Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Waspada! Pemkot Umumkan Tiga Klaster Baru Virus Corona di Kota Bandung
Pixabay/Matryx

Bandung, IDN Times - Pemerintah kota (Pemkot) mengumumkan tiga klaster baru penyebaran virus corona (COVID-19) di Kota Bandung. Tiga klaster tersebut yakni klaster pasar tradisional, Tenaga Kesehatan (Nakes) dan ojek online (Ojol).

"Update terakhir diantaranya dua hari terakhir, kemarin itu ada 10 orang yang positif COVID-19. Terdiri dari klaster pasar, kemudian dari nakes dan satu lagi ojol," ujar Wali Kota Bandung Oded M Danial di Pendopo, Senin (8/6).

1. Dalam dua hari terakhir ada 10 orang positif virus corona di Bandung

Ilustrasi COVID-19. Dok. IDN Times

Oded mengatakan, dari ketiga klaster tersebut terdapat 10 orang dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Mereka saat ini sudah ditangani Dinas Kesehatan (Dinkes) dan menjalani isolasi mandiri.

"Berdasarkan laporan dinkes, 10 orang positif COVID-19 sudah diantisipasi dan mereka sudah isolasi mandiri," ungkapnya.

2. Semua klaster akan disisir lakukan tes masif COVID-19

Ilustrasi virus corona (IDN Times/Arief Rahmat)

Disinggung soal lokasi klaster pasar tersebut berada di wilayah kecamatan apa, Oded tidak menyebutkan lebih jelas. Ia hanya menyebut bahwa saat ini ada klaster pasar di Kota Bandung. Kemudian tindakan lanjutannya pasar tersebut kini di blok dan ditutup.

"Salah satu tindakan dari Dinkes Gugus Tugas satu blok pasar di tutup pasarnya saya lupa. Tenaga medis tidak disebutkan ada berapa orang," katanya.

3. Tiga klaster tersebut diketahui dari hasil rapid test

ilustrasi virus corona (IDN Times/Mardya Shakti)

Oded menjelaskan, terkait temuan klaster pasar diketahui Dinkes Bandung berdasarkan hasil rapid test. Dinkes Bandung juga akan terus melakukan tes pada seluruh klaster baru tersebut.

"Berdasarkan hasil rapid test dan seab memang seperti itu sifatnya kan hasil dan ini per klaster. Sekarang sedang menyisir rapid test dari Nakes," tuturnya.

4. Wali Kota Bandung was-was ada tiga klaster tersebut

Ilustrasi virus corona (IDN Times/Rochmanudin)

Lebih lanjut, Oded khawatir dengan adanya klaster Nakes akan berdampak pada pelayanan penanggulangan virus corona di Kota Bandung. Ditambah, test masif juga saat ini terus dilakukan. Menurutnya, kunci dari semuanya adalah masyarakat tertib menerapkan protokol pencegahan COVID-19.

"Saya secara pribadi was-was khawatir di satu sisi kita amanah dari pusat bawaha test masif harus dilakukan terus kedua lacak juga dilakukan terus. Sisi lain khawatir juga membludak kuncinya masyarakat tertib," kata dia.

Editorial Team

Related Article