Cirebon Makin Panas, Inflasi 2,86 Persen Bikin Harga Tak Bersahabat

- Kelompok makanan, kesehatan, dan pendidikan jadi penyumbang utama inflasi
- Transportasi, perumahan, hingga restoran ikut menguat dalam inflasi bulanan
- Inflasi bulanan 0,42%, tekanan akhir tahun masih terkendali menurut Plt Kepala BPS Kota Cirebon
Cirebon, IDN Times - Kota Cirebon mencatat inflasi year on year (yoy) sebesar 2,86 persen pada Desember 2025 dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 108,26. Angka ini mencerminkan tekanan harga yang kian terasa di berbagai kelompok pengeluaran, terutama pada komoditas pangan, kesehatan, dan pendidikan.
Kenaikan harga terjadi merata di sebagian besar kelompok, meski ada satu sektor yang mengalami deflasi. Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Cirebon, Ujang Mauludin, menjelaskan inflasi yoy tersebut dipicu oleh naiknya harga pada mayoritas kelompok pengeluaran.
“Kenaikan harga terjadi di hampir semua kelompok, terutama makanan, minuman, dan tembakau, kesehatan, serta pendidikan,” ujar Ujang, Selasa (6/11/2026).
Menurutnya, pergerakan harga sepanjang 2025 relatif terkendali, namun tekanan pada akhir tahun cukup terasa seiring meningkatnya permintaan masyarakat menjelang libur panjang dan perayaan akhir tahun.
1. Makanan, kesehatan, dan pendidikan jadi penyumbang utama

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar dengan inflasi 5,04 persen. Kenaikan harga bahan pangan, rokok, serta minuman olahan mendorong indeks kelompok ini naik signifikan. Kondisi tersebut sejalan dengan tingginya konsumsi rumah tangga pada akhir tahun.
Sektor kesehatan juga mencatat kenaikan tinggi sebesar 5,62 persen. Ujang menilai, peningkatan tarif layanan kesehatan, obat-obatan, serta permintaan layanan medis berkontribusi terhadap lonjakan ini.
“Permintaan layanan kesehatan cenderung stabil sepanjang tahun, tetapi ada penyesuaian harga pada beberapa layanan dan produk,” katanya.
Sementara itu, kelompok pendidikan mengalami inflasi 4,84 persen, dipengaruhi oleh penyesuaian biaya pendidikan, perlengkapan sekolah, serta jasa penunjang pendidikan.
“Setiap awal dan akhir tahun ajaran, kelompok pendidikan memang rentan mengalami kenaikan,” kata Ujang.
2. Transportasi, perumahan, hingga restoran ikut menguat

Selain sektor utama, sejumlah kelompok lain juga mencatat inflasi. Kelompok transportasi naik 1,04 persen, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat. Kelompok pakaian dan alas kaki mengalami inflasi 1,57 persen, sementara perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga naik 1,15 persen.
Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga tercatat inflasi 0,25 persen, relatif lebih rendah dibanding sektor lain. Ujang menyebut, tarif energi yang cenderung stabil membantu menahan laju inflasi di kelompok ini.
Di sisi lain, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran mengalami inflasi 3,21 persen, didorong oleh naiknya biaya bahan baku dan tingginya permintaan makan di luar rumah. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga naik 3,33 persen.
Menariknya, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan tidak mengalami perubahan harga alias 0,00 persen, sementara kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya justru mengalami deflasi -1,04 persen.
3. Inflasi bulanan 0,42 persen, tekanan akhir tahun masih terkendali

Secara month to month (mtm), Kota Cirebon pada Desember 2025 mengalami inflasi 0,42 persen. Angka ini menunjukkan adanya kenaikan harga dibanding November 2025, namun masih dalam batas yang terkendali.
Ujang menambahkan, secara year to date (y-to-d) atau kumulatif sepanjang Januari–Desember 2025, inflasi Kota Cirebon juga berada di angka 2,86 persen. Artinya, tekanan harga sepanjang tahun relatif stabil dan sejalan dengan inflasi y-on-y.
“Secara umum, inflasi Cirebon masih terkendali dan tidak menunjukkan lonjakan ekstrem. Namun, pemerintah daerah tetap perlu mewaspadai kelompok pangan, kesehatan, dan pendidikan karena menjadi penyumbang utama,” kata Ujang.
Ia juga mendorong penguatan koordinasi antarinstansi, terutama dalam menjaga pasokan pangan, stabilitas harga, serta kelancaran distribusi. Dengan langkah antisipatif tersebut, diharapkan inflasi Cirebon pada 2026 tetap berada dalam rentang sasaran yang ditetapkan pemerintah.

















