Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
8 Bulan Tak Diangkut, Sampah Menggunung di Pasar Cihaurgeulis
Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil
  • Sampah menggunung di samping dan belakang Pasar Cihaurgeulis, Bandung, dilaporkan telah hampir delapan bulan tidak diangkut hingga mengganggu aktivitas pedagang dan warga.
  • Tumpukan yang disebut melingkari pasar memicu bau menyengat; sebagian warga juga membuang sampah di area belakang pasar meski lokasi tertutup seng dari pandangan depan.
  • Pedagang Tini menyebut ada iuran kebersihan dan pengangkutan, tetapi sampah baru dibawa setelah menumpuk; ia meminta pemerintah segera menangani seluruh timbunan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
hampir delapan bulan

Menurut pedagang Tini, sampah di Pasar Cihaurgeulis tidak diangkut selama hampir delapan bulan.

3 September 2026

Tumpukan sampah dilaporkan mengganggu aktivitas pedagang dan warga karena bau menyengat. Tini meminta pemerintah segera mengangkut seluruh sampah di pasar.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Tumpukan sampah menggunung di sekitar Pasar Cihaurgeulis dan menimbulkan bau menyengat yang mengganggu aktivitas pedagang serta warga.
  • Who?
    Pedagang dan warga sekitar pasar, termasuk Tini (65), terdampak kondisi tersebut. Petugas pasar membersihkan area, sementara warga disebut melakukan pengangkutan sampah.
  • Where?
    Di Pasar Cihaurgeulis, Kelurahan Sukaluyu, Kecamatan Cibeunying Kaler, Kota Bandung, terutama di sisi dan bagian belakang pasar.
  • When?
    Kondisi itu dilaporkan pada Kamis, 3 September 2026. Menurut Tini, sampah sudah hampir delapan bulan tidak diangkut seluruhnya.
  • Why?
    Sampah disebut dibiarkan menumpuk sebelum diangkut dalam jumlah beberapa truk. Sejumlah warga juga dilaporkan membuang sampah di sela bagian belakang pasar.
  • How?
    Sampah ditutup karung dan terhalang seng dari bagian depan, tetapi terlihat menggunung dari lantai dua pasar. Petugas pasar menyapu setiap hari, sedangkan pengangkutan warga disebut tiga kali seminggu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sampah di Pasar Cihaurgeulis, Bandung, sudah menumpuk hampir delapan bulan. Sampahnya banyak sekali dan baunya tajam. Tini, seorang pedagang berumur 65 tahun, merasa terganggu. Petugas pasar menyapu tiap hari, tapi sampah baru diangkut kalau sudah sangat banyak. Tini ingin pemerintah segera membawa semua sampah supaya pedagang dan warga nyaman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah persoalan tumpukan sampah, upaya kebersihan di Pasar Cihaurgeulis masih tampak melalui petugas yang menyapu setiap hari serta keterlibatan warga dalam pengangkutan tiga kali sepekan. Iuran rutin dari pedagang dan warga juga mencerminkan adanya kepedulian bersama terhadap kenyamanan aktivitas pasar, meski penanganannya belum memadai.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Tumpukan sampah yang menggunung di Pasar Cihaurgeulis, Kota Bandung sudah sangat menggangu aktivitas para pedagang. Pasalnya, sampah tersebut sudah hampir satu tahun tidak ditangani oleh pemerintah Kota Bandung.

Berdasarkan pantauan IDN Times, tumpukan sampah ini tertutup menggunakan karung hingga menggunung di samping Pasar Cihaurgeulis. Di tampak depan, masyarakat memang tidak bisa melihat langsung karena tertutup oleh seng. Namun, setelah dilihat langsung dari lantai dua pasar, sampah terlihat jelas dan menumpuk.

1. Warga dan pedagang terganggu

Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil

Bahkan, berdasarkan keterangan warga setempat tumpukan sampah tersebut sudah melingkari pasar. Sejumlah oknum masyarakat juga sering ikut membuang sampah di sela-sela belakang pasar. Bau menyengat pun sudah sangat menggangu masyarakat.

Seperti yang dirasakan langsung oleh Tini (65 tahun). Dia yang merupakan warga sekaligus pedagang pasar merasa tumpukan sampah tersebut sangat menggangu dan tidak urung dilakukan penanganan.

"Kondisinya sudah sangat merepotkan, menurut saya seperti itu, bau juga menyengat," ujar Tini saat ditemui di lokasi, Kamis (3/9/2026).

2. Sampah baru diangkut setelah menumpuk

Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil

Warga RT 3 RW 10, Kelurahan Sukaluyu, Kecamatan Cibeunying Kaler ini juga mengatakan, setiap bulannya memang ada iuran untuk penanganan sampah. Di pasar juga diberikan iuran setiap harinya sebesar RP6.000 (dibayar pada pagi hari Rp3.000, dan siang hari Rp3.000).

"Kalau petugas, setiap hari nyapu. Petugas pasar yang bersih-bersih. Terus yang ngangkut dari warga seminggu tiga kali," kata dia.

Meski begitu, pengangkutan sampah ini dilakukan menunggu menumpuk terlebih dahulu. Artinya, tidak langsung diangkut kemudian diselesaikan ke TPA.

"Diangkut, cuma nanti menumpuk dulu sampai beberapa truk gitu," ucapnya.

3. Berharap Pemkot Bandung segera menangani persoalan ini

Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil

Lebih lanjut, Tini berharap pemerintah bisa turut menyelesaikan persoalan tersebut dan bisa mengangkut semua gunungan sampah yang ada di Pasar Cihaurgeulis, agar tidak ada lagi bau menyengat dan membuat kenyamanan para pedang.

"Saya berharap segera ditangani, agar pedagang dan masyarakat bisa nyaman saat berjualan dan beraktifitas, karena ini sudah hampir delapan bulan tidak diangkut, sepengetahuan saya begitu," katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article