Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
  • Pemprov Jawa Barat menilai drainase yang terhalang pilar jalur Whoosh menjadi salah satu penyebab banjir di Cibaduyut, karena saluran tidak tersambung memadai ke sungai.

  • Hasil peninjauan menemukan air hanya tertampung dan berputar di area drainase, lalu meluap ke jalan saat hujan akibat belum ada jalur pembuangan baru.

  • Pemprov akan berkoordinasi dengan KCIC dan pemerintah Bandung untuk membangun sambungan drainase menuju sungai, dengan target penganggaran 2027; komitmen KCIC belum dijelaskan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2 November 2026

Pemprov Jawa Barat meninjau banjir Cibaduyut dan menemukan drainase terhalang pilar KCIC sehingga tidak tersambung memadai ke sungai. Pemerintah akan meminta KCIC membuat sambungan drainase.

2027

Pembuatan drainase yang melintasi jembatan KCIC ditargetkan masuk penganggaran.

hingga saat ini

Rencana sambungan drainase masih akan dikoordinasikan. Belum ada tanggapan atau komitmen KCIC terkait permintaan tersebut.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pemprov Jawa Barat meminta pembangunan sambungan drainase menuju sungai di Cibaduyut setelah saluran air terhalang pilar jalur Whoosh dan dinilai memicu banjir.
  • Who?
    Pemprov Jawa Barat, Sekda Jabar Herman Suryatman, KCIC, Pemerintah Kota Bandung, dan Pemerintah Kabupaten Bandung terlibat dalam rencana penanganan drainase.
  • Where?
    Di kawasan Cibaduyut, wilayah perbatasan Kota Bandung dan Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada saluran drainase yang berada dekat pilar KCIC.
  • When?
    Herman Suryatman menyampaikan hasil peninjauan pada Senin, 2 November 2026. Pembangunan sambungan drainase ditargetkan masuk penganggaran tahun 2027.
  • Why?
    Saluran drainase tidak tersambung memadai ke sungai karena terhalang pilar KCIC. Air kemudian tertampung dan meluap ke jalan saat hujan.
  • How?
    Pemprov Jabar akan berkoordinasi dengan KCIC dan pemerintah daerah untuk membuat drainase sekitar 20 meter menuju sungai. Pelaksana proyek hingga saat ini belum ada kepastian.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di Cibaduyut terjadi banjir karena air hujan tidak bisa mengalir ke sungai. Ada tiang jalur kereta Whoosh yang membuat saluran air berhenti. Pemerintah Jawa Barat meminta KCIC membuat sambungan saluran air ke sungai. Mereka mau bicara bersama dan berharap saluran itu bisa dibuat pada tahun 2027.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Peninjauan langsung dan komunikasi lintas pemerintah menunjukkan adanya perhatian bersama terhadap persoalan banjir Cibaduyut. Rencana sambungan drainase yang relatif dekat menuju sungai, didukung koordinasi dengan Kota Bandung dan Kabupaten Bandung serta target penganggaran 2027, membuka ruang penanganan yang lebih terarah bagi aliran air di kawasan tersebut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Pemerintah Provinsi Jawa Barat meminta agar pihak kereta cepat Indonesia-China (KCIC) membenahi saluran drainase yang buntu akibat terhalang pilar jalur Whoosh. Hal tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab banjir di kawasan Cibaduyut, perbatasan Kota Bandung dan Kabupaten Bandung.

Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, mengatakan pihaknya telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi untuk memetakan penyebab banjir. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan saluran drainase di wilayah Kota Bandung yang tidak memiliki sambungan memadai menuju sungai setelah terhalang pilar KCIC.

"Di Cibaduyut, di wilayah Kota Bandung-nya. Ada drainase yang mentok, di sana ada pilar KCIC. Makanya kami akan minta KCIC drainasenya disambungkan ke sungai yang kurang lebih di sana paling 20 meteran kok, enggak jauh," ungkap Herman, Senin (2/11/2026).

1. Drainase harus benar agar air bisa dibuang ke sungai

Sekda Pemprov Jabar Herman Suryatman (IDN Times/Siti Fatimah)

Menurut Herman, keberadaan saluran yang hanya menjadi tempat penampungan air tanpa jalur pembuangan justru memperburuk kondisi saat hujan.

"Dan tidak dibuatkan drainase (baru), hanya dibuatkan di sana tempat bermain air gitu, jadi cai mulek (air berputar) di situ. Padahal yang kita butuhkan bukan hanya mulek di sana, tapi ada drainasenya kemudian bisa tersalurkan ke sungai. Karena air mulek di sana akhirnya banyak ya tumpah ke jalan," tuturnya.

2. Pemprov Jabar segera koordinasi dengan KCIC

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Pemprov Jabar berencana meminta KCIC membangun sambungan drainase agar air dapat mengalir menuju sungai. Meski begitu, Herman belum memastikan apakah pembangunan tersebut sepenuhnya akan dikerjakan KCIC atau melibatkan pemerintah daerah.

"Kami akan koordinasi dengan KCIC dan kami minta untuk dibuatkan drainase sambungan. Kami juga antisipasi apakah langsung KCIC atau dibuatkan oleh Kota Bandung, oleh Provinsi. Memang terus terang di sana bukan kewenangan kami, tetapi kan lintas. Kalau diantep (dibiarkan) ya tidak akan selesai-selesai," katanya.

3. Anggaran perbaikan drainase masuk di RAPBD 2027

Sekda Jabar Herman Suryatman (IDN Times/Azzis Zul Khairil)

Pembangunan drainase tersebut ditargetkan masuk dalam penganggaran 2027. Herman mengatakan pemerintah provinsi telah berkomunikasi dengan Wali Kota Bandung, Bupati Bandung, serta jajaran sekretaris daerah dari kedua wilayah.

"Alhamdulillah semua support di 2027 akan dianggarkan untuk pembuatan drainase yang melintasi jembatan KCIC," katanya.

Namun, hingga saat ini rencana tersebut masih berupa langkah yang akan dikoordinasikan. Belum ada penjelasan mengenai tanggapan maupun komitmen KCIC terkait permintaan pembangunan sambungan drainase tersebut.

Curated For You

Editorial Team

Related Article