Sungai Cipager di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat pascabanjir bandang
Hujan deras yang mengguyur kawasan hulu Sungai Cipager di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, pada Jumat (17/1/2025) malam menjadi pemicu terjadinya banjir bandang. Curah hujan yang sangat tinggi ini menyebabkan debit air sungai meningkat secara drastis dalam waktu singkat.
Akibatnya, tanggul sungai tidak mampu menahan tekanan air dan akhirnya jebol, membuat air meluap ke permukiman penduduk. Peristiwa ini menimbulkan dampak besar, terutama bagi warga di lima kecamatan yang terdampak langsung oleh banjir tersebut.
Banjir bandang yang terjadi secara tiba-tiba ini mengejutkan banyak warga yang tidak sempat menyelamatkan harta benda mereka. Ribuan rumah di sepanjang aliran Sungai Cipager tergenang air, merusak perabotan, alat elektronik, hingga dokumen penting milik warga.
Selain itu, derasnya arus air menyeret beberapa kendaraan, termasuk tiga unit mobil. Dua di antaranya ditemukan tersangkut di aliran sungai sekitar Desa Palir, Kecamatan Tengahtani, dengan kondisi rusak berat.
Sebanyak 2.403 warga dilaporkan terdampak langsung oleh banjir ini. Banyak dari mereka terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman karena rumah mereka tidak lagi layak huni.
Selain itu, keberadaan puing-puing yang terbawa arus turut menghambat proses evakuasi. Namun, berkat kerja sama yang solid, banyak warga berhasil diselamatkan dan dievakuasi ke tempat yang lebih aman.
Beberapa sekolah di wilayah terdampak bahkan harus menunda kegiatan belajar mengajar karena ruang kelas terendam air dan fasilitas penunjang rusak.
Di sisi lain, masyarakat setempat masih bergotong royong untuk membersihkan sisa-sisa banjir di lingkungan mereka. Lumpur tebal dan puing-puing yang terbawa arus menjadi tantangan tersendiri dalam proses pembersihan.