Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Aplikasi PCMB Bermasalah, Dedi Mulyadi Copot Kepala Tikomdik Disdik
(IDN Times/Azzis Zulkhairil)
  • Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mencopot Kepala UPTD Tikomdik Suhendar setelah menemukan banyak keluhan terkait aplikasi baru dalam proses PCMB dan SPMB 2026.
  • Dedi menilai aplikasi buatan Tikomdik tidak terintegrasi dengan sistem Diskominfo Jabar, padahal kebijakan provinsi melarang perangkat daerah membangun aplikasi sendiri.
  • Penanganan teknis SPMB dikembalikan ke Diskominfo Jabar dengan Mark Aditya sebagai Plh Kepala Tikomdik, memastikan kesiapan sistem sebelum pendaftaran resmi dibuka 15 Juni 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
9 Juni 2026

Dedi Mulyadi mendatangi Disdik Jabar dan berdialog dengan orang tua siswa terkait masalah aplikasi PCMB dan SPMB 2026. Setelah itu, ia memerintahkan Kepala BKD Jabar Dedi Supandi untuk mencopot Suhendar dari jabatan Kepala UPTD Tikomdik.

10 Juni 2026

Dedi Mulyadi menyatakan bahwa Kepala UPTD Tikomdik dinonaktifkan sementara. Ia menunjuk Mark Aditya, Kabid e-Government Diskominfo Jabar, sebagai pelaksana harian Kepala UPTD Tikomdik.

15 Juni 2026

Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 dijadwalkan resmi dibuka. Dedi memastikan proses ini akan dipimpin pejabat yang memahami urusan IT agar berjalan lancar.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mencopot Kepala UPTD Tikomdik Disdik Jabar, Suhendar, setelah ditemukan masalah pada aplikasi Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) dan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.
  • Who?
    Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat; Suhendar, Kepala UPTD Tikomdik yang dicopot; Dedi Supandi dari BKD Jabar; serta Mark Aditya dari Diskominfo Jabar sebagai pejabat pelaksana harian.
  • Where?
    Peristiwa terjadi di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Bandung, saat Gubernur melakukan kunjungan dan dialog dengan orang tua siswa.
  • When?
    Pencopotan dilakukan pada Rabu, 10 Juni 2026, sehari setelah pertemuan antara Gubernur dan orang tua siswa pada Selasa, 9 Juni 2026.
  • Why?
    Tindakan diambil karena aplikasi baru PCMB dan SPMB mengalami gangguan teknis serta tidak terintegrasi dengan sistem Diskominfo Jabar yang telah dibangun sebelumnya.
  • How?
    Dedi Mulyadi memerintahkan pencopotan melalui BKD Jabar dan menunjuk Mark Aditya dari Diskominfo sebagai pelaksana sementara agar proses SPMB kembali berjalan lancar menjelang pembukaan resmi 15 Juni mendatang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Aplikasi sekolah di Jawa Barat rusak dan banyak orang tua susah daftar anaknya. Gubernur Dedi marah dan ganti kepala bagian yang buat aplikasi itu. Orang yang salah namanya Pak Suhendar, sekarang tidak kerja dulu. Sekarang urusan komputer dipegang orang baru dari Diskominfo supaya nanti pendaftaran sekolah bisa lancar lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Langkah cepat Gubernur Dedi Mulyadi dalam menanggapi kendala aplikasi PCMB menunjukkan komitmen kuat terhadap transparansi dan profesionalisme sistem pendidikan di Jawa Barat. Dengan mengalihkan penanganan teknis ke Diskominfo dan menunjuk pejabat berkompeten di bidang IT, pemerintah memastikan proses penerimaan murid baru berjalan lebih terarah, terintegrasi, dan sesuai standar yang telah ditetapkan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turut menemukan beberapa problema yang dihadapi oleh orangtua murid selama gelaran Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) dan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Salah satu yang menjadi sorotan yaitu aplikasi pendaftaran yang ternyata dibuat baru.

Adapun keluhan yang disampaikan beragam, mulai dari akun yang belum terverifikasi, kendala masuk ke sistem, data yang tidak terbaca, hingga peserta yang sebelumnya mengikuti program Sekolah Maung namun harus kembali mendaftar melalui jalur reguler.

1. Kepala Tikomdik diberhentikan sementara

(IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Selanjutnya, Dedi memerintahkan Kepala Badan Kepegawaian (BKD) Jabar Dedi Supandi mencopot Suhendar usai mendatangi Disdik Jabar dan berdialog dengan orang tua siswa pada Selasa (9/6/2026). Dedi Mulyadi juga menunjukan ketidakpuasan penjelasan tim Tikomdik atas kekisruhan yang terjadi.

"Betul. Kepala UPTD Tikomdik untuk sementara dinon-aktifkan dulu," katanya, Rabu (10/6/2026).

Suhendar yang bertanggung jawab dicecar Dedi terkait penerapan aplikasi baru dalam SPMB dan tidak terintegrasi dengan sistem yang sudah dibangun Dinas Komunikasi dan Informatika Jabar dua tahun terakhir.

"Anda mengerti gak bidang ini? Anda latar belakangnya apa? Siapa yang merekomendasikan Anda di bidang ini?" Kata Dedi.

2. Kasusnya akan ditangani terlebih dahulu sampai terdapat pejabat definitif baru

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Dedi menegaskan jika pihaknya sejak awal menetapkan kebijakan jika seluruh aplikasi di Pemprov Jabar dibangun oleh Diskominfo, organisasi perangkat daerah dilarang untuk membangun aplikasi sendiri.

Teknis SPMB selanjutnya kembali ditangani oleh Diskominfo Jabar. KDM menunjuk Kepala Bidang e-Goverment Diskominfo Jabar Mark Aditya sebagai Plh Kepala UPTD Tikomdik.

"Ditangani dulu sampai ada definitif pejabat baru," katanya.

3. PCMB seharusnya dijadikan sebagai pemetaan para calon murid baru

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Dedi memastikan kelancaran urusan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 yang rencananya akan resmi dibuka 15 Juni 2026 harus dipimpin oleh pejabat yang memahami urusan IT.

Dia juga menegaskan jika PCMB hanya langkah awal untuk memetakan seluruh calon siswa di sekolah negeri di Jawa Barat sebelum pendaftaran resmi.

PCMB berfungsi sebagai instrumen pemetaan awal agar pemerintah daerah dapat mengetahui sebaran dan kesiapan calon peserta didik di seluruh wilayah Jawa Barat.

Menurutnya, proses tersebut menjadi bagian penting sebelum SPMB dibuka secara resmi.

"Pemetaan calon murid baru (PCMB) itu tujuannya untuk memetakan seluruh siswa di seluruh sekolah provinsi Jawa Barat di sekolah-sekolah negeri," ujarnya.

SPMB sendiri baru akan dibuka pada 15 Juni 2026. Setelah itu, calon siswa yang telah memenuhi syarat akan langsung masuk ke tahap penempatan sesuai hasil seleksi.

Editorial Team

Related Article