Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Atasi Persoalan Sampah, Farhan-Dadang Matangkan Pembukaan TPA Jelekong

Atasi Persoalan Sampah, Farhan-Dadang Matangkan Pembukaan TPA Jelekong
Pengangkutan sampah ke TPA Sarimukti. dok Pemkot Bandung
Intinya Sih
  • Pemkot dan Pemkab Bandung berencana membuka kembali TPA Jelekong sebagai solusi sementara penumpukan sampah, menggantikan peran TPA Sarimukti yang sudah kelebihan kapasitas.
  • Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan kerja sama pengelolaan sampah harus konkret, bukan sekadar wacana, termasuk rencana kolaborasi dalam proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).
  • Kabupaten Bandung menghasilkan sekitar 1.800 ton sampah per hari dan mendorong pengembangan fasilitas modern seperti PLTSa untuk mengubah sampah menjadi sumber energi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandung, IDN Times - Pemerintah Kota Bandung dan Kabupaten Bandung masih kelabakan dalam urusan menangani sampah. Meski berbagai program penanggulangan sampah habis dari rumah sudah digencarkan, tapi masih banyak masyarakat yang membuang sampah ke tempat pembuangan sementara (TPS) yang menimbulkan penumpukan.

Di sisi lain, tempat pembuangan akhir (TPA) Sarimukti sudah membatasi tonase sampah yang dibawa dari masing-masing daerah. Sebab, kondisi di TPA tersebut pun sudah memprihatinkan dengan sampah yang menggunung.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkot Bandung dan Pemkab Bandung makin serius dalam membuka TPA Jelekong. Tempat ini disebut bisa menjadi alternatif sementara sebelum dibukanya TPA Legok Nangka di perbatasan Bandung-Garut.

"Pak Gubernur (Dedi Mulyadi) punya ide untuk membuka tidak hanya Legok Nangka dan Sarimukti, tapi juga mendorong agar Jelekong itu bisa dijadikan salah satu alternatif untuk dua daerah, Kabupaten Bandung dan Kota Bandung," kata Farhan, Senin (30/3/2026).

1. Cukup layak untuk dipakai

IMG-20260323-WA0017.jpg
Pengangkutan sampah ke TPA Sarimukti. dok Pemkot Bandung

TPA Jelekong di Baleendah, Kabupaten Bandung, secara resmi ditutup pada akhir tahun 2005 karena sudah tidak mampu menampung volume sampah. Namun, pada tahun 2026 lokasi eks TPA Jelekong ini direncanakan kembali untuk dikembangkan menjadi solusi pengelolaan sampah regional di Bandung Raya akibat penumpukan di Sarimukti.

Farhan menyebut, Kementerian Lingkungan Hidup sudah melakukan tinjauan dan menilai tempat ini sekarang sudah layak jika ingin digunakan kembali. Dalam waktu dekat Farhan bahkan akan menghadap ke kementerian untuk membicarakan pembukaan tersebut.

Untuk meminimalisir potensi penolakan dari masyarakat sekitar, Pemkot dan Pemkab berencana membuat jalur khusus. "Tinggal membangun jalur akses khusus dari Tegalluar ke Jelekong," kata dia.

2. Pembukaan ini jangan hanya wacana

TPK Sarimukti (Humas/Pemprov Jabar)
TPK Sarimukti (Humas/Pemprov Jabar)

Sebelumnya, Bupati Bandung, Jawa Barat, Dadang Supriatna menegaskan kerja sama penanganan sampah di kawasan Bandung Raya harus diwujudkan secara nyata dan tidak hanya berhenti pada wacana. Menurutnya, Pemkab Bandung selalu terbuka untuk berkolaborasi dengan daerah lain, termasuk dalam pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa), selama memiliki konsep yang jelas dan dapat direalisasikan.

“Pemerintah Kabupaten Bandung welcome (terbuka), hanya jangan teori. Jadi kalau mau berkolaborasi atau sharing (berbagi) pembiayaan harus konkret, jangan hanya wacana saja,” katanya.

Ia juga mencontohkan sejumlah program pembangunan yang membutuhkan koordinasi antar-wilayah sehingga diperlukan komitmen bersama agar rencana yang telah disusun dapat diwujudkan.

Menurut dia, pembahasan teknis kerja sama tersebut nantinya akan dilakukan oleh perangkat daerah terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup serta Sekretariat Daerah.

3. Ada 1.800 sampah tiap hari dari Pemkab Bandung

ilustrasi sampah
ilustrasi sampah (freepik.com/rawpixel.com)

Dadang menambahkan komunikasi dengan Wali Kota Bandung juga telah direncanakan, tetapi pertemuan kemungkinan baru dilakukan setelah Lebaran karena pemerintah daerah saat ini fokus pada persiapan arus mudik dan arus balik Idul Fitri.

Ia mengatakan Kabupaten Bandung saat ini menghasilkan sekitar 1.800 ton sampah per hari sehingga pemerintah daerah mendorong pengembangan fasilitas pengolahan sampah yang lebih modern.

“Kabupaten Bandung saja sekitar 1.800 ton sampah per hari. Sementara kebutuhan untuk operasional PLTSa minimal sekitar 500 sampai 1.000 ton per hari,” katanya.

Menurut dia, potensi produksi sampah tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi apabila dikelola melalui fasilitas pengolahan seperti PLTSa.

Share
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More