Comscore Tracker

Banyak yang Keliru, Ini 5 Langkah Efektif Cuci Tangan pakai Sabun

Sekitar 70 persen masyarakat belum patuh mencuci tangan

Bandung, IDN Times - Pada 2020, Kementerian Kesehatan menerbitkan sebuah buku panduan dengan judul Protokol Pemicuan dan Verifikasi Lima Pilar STBM pada Situasi Pencegahan dan Pengendalian COVID-19. Buku itu merunut apa saja faktor penyebaran virus corona, dan cara mencegahnya dari lingkup terkecil.

Salah satu pemicu menyebarnya angka kasus penyebaran COVID-19 ialah malasnya masyarakat dalam membersihkan tangannya. Tidak hanya sesimpel menggunakan hand sanitizer, membersihkan tangan idealnya dilakukan dengan air mengalir dan menggunakan sabun.

Bagaimana cara yang paling benar dan efektif dalam hal ini? Berikut penjelasannya:

1. Dimulai dengan membasuh tangan menggunakan air mengalir

Banyak yang Keliru, Ini 5 Langkah Efektif Cuci Tangan pakai Sabun(IDN Times/Arief Rahmat)

Lewat situs resminya, Kementerian Kesehatan telah mencatat lima langkah efektif dalam membersihkan tangan menggunakan sabun alias CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun). Yang pertama ialah dengan lebih dulu membasahi seluruh tangan menggunakan air mengalir.

Air mengalir dianggap penting agar bakteri tidak berkumpul di satu wadah, seperti yang terjadi ketika kita mencuci tangan dengan air yang menggenang.

Setelah itu, di tahap kedua masyarakat diminta untuk menggosokan sabun ke telapak tangan, punggung tangan, hingga sela jari. Tak jarang masyarakat melupakan tahap ini hingga detail-detailnya, padahal terbilang amat penting untuk membunuh seluruh bakteri yang ada.

2. Diakhiri dengan mengeringkan tangan menggunakan tisu atau handuk

Banyak yang Keliru, Ini 5 Langkah Efektif Cuci Tangan pakai SabunIlustrasi cuci tangan. IDN Times/Nurulia R. Fitri

Tak berhenti sampai di sana, setelah menggosok tangan dan bagian-bagian tersembunyinya, masyarakat juga diminta tak lupa membersihkan kotoran yang mungkin menyelip di dalam kuku.

Setelah itu, bilas kembali tangan dengan air mengalir. Dan yang terakhir, menurut situs Kementerian Kesehatan, masyarakat diminta mengeringkan tangan dengan handuk atau tisu 

Jika memang keadan tidak mendukung, di mana tak ada tisu atau handuk, maka "keringkan dengan diangin-anginkan," tulis situs tersebut.

3. Cuci tangan tidak hanya membersihkan diri, melainkan juga menyetop penyebaran COVID-19

Banyak yang Keliru, Ini 5 Langkah Efektif Cuci Tangan pakai SabunPixabay.com/ivabalk

Menurut Dr. A. Umar, Direktur Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, kekeliruan dalam mencuci tangan menyasar seluruh latar belakang masyarakat. Tak hanya orang dewasa, banyak pelajar yang sama-sama belum memahami tahapan cuci tangan yang baik ini. 

Dalam sebuah diskusi virtual yang digelar Rabu (31/3/2021), ia mengimbau agar pelajar di Indonesia dan orangtua di rumah selalu memerhatikan tata cara CTPS.

Dra. Sri Wahyuningsih, Direktur Sekolah Dasar Direktorat Jenderal PAUD, Dikdas, dan Dikmen, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, menambahkan jika CTPS tidak hanya membuat tangan bersih. Di sisi lain, kata dia, CTPS juga menjadi upaya paling efektif bagi masyarakat untuk mencegah penularan virus. 

“Saatnya kita ubah paradigma. Cuci tangan tidak hanya mencuci tangan tapi sebagai tanggung jawab untuk menjaga aku, kamu, dan kita dari penyebaran kuman,” katanya.

4. Survey: hanya sekitar 70 persen masyarakat mematuhi imbauan cuci tangan

Banyak yang Keliru, Ini 5 Langkah Efektif Cuci Tangan pakai Sabunscrippsamg.com

Diskusi virtual tersebut digelar dibarengi dengan peluncuran “Panduan Pemicuan Perubahan Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun di Sekolah/Madrasah dan Masyarakat". Acara ini dianggap penting karena, menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS), kepatuhan masyarakat terhadap pedoman cuci tangan hanya 75,38 persen dari total 90.967 responden.

Panduan tesebut diharapkan dapat memicu perubahan perilaku CTPS sehingga dapat menjadi kebiasaan sehari-hari yang berkelanjutan, terutama dalam situasi pandemik COVID-19.

Dini Widiastuti, Direktur Eksekutif Yayasan Plan International Indonesia, yang juga hadir dalam kegiatan itu, mengatakan jika perubahan kebiasaan memang memerlukan daya picu pada masyarakat.

“Munculnya pandemik COVID-19 telah menimbulkan kembali kesadaran baru akan pentingnya mencuci tangan pakai sabun. Walaupun sudah genap satu tahun pandemik, namun belum seluruh masyarakat menerapkan praktik ini dengan baik," katanya.

Baca Juga: Mahasiswa UNY Modifikasi Pompa Galon Jadi Alat Cuci Tangan Otomatis

Baca Juga: Banyak Kuman, Segera Cuci Tangan setelah Memegang 9 Benda Sepele Ini 

Baca Juga: Kreatif, Mahasiswa di Jombang Buat Sabun Cuci Tangan dari Minyak Bekas

Topic:

  • Galih Persiana

Berita Terkini Lainnya