Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
23 Daerah di Jabar Dilanda Kekeringan Akibat Kemarau Disertai El Nino
Ilustrasi kekeringan (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)
  • Kemarau panjang disertai El Nino memicu kekeringan di 23 kabupaten dan kota Jawa Barat, berdampak pada 450.383 warga dari 140.765 kepala keluarga di 153 kecamatan.
  • BPBD Jabar telah mendistribusikan 8,7 juta liter air bersih hingga 10 Agustus 2026; Bekasi, Bogor, dan Karawang menerima pasokan terbanyak karena banyak warga terdampak.
  • Jawa Barat juga menghadapi kebakaran hutan sekitar 1 hektare di Gunung Gede Pangrango; warga diimbau tidak masuk hutan atau membawa rokok selama kemarau.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
10 Agustus 2026

BPBD Jawa Barat telah mendistribusikan 8,7 juta liter air bersih ke wilayah terdampak kekeringan.

Senin (10/8/2026)

Gubernur Dedi Mulyadi mengimbau masyarakat tidak masuk hutan sambil membawa rokok selama kemarau dan El Nino untuk mencegah kebakaran.

Selasa (11/8/2026)

BPBD Jabar menyatakan Kabupaten Bekasi, Bogor, dan Karawang menerima distribusi air bersih terbanyak karena banyaknya warga terdampak kekeringan sumber air.

saat ini

Sebagian kabupaten dan kota di Jawa Barat mengalami kekeringan akibat kemarau panjang yang disertai fenomena El Nino.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kekeringan akibat kemarau panjang yang disertai El Nino melanda 23 kabupaten dan kota di Jawa Barat. BPBD Jawa Barat telah mendistribusikan 8,7 juta liter air bersih hingga 10 Agustus 2026.
  • Who?
    Sebanyak 450.383 warga dari 140.765 kepala keluarga terdampak. BPBD Jawa Barat, BPBD kabupaten/kota, Baznas, PMI, PDAM, BBWS, Kodim, komunitas, dan dunia usaha menyalurkan bantuan air.
  • Where?
    Warga terdampak berada di 153 kecamatan dan 334 kelurahan/desa di Jawa Barat. Distribusi terbesar tercatat di Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Karawang.
  • When?
    Distribusi air bersih tercatat hingga 10 Agustus 2026. Kepala Pelaksana BPBD Jawa Barat Teten Ali menyampaikan data tersebut pada 11 Agustus 2026.
  • Why?
    Kemarau panjang yang disertai fenomena El Nino menyebabkan sumber air mengering dan warga di sejumlah wilayah Jawa Barat membutuhkan pasokan air bersih.
  • How?
    BPBD Jawa Barat meminjamkan mobil tangki, memetakan ancaman, menyosialisasikan mitigasi, serta berkoordinasi dengan instansi pemilik sumber daya air. Bantuan disalurkan oleh berbagai lembaga ke wilayah terdampak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di Jawa Barat, 23 daerah kekurangan air karena kemarau panjang dan El Nino. Banyak orang sulit dapat air bersih. BPBD dan banyak pihak mengirim 8,7 juta liter air. Bekasi, Bogor, dan Karawang dapat air paling banyak. Sekarang juga ada kebakaran hutan di Gunung Gede Pangrango. Pak Dedi minta orang jangan bawa rokok atau main api di hutan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah kekeringan yang meluas, penyaluran 8,7 juta liter air bersih menunjukkan respons nyata bagi warga terdampak di berbagai daerah Jawa Barat. Kolaborasi BPBD, pemerintah daerah, lembaga kemanusiaan, komunitas, dan dunia usaha, disertai peminjaman mobil tangki serta pemetaan ancaman, memperlihatkan upaya penanganan yang terkoordinasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Sebagian kabupaten dan kota di Jawa Barat saat ini tengah mengalami bencana kekeringan akibat kemarau panjang disertai fenomena El Nino. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar pun turut mendistribusikan 8,7 juta liter air bersih sampai dengan 10 Agustus 2026.

Berdasarkan data dari BPBD Jabar ada 23 kabupaten dan kota di Jawa Barat yang membutuhkan bantuan air bersih. Pemerintah provinsi pun dipastikan sudah menyalurkan ke daerah-daerah yang mengalami kekeringan tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Jabar, Teten Ali mengatakan, tiga wilayah yang mendapat distribusi air bersih terbanyak yakni Kabupaten Bekasi 3,8 juta liter, Kabupaten Bogor 1,5 liter dan Kabupaten Karawang 595.000 liter.

"Besarnya pendistribusian air bersih ke tiga wilayah itu dilakukan dengan pertimbangan banyaknya jumlah warga terdampak kekeringan sumber air. Di Kabupaten Bekasi, jumlah warga terdampak kekeringan sumber air sebanyak 44.892 orang. Mereka berada di sembilan kecamatan," kata Teten, Selasa (11/8/2026).

1. Bantuan air bersih disalurkan dari berbagai sumber

Ilustrasi kekeringan (IDN Times/Margith Juita Damanik)

Sementara, di Kabupaten Bogor sebanyak 170.892 orang di 30 kecamatan yang terdampak kekeringan sumber air. Adapun, warga di Kabupaten Karawang yang mengalami kekeringan sumber air sebanyak 27.553 orang di lima kecamatan.

Total warga terdampak kekeringan sumber air di Jawa Barat sebanyak 450.383 orang yang terdiri dari 140.765 kepala keluarga. Mereka berada di 153 kecamatan di 334 kelurahan/ desa.

"Bantuan air bersih kepada masyarakat tak hanya berasal dari BPBD kabupaten/kota, tetapi juga Baznas, Palang Merah Indonesia (PMI), PDAM, dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Selain itu, Kodim, komunitas dan dunia usaha," katanya.

2. Jabar masih waspada terhadap bencana kekeringan

Ilustrasi kekeringan di wilayah NTB (Antara Foto)

Sementara itu dukungan BPBD Provinsi Jawa Barat diwujudkan dengan meminjamkan beberapa mobil tangki air untuk penyaluran air bersih di kabupaten kota, juga memetakan dinamika potensi ancaman. Di sisi lain, mereka juga mensosialisasikan upaya mitigasi kekeringan di media sosial serta terus mengkoordinasikan ketersediaan air bersih dengan instansi-instansi lain yang memiliki sumber daya.

Selain kekeringan, Jabar juga dilanda kebakaran hutan di mana sudah terjadi di beberapa daerah, salah satu di antaranya wilayah Gunung Gede Pangrango. Berdasarkan hasil pemantauan resmi petugas di lapangan, total area yang terdampak kobaran api diperkirakan seluas 1 hektare.

3. Dedi Mulyadi larang masyarakat masuk ke hutan

Ilustrasi kekeringan. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM sebelumnya juga meminta agar masyarakat tidak sembarangan masuk ke hutan dalam kondisi kemaru disertai dengan fenomena El Nino itu. Masyarakat diimbau tidak merokok di kawasan hutan karena dapat berpotensi membuat kebakaran.

Menurut KDM, masyarakat yang nekat masuk ke hutan dan merokok dalam kondisi kemaru saat ini berpotensi membuat kebakaran. Maka itu ia meminta agar berhati-hati dan tidak masuk ke area hutan yang ada di wilayah masing-masing.

"Ya, semua orang harus hati-hati. Jangan pergi ke hutan bawa rokok, karena itu memiliki implikasi yang cukup luas. Pokoknya gini deh, di selama kemarau ini jangan main dengan api," kata Dedi, Senin (10/8/2026).

Curated For You

Editorial Team

Related Article