan tanda tangan itu, secara tidak langsung ia dipaksa sepakat bahwa BSTnya dipangkas.

"Saya disuruh tanda tangan. Belum sempat saya baca. Saya tanda tangan saja. Pihak desa juga gak menjelaskan. Ternyata surat itu adalah surat penyataan agar uang bantuannya dipotong," paparnya.

2. Niat benahi rumah harus kandas

Keluarga penerima bantuan Kemensos di Bandung Barat. (IDN Times/Bagus F)

Sebelum berangkat untuk mengambil BST, Dede sudah mengalokasikan bantuan berupa uang tunai Rp1,8 juta itu untuk beberapa kebutuhannya yang mendesak. Namun, harapan itu kandas di tangan oknum pegawai desa yang tega memotong BST miliknya sampai Rp1,2 juta.

"Saya sudah merencanakan uangnya buat bayar utang, bayar sekolah, sama beli keperluan anak sekolah. Sisanya mau buat benerin dapur yang udah mau roboh. Sampai sekarang, saya masih banyak utang soalnya enggak punya uang buat bayar," ujarnya.

3. Keluarga tak bisa berbuat banyak

Penerima bantuan Kemensos di Bandung Barat. (IDN Times/Bagus F)

Meski pahit, Dede mencoba ikhlas menerima hal itu. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Dede dan suami rela bekerja sebagai apapun. Menjadi buruh tani, tukang bangunan atau apapun selagi ada rizki yang ia dapat maka ia jalani.

"Saya dengan pasrahnya saja memberikan uang itu. Padahal dalam hati sedih, saya juga nangis terus karena itu kan hak saya, rezeki saya, tapi diambil paksa sama orang lain," tuturnya.

4. Sempat tanyakan ke pihak desa namun tak ada jawaban

Kondisi rumah penerima bantuan Kemensos di Bandung Barat. (IDN Times/Bagus F)

Budi Hidayat, suami Dede hanya bisa pasrah dengan beban ekonomi yang harus ia tanggung. Ia mengaku sudah menanyakan ulang untuk apa sebenarnya pemotongan BST milik keluarganya itu. Namun lagi-lagi, Budi hanya menemui jalan buntu.

"Saya sudah minta penjelasan ke dua orang yang jadi perwakilan desa, tapi tetap tidak memberikan jawaban," kata Budi.

5. Desa berdalih untuk pemerataan bantuan

Sekdes Baranangsiang, Kecamatan Cipongkor, Bandung Barat. (IDN Times/Bagus F)

Ditemui terpisah, keterangan Sekertaris Desa Baranangsiang, Iwan Saputra berbanding terbalik dengan keluarga Budi. Iwan berdalih, pemotongan yang pihak Desa lakukan sudah berdasar pada kesepakatan dua belah pihak. Menurut Iwan, pemotongan itu dilakukan demi pemerataan bantuan ke warga kurang mampu lainnya.

Iwan menyebutkan, ada sekitar 24 keluarga yang BSTnya dipangkas. Besaran uang pemangkasan itu pun menurutnya berbeda-beda sesuai dengan kesanggupan dan sukarela BST milik warga. Dari total 24 BST yang disunat, uang bisa terkumpul sekitar Rp20 juta.

"Terkumpul sekitar Rp20 juta sampai Rp30 juta. Kita sudah salurkan kepada 34 keluarga dengan rata-rata Rp400 ribu per KK," kata Iwan.

Editorial Team

Related Article